» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: 081281600703.

Mild Report
Oasis : Berkatalah Musik Bukan Pemersatu
07 April 2018 | Mild Report | Dibaca 708 kali
Profil Oasis: - Foto: Muhammad Alfi Rahman
Memang musik menurut beberapa pihak menjadi alat pemersatu, namun hal ini sepertinya berbeda dengan prinsip Oasis. Noel dan Liam yang sejak kecil sudah bersama-sama, tetapi karena berbeda prinsip akhirnya Noel memilih untuk berpisah dengan Oasis. Yang pasti, Oasis sekarang bubar dan Noel sendiri secara tersirat menyatakan bahwa musik bukanlah pemersatu.

retorika.id - “So…. Sally can wait,

she know its to late,

as were walking on by,

her soul… slides away,

but don’t look back in anger,

i heard you say”.

Petikan chorus dari band Oasis ini seakan menjadi anthem anak 90-an. Tak pelak chorus ini digadang-gadang sebagai chorus terbaik di dunia.

Anak ‘90-an pasti tahu band legendaris asal British ini. Ya, namanya adalah Oasis, Band bentukan Liam Ghallanger di tahun 1990 ini berhasil memikat hati generasi 90-an dengan lagu-lagu bergenre Britpop dan Alternative Rock-nya yang menggeser tren-tren musik sebelumnya yang bergenre Rock ‘n Roll dan Alternative Ballad. Oasis kala itu bak penenang kegalauan remaja ‘90-an dengan lagu-lagu bertema cinta yang dikemas lebih agresif.

Oasis memulai karirnya sebagai band penghibur di kafe-kafe di Manchester. Band ini mulanya digawangi oleh Liam Ghallanger yang diajak temannya Paul “Guisy” Mccigian untuk bergabung dengan The Rain karena suara Liam yang memiliki ciri khas tersendiri. Bahkan menurut Paul suara Liam terdengar serak-serak seperti orang yang habis merokok 100 batang. Tak butuh waktu lama bagi Liam untuk memutuskan ikut dengan The Rain dan kemudian berhasil mengadakan konser di Manchester Broadway.

Konser itu disaksikan oleh saudara Liam yakni Noel yang baru saja kembali dari debutnya bersama the Inspiral Carpets dalam turnya di Amerika. Noel belum terpikir untuk bergabung dengan The Rain seketika setelah melihat adiknya beraksi, karena masih belum begitu mengesankan untuknya. Namun setelah diajak adiknya untuk bergabung, ia menyetujuinya dan menggunakan beberapa buah karyanya untuk dinyanyikan bersama The Rain dan mengangkat dirinya sendiri sebagai pemimpin band.

The Rain kemudian menunjukkan progress yang impresif. Di bawah pimpinan Noel, The Rain mulai aktif menyanyikan lagu-lagu baru buatan mereka sendiri. Namun kendala dihadapi Noel dan Liam

®iklan

Pasang iklan Anda di sini!
Hubungi » 082112438727

®iklan

karena mereka mempermasalahkan nama “The Rain” yang sudah umum di telinga orang British. Akhirnya Liam mengganti nama The Rain menjadi Oasis. Pemilihan kata Oasis tersebut menurut Liam terinspirasi dari stiker yang menempel di pintu kamarnya yang bertuliskan “Oasis Leisure Center”.

Oasis pun mulai menelurkan beberapa single dan mengalami puncaknya saat peluncuran album perdana mereka yang bertajuk Definetly Maybe. Album ini sangat sukses di pasaran, bahkan radio musik NME dikabarkan memutarnya hinga 19 kali dalam seminggu. Sebuah pencapaian untuk sebuah band yang masih asing di telinga orang-orang British.

Buah manis dari terbitnya album ini sayangnya malah tidak menyolidkan hubungan antar personil. Yang paling kentara adalah hubungan Liam Ghallanger dan Noel Ghallanger, adik dan kakak yang sering diberitakan hubungannya bermasalah. Bahkan Liam dalam sebuah konser di tahun 1995 pernah memukul kakaknya dengan tambourine diatas panggung hanya karena berbeda pendapat. Namun Noel yang menjadi pemimpin band mencoba tetap bijak dan berdamai dengan adiknya.

Lalu Oasis mengeluarkan album kedua yang meledak di pasaran. Tidak hanya laku di pasar Inggris dan Amerika, namun juga pasaran Asia dan Amerika Latin. Itulah titik awal dimana nama Oasis menggema di seantero dunia. Namun sayang, ketenaran mereka tidak sementereng hubungan antar personilnya. Semakin lama perseteruan antara Liam dan Noel –yang juga merupakan fans dari Manchester City Football Club – ini  semakin keruh.

Seperti yang terjadi saat konser Oasis dalam acara “MTV Unplugged”, beberapa jam sebelum konser dimulai, Liam mendadak sakit tenggorokan dan tidak dapat hadir di panggung. Hal ini sudah barang tentu mengacaukan keadaan. Akhirnya, Noel memutuskan untuk melanjutkan konsernya dengan mengandalkan dirinya sendiri sebagai vokalis. Namun anehnya, saat konser berjalan dan Noel asyik bernyanyi, ia seakan menjadi terganggu oleh kedatangan seseorang yang mengenakan jaket parka hijau dan kacamata hitam di atas balkon. Orang itu tidak lain adalah Liam Ghallanger, vokalis utama Oasis yang menonton aksi Liam tersebut dengan sebotol bir di tangannya.

