
Pengisian kartu rencana studi (KRS) seharusnya menjadi hal yang sangat mudah dan tidak memakan banyak waktu. Namun, mahasiswa selalu menghadapi kendala sehingga proses pengisian KRS memakan waktu yang lama dan sulit. Terlebih, pada semester ganjil 2026/2027, mahasiswa yang menjadi panitia Amerta 2026 harus membagi fokusnya.
Retorika.id - Senin (3/8/26) menjadi hari pertama pengisian KRS bagi mahasiswa aktif Universitas Airlangga. Pengisiannya dilakukan melalui website Cybercampus V1 sejak pukul 08.00 WIB. Meski diharapkan menjadi hal yang mudah dan tidak memakan banyak waktu, website milik Unair ini selalu mengalami eror di tiap semesternya. Tulisan “CSRF Attack Detected” kerap muncul pada layar mahasiswa.
“Aku melihat itu kayak ... itu tuh kayak serangan hacker di mana mereka menggunakan web lain untuk ke web kita untuk mendapatkan informasi kita. Aku kayak agak panik sedikit, agak takut sedikit gitu karena tiba-tiba muncul sendiri dan langsung terdeteksi gitu. Terus enggak ada datang konteks lain, langsung lanjut aja ke agenda lain gitu. Jadi
kayak mungkin hal itu bukan kendala, tapi kayak sesuatu yang harus diperhatikan gitu,” ujar Rhayner, mahasiswa FISIP Unair semester tiga, pada Tim Retorika (3/8/26).
Rhayner juga menyampaikan Unair seharusnya memiliki fasilitas website yang mumpuni dengan titel salah satu universitas terbaik di Indonesia. “Seharusnya itu (Unair) memang sudah siap dengan menghadapi jumlah mahasiswa yang pasti akan membuka Cybercampus dan server-server dari web universitas pada saat masa-masa pengisian KRS-an ini. … Apalagi kayak contohnya aku sendiri yang UKT-nya tuh enggak murah ya, itu kenapa webnya tuh sangat terbelakang dan sangat lambat dalam hal menghadapi yang kalau dibilang itu sudah menjadi rutinitas setiap semesternya,” tuturnya.
Hal yang juga menjadi sorotan pada semester ganjil 2026/2027 adalah pengisian KRS yang berbarengan dengan PKKMB Unair 2026, atau biasa disebut Amerta. Panitia yang bertugas mau tak mau harus membagi waktu antara KRS dengan penyambutan mahasiswa baru yang jumlahnya mencapai sekian ribu. Susi, mahasiswi FISIP semester tiga yang juga menjadi bagian dari panitia Amerta 2026, menyampaikan kesulitannya.
“Webnya tuh benar-benar eror menurut saya. Bahkan ketika tadi saya sempat keluar pun dari keramaian, web itu tetap eror gitu loh. Padahal koneksinya tetap bagus. Saya buka Instagram aja tetap bisa, saya buka YouTube atau apa tetap bisa. Tapi kenapa pas buka webnya tuh benar-benar enggak bisa? … Saya sampai enggak dapet kelas yang saya inginkan,” ucap Susi.
Menurut Susi, Unair harus menggunakan sistem pengisian KRS yang baru. “Mungkin contoh fakultas ini nanti ada jadwalnya sendiri terlebih dahulu, terus fakultas ini lagi di hari apa kayak gitu. … Karena permasalahannya kan karena banyak yang akses ya. Kalau dengan banyak yang akses, harusnya itu bisa dibagi aja biar webnya tuh enggak eror.”
Keluhan terkait website yang lambat dari tahun ke tahun tak kunjung dibenahi Pihak Kampus. Hal ini menjadi keresahan mahasiswa terlebih saat mata kuliah yang mereka inginkan memiliki kuota sedikit. Mereka juga harus bertarung dengan perbedaan kecepatan jaringan dengan mahasiswa lainnya demi mendapatkan kelas mata kuliah yang sudah mereka bayar mahal.
Penulis: Christian Laska, Dzakii Asat Rizki
Editor: Claudya Liana
TAG: #dinamika-kampus #pendidikan #universitas-airlangga #
LPM Retorika FISIP Unair
@lpmretorikafisip
@ngs5967e
@retorikafisipua