» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Opini
Twibbon: Mahasiswa Baru dan Keamanan Ruang Digital di Kampus
01 Oktober 2021 | Opini | Dibaca 89 kali
Twibbon: Mahasiswa Baru dan Keamanan Ruang Digital di Kampus: - Foto: suara.com
Twibbon telah menjadi salah satu metode yang hampir selalu digunakan untuk mempromosikan dan mendukung banyak acara di kampus. Secara umum, twibbon memiliki dampak positif untuk menciptakan branding sebuah acara. Di balik kegunaannya yang luar biasa, twibbon juga memunculkan beberapa risiko seperti kejahatan di ruang digital.

retorika.id-Tahun ajaran baru selalu disambut dengan serangkaian kegiatan yang wajib diikuti oleh mahasiswa baru. Berbagai hal dilakukan oleh panitia acara untuk mendukung dan mempromosikan sebuah acara, seperti halnya menggunakan twibbon.

Merujuk pada Macmillan Dictionary, twibbon dapat didefinisikan sebagai gambar yang dapat diletakkan pada gambar profil media sosial atau avatar untuk menunjukkan dukungan terhadap suatu tujuan. Kata twibbon berasal dari kombinasi antara kata ‘Twitter’ dan ‘Ribbon’.

Dilansir dari situs resmi twibbon, telah ada lebih dari 300.000 brands, badan amal, maupun individu menggunakan twibbon untuk meningkatkan kesadaran, mengumpulkan sumbangan, dan menciptakan kampanye di Facebook dan Twitter sejak tahun 2009.

Tidak jauh berbeda dengan penggunaan twibbon secara global, penggunaan twibbon di Indonesia juga merujuk pada bentuk dukungan dan promosi pengguna terhadap suatu acara dan kampanye.

Disamping manfaatnya yang sangat besar, penggunaan twibbon juga memunculkan beberapa polemik. Salah satunya adalah hilangnya privasi digital para pengguna.

Privasi digital merujuk pada informasi pribadi yang terhubung pada internet.

®iklan

Pasang iklan di sini!
Hubungi » lpmretorikafisipua@gmail.com

®iklan

Tidak jarang panitia acara mewajibkan mahasiswa baru untuk mengunggah twibbon dengan tujuan mendukung pelaksanaan kegiatan. Seringkali twibbon yang diunggah  membubuhkan beberapa informasi pribadi, seperti nama dan informasi pendidikan yang kemudian terhubung dengan berbagai tagar tertentu.

Twibbon dan Ancaman Privasi

Tidak dapat dipungkiri bahwa penggunaan twibbon telah memberikan berbagai manfaat bagi mahasiswa baru. Salah satu manfaat penggunaan twibbon adalah adanya identitas yang tertanam di dalam twibbon.

Salah satu mahasiswa baru di Kesehatan Masyarakat angkatan 2021, Tiara Salsabila menyatakan bahwa pengaplikasian twibbon di masa ospek adalah hal yang penting. Hal ini dikarenakan twibbon membantu mahasiswa dalam menemukan teman baru serta menjadi penanda di dalam sebuah kegiatan.

Menilik ke belakang, tak jarang penggunaan twibbon memunculkan beberapa masalah yang berhubungan langsung dengan privasi mahasiswa baru. Muncul komentar tidak senonoh yang ditujukan kepada mahasiswa baru ketika mengunggah foto twibbon. Selain komentar tidak senonoh, privasi mahasiswa baru juga rentan terekspos karena beberapa hal.

Di lain sisi, penggunaan twibbon juga memunculkan sebagian keresahan di kalangan mahasiswa. Bagi Tiara, kasus komentar tidak senonoh dan privasi yang rentan terekspos juga membuat dirinya lebih hati-hati dalam memilih foto yang akan dipasang.

“Iya pernah denger dikit (kasus komentar tidak senonoh), tapi jujur kalau aku jadi dia  resah banget ya, karena kan twibbon itu juga jadi penghubung mahasiswa baru.  Jadi ya kalau seumpama ada kejadian seperti itu  resah dan takut juga. Jadi  bakal lebih hati hati terutama memilih foto yang akan dipasang di twibbon.” Ucap Tiara kepada Retorika (14/9/2021).

Selaras dengan Tiara, Idlofi Mahdi Muhammad juga setuju bahwa penggunaan twibbon dapat membentuk branding bagi universitas ataupun kegiatan yang sedang berlangsung. Namun berdasarkan pengalaman Idlofi Mahdi, twibbon juga mendorong banyak senior di universitas yang melakukan stalking kepada para mahasiswa baru.

Idlofi Mahdi yang merupakan Kepala Divisi Agitasi dan Propaganda Lingkar Studi Gender Mahasiswa (LSGM) Universitas Airlangga menuturkan bahwa perilaku stalking terhadap mahasiswa baru ini dapat memunculkan risiko terjadinya sexual harassment. Oleh sebab itu, perlu dilakukan regulasi dan pengawasan yang tegas agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Diperlukan hukum yang jelas di universitas, jadi tidak hanya melindungi secara fisik namun juga melindungi secara mental mahasiswa.  Itu juga bentuk aksi nyata yang harus dirancang, mahasiswa punya hak untuk merasa aman dan nyaman.” Ucap Idlofi Mahdi kepada Retorika (24/09/2021).

Menurut salah satu panitia Amerta 2021, Awan Hermawan menyatakan bahwa penggunaan twibbon merupakan hal penting karena berkaitan dengan penugasan Amerta. Namun secara substansial, Awan mengatakan bahwa keputusan untuk mengunggah twibbon dikembalikan kepada mahasiswa baru.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, panitia acara orientasi mahasiswa baru umumnya juga telah memberikan beberapa ketentuan atau syarat bagi mahasiswa baru dalam mengunggah twibbon.

“Ada syarat secara eksplisit yang tidak ditampilkan seperti tidak mengandung unsur sara atau unsur negatif lainnya, tidak ada hal yang bersifat memancing.” Ujar Awan kepada Retorika (17/09/2021).

Awan juga menambahkan bahwa para panitia telah memberikan informasi dan arahan kepada mahasiswa baru untuk tidak membalas komentar atau pesan yang bersifat negatif ketika mengunggah twibbon.

 

Penulis: Aldi dan Inayah

Editor: Dina Marga


TAG#event  #universitas-airlangga  #  #