Di beberapa konser Liam dan Noel kerap menunjukan kecuekanya satu sama lain. Liam tidak mengindahkan imbauan tempo dan solo gitar dari Noel, namun terus saja bernyanyi. Beberapa kali pula Liam turun panggung saat konser belum usai, sambil mengarahkan jari tengah kepada kakaknya. Namun tak lama kemudian Noel sebagai pemimpin band memilih berdamai dengan kakanya.

Beberapa tur menjadi terhambat karena gaya hidup Liam yang tidak disukai Noel. Liam yang berjibaku dengan alkohol dan rokok menjadi sering meracau baik saat konser maupun wawancara dengan media. Contohnya saat Ghallanger bersaudara ini wawancara dengan MTV, Liam meracau tidak jelas dan mengumbar aib-aib yang ada di band-nya.

Kemudian beberapa personil mulai hengkang satu per satu yang diduga akibat sikap Liam yang dianggap merugikan personil-personil lain. Kontroversi tak berhenti disitu, Liam kemudian menyatakan bahwa Noel-lah yang ingin menjadi bintang di Oasis, bukan Liam. Karena vokalis Oasis ini seakan-akan menjadi bintang di atas panggung. Sikap inilah yang menjadi penyebab ketidakakraban kakak beradik ini, Noel yang iri dan Liam yang tetap ingin menjadi bintang di panggung.

Kelakuan “tidak jelas” tidak hanya dilakukan oleh Liam, tapi juga dilakukan oleh Noel. Entah apa yang diinginkan Noel, saat itu ia menawarkan dua buah lagu yang ditulisnya kepada adiknya untuk memilih salah satu di antara keduanya. Lagu tersebut adalah Wonderwall dan Don’t Look Back in Anger. Liam memilih Wonderwall karena dirasa cocok dan tidak terlalu mendayu-dayu. Namun akibat hal itulah perseteruan mereka semakin memburuk. Liam merasa tidak dibutuhkan lagi dalam band, apalagi saat band menyanyikan lagu Don’t Look Back in Anger.

Semakin lama, Liam semakin bengal dan Noel seringkali membiarkannya. Jika dulu Noel selalu pasang badan dengan kelakuan adiknya dan hampir selalu menjadi orang pertama yang ingin berdamai dengan adiknya, maka kali ini ia hanya berkata sekadarnya dan merasa seakan tidak penting lagi pencitraannya.

Seperti yang terjadi di tahun 2002 Liam pernah menendang perut seorang perwira polisi. Hal ini menjadi heboh dalam jagad permusikan. Namun Noel hanya menjawab sekadarnya kepada wartawan yang bertanya padanya tentang adiknya. Ia menjawab bahwa yang terpenting baginya adalah dia tetap bisa bernyanyi.

Tahun-tahun berikutnya Noel sudah kehilangan kesabaran, ia bahkan berkata kepada wartawan bahwa Liam sebenarnya takut kepadanya. Ia sudah muak dengan sikap Liam yang seolah-olah semua keputusan Oasis berada di tangannya, padahal Noel lah yang merupakan pemimpin band

Di tahun 2009 secara mengejutkan Noel Ghallanger, pemimpin dan penulis lagu Oasis memutuskan untuk keluar dari Oasis dan membentuk band baru bernama High Flying Birds.

Perseteruan kakak beradik ini semakin menjadi, Liam seakan tidak menghargai jasa-jasa kakaknya dalam perjalanan Oasis. Terbukti saat Oasis menerima BRIT Awards 2010 daripada Album “(What’s Story ) Morning Glory”, Liam mengucapkan terimakasih kepada seluruh punggawa Oasis dan jajarannya kecuali Noel.

Kontroversi di antara keduanya juga terlihat dalam berbagai wawancara personal kedua orang tersebut. Dalam sebuahwawancara bersama NME, Noel mengatakan bahwa Liam memerlukan psikiater, sedangkan dalam wawancara lain Liam mengatakan bahwa dirinya tidak mempunyai kontak Noel dan tidak ingin berhubungan dulu dengannya.

Namun akhir-akhir ini, Liam dalam suatu wawancara menyatakan jika Oasis mengadakan reuni maka ia adalah orang pertama yang datang. Belum ada tanggapan serius dari Noel mengenai hal tersebut. Namun yang pasti musik disini berkata bahwa perdamaian dapat terjadi, atau kebencian dapat merintangi.

Memang musik menurut beberapa pihak menjadi alat pemersatu, namun hal ini sepertinya berbeda dengan prinsip Oasis. Noel dan Liam yang sejak kecil sudah bersama-sama, tetapi karena berbeda prinsip Noel memilih untuk berpisah dengan Oasis. Yang pasti, Oasis sekarang bubar dan Noel sendiri secara tersirat menyatakan bahwa musik bukanlah pemersatu.

 

Referensi :

Profil Oasis dikutip dari laman https://en.wikipedia.org/wiki/Oasis_(band)

Kontroversi Liam Ghallanger dikutip dari laman https://www.rollingstone.com/music/features/liam-gallagher-talks-oasis-divorce-noel-u2-and-more-w507584  

 

Penulis : Muhammad Alfi Rahman


TAG#musik  #profil  #seni  #