» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Liputan Khusus
Urgensi Penambahan LPPAK serta Kementerian Seni dan Budaya dalam BEM Unair 2021
02 September 2021 | Liputan Khusus | Dibaca 146 kali
Urgensi Penambahan LPPAK serta Kementerian Seni dan Budaya dalam BEM Unair 2021: - Foto: @bem_unair
Risyad Fahlefi selaku Presiden BEM Unair 2021 menambahkan Lembaga Pengawasan dan Pendidikan Anti Korupsi (LPPAK) serta Kementerian seni dan budaya di masa kepemimpinannya. Mengingat kondisi internal BEM Unair yang sebelumnya terseret banyak kasus, Risyad berharap LPPAK dapat menjadi KPK versi lembaga kampus. Selain itu menyikapi banyaknya isu nasional yang berkembang seperti radikalisme, membuat ia juga menambahkan kementerian seni dan budaya.

retorika.id-Risyad Fahlefi selaku Ketua BEM Unair  2021 menggantikan Abdul Chaq, dalam menjalankan kepemimpinnanya ia dibantu oleh Sinyie Wulandari sebagai Wakil Presiden BEM Unair 2021.  Risyad mengaku bahwa visi dan misi yang ia jalankan di era kepemimpinannya, tidak akan jauh berbeda dari yang sebelumnya Risyad jalankan bersama Chaq.

“Kita tidak serta merta meninggalkan visi misi tahun lalu. Visi misi tahun lalu itu tetap kita jalankan karena itu juga bagian dari rancangan program kerja yang sudah kita rapatkan atau kita canangkan bersama. Namun, tentu ada istilahnya modifikasi hal-hal yang perlu dirubah. Misalnya seperti LPPAK (Lembaga Pengawasan dan Pendidikan Anti Korupsi),” ujar Risyad pada Retorika (27/8/2021).

Ibarat  Komisi Pemberantasan Anti Korupsi (KPK) di ranah nasional, LPPAK sendiri memiliki visi dan misi yakni memberikan pendidikan dan pengajaran mahasiswa Unair terkait bagaimana menciptakan sistem good government dalam skala

®iklan

Pasang iklan di sini!
Hubungi » lpmretorikafisipua@gmail.com

®iklan

kolektif lembaga organisasi mahasiswa. Mengingat kondisi internal BEM Unair yang sebelumnya terseret banyak kasus.

“Ada kondisi yang seperti kemarin di mana mungkin dulu ada yang ngambil uang staff-staff dan segala macem. Nah tentu kita harus bergerak cepat atau memberikan anti tesa dari sebuah tesa yang kurang baik,” jelas Risyad.

Risyad berharap dengan dibentuknya LPPAK menjadi sebuah shock therapy sebagai upaya BEM Unair untuk memberikan pendidikan dan pelatihan anti korupsi di ranah kampus.

“Tentu LPPAK ini harapannya bisa menjadi embrio untuk dijadikan lembaga yang setara dengan BEM Unair itu sendiri misalkan sama seperti Porcom. Bisa memberikan pelatihan, bagaimana mewujudkan manajemen organisasi yang baik, memberikan pelatihan integritas, dan sebagainya,” jelasnya.

Menurut Alfin Ramadhani selaku ketua LPPAK, bahwasanya  LPPAK sendiri memiliki struktur BPH seperti wakil ketua, 2 Sekretaris dan 1 bendahara. Di bawah BPH inti tersebut, terdapat 3 deputi, yakni:
- Deputi Keorganisasian, terdiri dari bidang Internal, dan bidang Media dan Informasi
- Deputi Audit dan Pengawasan, terdiri dari bidang Hukum dan Monitoring
- Deputi Kampanye Publik, terdiri dari bidang Hubungan Masyarakat dan bidang Kajian dan Pendidikan

Sementara itu, dalam waktu dekat ini Alfin dan tim sedang fokus menyusun berkas-berkas organisasi beserta program kegiatan pendidikan pencegahan anti korupsi.

“Saat ini kami sedang fokus untuk penyusunan AD/ART, SOP, dan Kode Etik. Yang mana semua itu akan digagaskan oleh bidang hukum. Kami juga akan fokus untuk melakukan pendidikan terkait pencegahan dan hukum pidana korupsi secara merata, baik dalam kalangan masyarakat, siswa, maupun mahasiswa,” ujar Alfin pada Retorika (30/8/2021).

Alfin juga menambahkan, akan ada banyak program yang dilakukan untuk memperkuat kepengurusan tim, seperti agenda upgrading dan bonding. 

Selain penambahan LPPAK, Risyad juga membentuk kementrian seni dan budaya. Hal ini berdasar pada pengalamannya saat menjabat sebagai Presiden BEM FISIP tahun 2019 lalu.

“Nah, kementrian seni budaya itu dia berbicara soal bagaimana hal-hal yang sifatnya kreatifitas, bicara soal seni dan kebudayaan, toleransi – agama, etnis, dan segala macam. Melihat isu-isu nasional akhir-akhir ini misal, isu taliban, radikalisme, dan sebagainya. Aku coba ambil ide dari pengalaman dulu menjadi presbem FISIP untuk di copy di ranah BEM Unair. Apalagi di BEM Unair ini luas cakupannya. Tentu multikulturalisme itu perlu dipahamkan,” terang Risyad.

Terkait dengan perbedaan program kerja di kementrian seni dan budaya BEM FISIP maupun BEM Unair, tim Retorika sudah mencoba menanyakan hal tersebut kepada Ardianti Rohma selaku menteri sosial dan budaya BEM Unair. Namun, sampai dengan berita ini terbit, belum ada jawaban dari yang bersangkutan.

 

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Dina Marga H


TAG#bem  #dinamika-kampus  #universitas-airlangga  #