
[Majalah edisi ke-6 LPM Retorika FISIP Unair]
Kita lahir dari rahim tanah, bertumbuh dengan kaki-kaki yang mencari pijakan pada petak-petak yang kita sebut rumah, menjelma ruang hidup yang menampung eksistensi kita. Namun, apa jadinya ketika tanah tempat kita berpijak tiba-tiba ditarik paksa dari bawah kaki kita sendiri? Apa jadinya jika ruang-ruang itu diruntuhkan oleh tangan-tangan entitas yang bertingkah bak mesin yang berduyun-duyun menindas warganya?
Dalam dinamika kekuasaan yang kian carut-marut, negara dengan mesin-mesin pembangunannya mengunyah apa saja
yang ada di hadapannya, tak menghirau apa-apa saja yang hidup dan harus dipertahankan. Mereka menelan hutan-hutan yang tadinya menjadi ruang warga meramu kehidupan, memuntahkannya kembali sebagai hamparan kebun-kebun yang melulu soal kapital. Sungguh sebuah ironi yang menyayat hati ketika negara justru sibuk menggelar karpet merah untuk program populis nir-substansi, tetapi justru abai membenahi masalah ekonomi mendasar dan fasilitas krusial yang lebih penting.
Ruang hidup yang kian tercerabut ini juga mengintai kita di setiap sudut keseharian. la mewujud pada mahalnya biaya pendidikan yang tak lagi ramah bagi semua kalangan, berujung pada kegagalan-kegagalan yang terus terpelihara. Kita dipaksa mewajarkan carut-marutnya aksesibilitas transportasi umum hingga fasilitas kampus yang tak kunjung inklusif.
Bahkan, ruang privat kita pun tak luput dari invasi negara.
Edisi Majalah Retorika 2026 kali ini lahir dari kemarahan-kemarahan atas tercerabutnya kita dari kehidupan kita sendiri. Mengusung tema besar Ruang Hidup dalam Cengkeraman: Negara Absen, Warga Tergusur, kami mencoba merekam luka-luka dari mereka yang ruang aman dan sumber kehidupannya terusik, lalu perlahan dilenyapkan.
Selamat menyelami halaman demi halaman. Selamat membaca, dan yang terpenting,
selamat merawat ingatan untuk terus melawan.
Salam hangat,
Pimpinan Redaksi LPM Retorika
Tautan majalah: https://drive.google.com/file/d/1SLvr4x7YzgG0Y5i7OFBOjV1yi4VosTZu/view
TAG: #demonstrasi #humaniora #lpm-retorika #pemerintahan
LPM Retorika FISIP Unair
@lpmretorikafisip
@ngs5967e
@retorikafisipua