» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Info Kampus
Semester Pendek di FISIP: Sudah Ada atau Khayalan Semata?
24 Januari 2021 | Info Kampus | Dibaca 180 kali
Tidak semua fakultas di Universitas Airlangga menerapkan program semester pendek. Salah satunya adalah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Sedangkan, berdasarkan penelusuran tim Retorika, beberapa fakultas yang menerapkan program tersebut adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Vokasi. Ketiadaan semester pendek di FISIP sangat disayangkan oleh beberapa pihak, mengingat tujuan dan keuntungan yang diperoleh guna membantu mahasiswa dalam proses perkuliahan.

retorika.id-Semester pendek merupakan semester singkat yang dilaksanakan di sela-sela semester ganjil dan genap. Namun sayangnya, tidak semua fakultas di Universitas Airlangga menerapkan program semester pendek. Salah satunya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Berdasarkan penelusuran tim Retorika, beberapa fakultas yang menerapkan program tersebut adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Vokasi. Ketiadaan semester pendek di FISIP sangat disayangkan oleh beberapa pihak, mengingat tujuan dan keuntungan yang diperoleh guna membantu mahasiswa dalam proses perkuliahan.

Semester Pendek dari Perspektif Mahasiswa FEB

Sesuai dengan namanya, semester pendek merupakan perkuliahan yang dilakukan dalam waktu singkat. Mata kuliah yang biasanya dilaksanakan satu kali pertemuan dalam seminggu, bisa menjadi tiga kali pertemuan dalam seminggu di semester pendek. 

Sahrian, mahasiswa FEB jurusan Akuntansi yang juga pernah mengikuti program semester pendek mengaku, jika sistem perkuliahannya dapat dikatakan sama dengan semester penuh, tetapi SKS yang dapat diambil sangat terbatas. Mahasiswa hanya boleh mengambil maksimal tiga mata kuliah atau sembilan SKS.

Menurut Sahrian, semester pendek dirasa cukup membantu mahasiswa untuk

®iklan

Pasang iklan di sini!
Hubungi » lpmretorikafisipua@gmail.com

®iklan

memperbaiki nilai atau mempercepat masa studinya.

“Cukup membantu ya, karena kan memang awalnya tujuan dari semester pendek ini untuk membantu mahasiswa dalam penyelesaian studinya. Mungkin ada yang kurang (SKS-nya), akhirnya mengulang dan mungkin juga ada yang mau mengambil studi ke depan sehingga lebih cepat masa studinya itu,” terang Sahrian saat dihubungi melalui chat WhatsApp pada (10/1/2021) lalu.

Sama seperti semester penuh, semester pendek tidak dilaksanakan dengan gratis. Terdapat biaya yang harus dibayarkan pada setiap SKS yang diambil. Biaya yang harus dikeluarkan berkisar antara 60-65 ribu rupiah per-SKS. Namun mahasiswa yang menerima program Bidikmisi atau KIP-K dibebaskan dari tanggungan untuk membayar biaya semester pendek (gratis).

Sahrian merasa semester pendek cukup efektif bagi mahasiswa. “Tapi, kembali lagi ke mahasiswanya. Bagaimana cara mahasiswa tersebut memanfaatkan atau mengoptimalkan sistem semester pendek,” lanjutnya.

Pengoptimalan semester pendek dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi tergantung dari tujuan kita dalam mengambil semester pendek. Sahrian sendiri memanfaatkan semester pendek sebagai pemantapan materi, agar di semester selanjutnya ia memahami lebih dulu mata kuliah ke depan yang dirasanya lebih sulit dan belum ia ketahui.

“Soalnya ada track record yang bilang kalau mata kuliah ini cukup sulit. Akhirnya aku ngambil sebagai pengenalan gitu. Walaupun tidak paham full, minimal kita tahu apa yang sudah kita pelajari nantinya. Akhirnya bisa lebih siap gitu lho di semester selanjutnya,” terang Sahrian.

Pengajuan Semester Pendek di FISIP

Tidak adanya semester pendek di FISIP membuat mahasiswa prodi Ilmu Politik angkatan 2016, Affan Al Habsyi sempat kewalahan. Pada awalnya, Affan mengajukan semester pendek untuk memenuhi targetnya lulus dengan 144 SKS.

“Aku kurang 1 SKS lagi untuk bisa menuhin syarat ikut wisuda. Sayang banget kan kalo harus nambah satu semester. Maka dari itu aku mengajukan permohonan semester pendek,” ujar Affan saat diwawancarai pihak Retorika (08/01/2021).

Affan mengaku ia tidak tahu bagaimana sistematika pengajuan semester pendek di FISIP Unair. Berdasarkan penuturannya, belum ada mahasiswa yang pernah mengajukan program tersebut sebelum dirinya.

“Temanku dari FEB yang pernah ikut program semester pendek di fakultasnya sempat ngasih info ke aku. Katanya, ‘coba minta bantuan lewat BEM fakultasmu’ gitu. Nah, dari sana aku memutuskan untuk menghubungi BEM FISIP untuk kepentingan pengajuan permohonan semester pendek ini,” tutur Affan.

Affan mulai mengajukan permohonan sejak liburan semester genap 2020. Namun, Affan belum menerima keputusan yang pasti hingga kini.

“Prosesnya ternyata cukup berbelit, harus berkoordinasi dengan pihak dekanat dan departemen juga. Sampai sekarang permohonan semester pendeknya masih terus diusahakan oleh BEM FISIP”, keluhnya.

Affan menambahkan bahwa pengadaan program semester pendek di FISIP Unair cukup penting terutama di masa pembelajaran daring. Alasannya tidak lain karena masih banyaknya kendala teknis yang dialami mahasiswa seperti malfungsi server, telat pengumpulan deadline, dan sebagainya.

Menanggapi kasus tersebut, tim Retorika menghubungi Wakil Dekan I FISIP, Prof. Dr. H. Jusuf Irianto (17/1/20) via chat WhatsApp.

“Semester pendek sedang akan dibahas. Banyak hal yang harus dipetimbangkan misalnya tentang kesanggupan dosen, dll. Jadi perlu ada persiapan matang. Begitu ya!", tulisnya.

Saat ditanya lebih lanjut belum ada respon lagi hingga berita ini terbit.

 

Penulis: Aisyah Amira Wakang, Kadek Putri Maharani, dan Ariel Syalia.

Editor: Uyun Lissa Fauzia


TAG#akademik  #aspirasi  #demokrasi  #dinamika-kampus