
Penugasan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Airlangga kembali menuai kritik akibat tenggat waktu pengerjaan yang dinilai terlalu mepet. Masalah keluhan deadline singkat ini seolah menjadi persoalan klasik yang terus berulang dari tahun ke tahun.
Retorika.id - Penugasan pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Airlangga mendatangkan beberapa cuitan di media sosial yang mengeluhkan deadline pengumpulan yang mepet. Menanggapi hal tersebut, Hera, mahasiswa baru fakultas ekonomi dan bisnis mengonfirmasi tenggat waktu pengerjaan tugas yang cukup singkat. "Iya, bahkan tugasnya ada yang diberikan mepet deadline, H-3, H-2, bahkan ada yang H-1 juga,” ujarnya.
Beberapa mahasiswa baru (maba) juga mengeluhkan tentang pengumuman tugas, sistem pengerjaan, serta
pengumpulannya. Ada mahasiswa baru yang mendapatkan informasi tentang tugas PKKMB tepat satu hari sebelum pengukuhan dilangsungkan. “Jadi, tugas dari PKKMB ini kita dikasih tau pas H-1 sebelum pengukuhan,” ujar Davin, salah satu maba (4/8/26).
Ia juga mengatakan terdapat beberapa informasi yang “blunder” dari panitia tentang kejelasan tugas. “Pengalaman dari tahun ini memang kebanyakan terjadi kesalahan sistem seperti informasi tugas yang bocor duluan. Panitia memberi klarifikasi kalau itu dari sumber yang salah padahal benar dan juga banyak terjadi eror pada saat pengumpulan Drive,” lanjut Davin kepada tim Retorika, Selasa (4/8).
Kejadian seperti ini mengakibatkan adanya informasi ganda yang diterima maba. Maba merasa waktu yang diberikan terlalu sempit, mengingat mereka baru mendapatkan informasi hanya beberapa hari sebelum PKKMB dimulai. “Ada satu hari di mana tidur saya itu hanya 2 atau 3 jam saja karena harus ngerjain tugas Amerta,” ungkap salah satu anggota kelompok Garuda 11 pada tim Retorika.
Di samping masalah tugas, maba juga mengkritik penyediaan fasilitas, salah satunya terkait tempat ibadah. "Untuk tempat salatnya masih oke tapi sayangnya tempat wudunya kotor banget, lantainya becek banget. Sama fasilitas misal sendal, kami kan gak bawa sendal ya apalagi waktu wudu pasti perlu sendal, jadi kami harus giliran bolak-balik karena lantainya kotor banget," tutur Hera.
Tim Retorika telah mengajukan permohonan wawancara kepada tim Amerta namun belum mendapatkan balasan hingga berita ini dirilis.
Penulis: Dzakii Asat Rizki, Muhammad Azhar Fitrah, Munawaroh Puspita
Editor: Naila I. Putri Santoso
TAG: #akademik #bem #dinamika-kampus #event
LPM Retorika FISIP Unair
@lpmretorikafisip
@ngs5967e
@retorikafisipua