Minggu, 17 Februari 2019
Tembakkan peluru tepat di ulu Biar tiga detik menahan luka, lalu tiada Biar angin nyanyikan lagu kematian Biar alam berduka sebentar, lalu dilupa Merpati yang kau tembak kala itu Baru belajar terbang Sayap-sayap rapuhnya baru belajar mengepak Terseok-seok ia pulang ke induk, mengadu, ... » selengkapnya
Senin, 11 Februari 2019
Tragedi berakhir dalam sebuah gelanggang dendam ironi, kapan kebenaran akan diungkapkan? Kapan permintaan maaf akan diberikan. Tidak cukupkah bukti dengan jutaan nyawa melayang, tidak cukupkah ... » selengkapnya
Kamis, 07 Februari 2019
Maaf Tuhan, Aku Tidak Mesra Lagi
Ini adalah prosa perjalanan religiku, yang menyuarakan diri dengan kalimat-kalimat mengenai toleransi dan penolakan terorisme. Hidup tak selalu mulus, ia yang kucintai pergi setelah membunuh "orang ... » selengkapnya
Kamis, 07 Februari 2019
Kepada, Tuan Matahari di Tempat
Halo. aku adalah bulan, dan kamu adalah matahari. Karena aku memilih untuk tenggelam di antara pekatnya langit malam, Dan kamu dipilih sebagai satu-satunya yang bersinar di langit biru yang menjadi singgasanamu. Karena aku selalu iri kepada bintang-bintang, mengapa? karena ... » selengkapnya
Senin, 28 Januari 2019
retorika.id - Pemuda itu terdiam, tangan kirinya bergetar, tapi kakinya terdiam, terkulai lesu dalam dinginnya malam. Di atas lantai trotoar itu, pemuda itu terduduk lesu, angin bebas menerpa tubuhnya dengan beringasnya. Kepalanya merengkuh, menunduk haru mencari perlindungan hangat, di antara ... » selengkapnya
Senin, 28 Januari 2019
retorika.id - Secangkir cappucino tampak asyik mengepul dengan asap tipisnya, ditemani oleh seorang pemuda berkacamata yang sekarang tengah sibuk menatap layar laptop-nya. Sesekali ia menghela nafas panjang lalu mengerakkan jemarinya di atas keyboard. Mengetikkan sesuatu, raut mukanya tampak ... » selengkapnya
Senin, 28 Januari 2019
retorika.id - "Calista, kamu dimana?" terdengar suara laki-laki dari ponsel milikku. "Lagi naik KRL, perjalanan pulang. Kenapa?" balasku bertanya. Di ruang tempat dia meneleponku, banyak suara orang-orang bicara di sana. Aku pikir ia sedang ke terminal. "Oh.. nggak, ngak kenapa-napa. ... » selengkapnya
Senin, 14 Januari 2019
retorika.id - Seperti biasa kereta itu berangkat pukul lima sore, tapi kali ini sore tidak lahir seperti biasanya. Di sebelah bangku pemberangkatan ini aku bersebelahan dengan seorang yang begitu indah parasnya, entah bagaimana bisa seorang itu begitu kuat menarik kedua mataku untuk sekadar ... » selengkapnya
Kamis, 20 Desember 2018
Fatimah rindu dengan Ibu Kota Jakarta, kerinduannya membawa hatinya untuk pulang setelah 5 tahun kuliah di Semarang. Ia berharap ada kabar dari orang yang selama ini ia tunggu, namun belum ada. Siapa ... » selengkapnya
LPM Retorika FISIP Unair
@lpmretorikafisip
@ngs5967e
@retorikafisipua