» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Info Kampus
Banyak Toilet Perempuan FISIP Rusak, Fakultas: Intensitas Penggunaan Tinggi Menghambat Perawatan
17 Juni 2026 | Info Kampus | Dibaca 46 kali
Imbauan penggunaan toilet difabel pada pintu toilet perempuan lantai satu Gedung A FISIP: - Foto: Divisi Redaksi/Claudya
Toilet perempuan Gedung A FISIP banyak dikeluhkan mahasiswi karena fasilitas yang tidak memadai dan mengganggu aktivitas perkuliahan sehari-hari. Melalui mediasi Adkesma BEM FISIP pada Mei lalu, Wakil Dekan II dan Kepala Sub Bagian Sarana dan Prasarana FISIP Unair menyebutkan fakultas telah melakukan pemeliharaan secara rutin namun terhambat karena tingginya intensitas penggunaan toilet.

Retorika.id - Rabu (17/6/26), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga masih dihadapkan dengan permasalahan fasilitas yang tak layak, salah satunya terkait toilet perempuan pada Gedung A FISIP. Awalnya, hanya toilet di lantai satu yang pintunya tidak bisa terkunci, sehingga disediakan batu besar sebagai pengganjal. Lampu toilet mati, kloset kotor, serta air flush yang mengalir terus-menerus. Namun, kerusakannya dibiarkan bahkan meluas ke toilet di lantai dua dan tiga.

Bahkan, di lantai satu, terdapat pengumuman di pintu kamar mandi wanita yang mengimbau penggunaan toilet difabel sebagai pengganti toilet yang rusak. Kamar mandi di lantai dua juga mengalami gangguan fasilitas. Khusus di lantai tiga, satu kamar mandi sudah dibatasi garis polisi dan dua papan kayu. Hal ini dinilai turut mengganggu aktivitas pembelajaran.

“Kalau lantai tiga toiletnya nggak bisa semua, at least airnya jalan di toilet-toilet lain. Masalahnya kagak. Saya ada kelas di lantai tiga lantai tiga toiletnya bapuk semua. Turun di lantai dua, airnya mati. Saya harus turun ke lantai satu, capek. Nanti, kalau saya balik ditegur dosen gimana,” keluh Arimbi (nama samaran), mahasiswi FISIP semester


enam.

Arimbi juga mengaku pernah terkunci di kamar mandi lantai tiga akibat engsel pintu yang sudah rusak. “Tulisannya sih nggak ada pada saat itu seingetku. Nggak ada tulisan, cuma memang engselnya tuh udah tidak meyakinkan,” sambatnya.

Arimbi juga menambahkan bahwa toilet lantai dua mulai mengalami kerusakan. “Belakangan, air itu mati (di lantai dua). Terus, wastafelnya itu, apa ya, ada yang turun … di bawah. Terus toilet klosetnya itu, tutupan klosetnya itu copot,” jelasnya. 

Menurut Arimbi, ketersediaan air sebagai kebutuhan dasar yang seharusnya disediakan oleh pihak kampus juga masih menjadi permasalahan sebab sering tidak mengalir. Hal ini bahkan terjadi di Mushola Ibnu Khaldun Gedung A FISIP yang baru diresmikan 22 April lalu.

“Kita kan habis membangun musala baru ya kan. Nah, beberapa hari ini air di musala baru ini, at least untuk tempat wudu cewek, itu mati kalau sore, awal sore. Terus, makin lama, siang jadi beneran nggak nyala, nggak ada sama sekali,” ujarnya.

Persoalan toilet perempuan ini pernah disampaikan Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM FISIP kepada pejabat kampus yang berwenang yakni Wakil Dekan 2, Ahmad Safril, dan Kepala Sub Bagian Sarana dan Prasarana (Sarpras), Wheni Puspita, FISIP Unair dalam audiensi jaring aspirasi 8 Mei 2026 kemarin.

Dalam rilis pers yang diterbitkan Adkesma (12/5), pihak fakultas menjelaskan bahwa upaya perbaikan toilet dilakukan secara rutin setiap tahun. Bahkan, dapat dilakukan hingga tiga kali dalam kurun satu tahun. Di samping itu, disebutkan pula Sarpras menjadwalkan pemeriksaan serta perawatan berkala setiap tiga bulan.

Staf Adkesma Kedirjenan Advokasi, Gilang, mengonfirmasi bahwa formulir aspirasi Adkesma hampir seluruhnya mengeluhkan toilet, terutama bagi perempuan. Hal yang dikeluhkan mencakup fasilitas air yang sering mati, aroma yang tidak enak, keran dan wastafel yang ambrol, hingga pintu rusak yang kerap membuat mahasiswi terkunci.

Gilang menjelaskan, dalam mediasi, pihak Wadek dan Kasubag Sarpras berargumen bahwa tingginya intensitas penggunaan toilet membuat proses pemeliharaan/maintaining menjadi lambat.

“Mereka juga beralasan karena intensitas dari penggunaan toilet ini tinggi, jadi prosesnya pun bisa lama … jadi mereka untuk perawatan, untuk maintaining, segala macam itu bisa dibilang agak lambat. Mereka juga mengakui hal tersebut. Dan mereka bahkan sadar, Wadek dan juga Kasubag ini sadar, bahwasanya keluhan ini banyak. Data yang kita (Adkesma) bawa itu pun bisa dibilang lebih sedikit daripada data yang mereka pegang,” jelas Gilang dalam wawancara dengan Retorika (15/6).

Perihal penyediaan pembalut juga disinggung dalam pertemuan. Pihak fakultas menyebutkan hanya akan menyediakan tempat penyimpanannya saja dan bukan menyuplai pembalut secara resmi sebagai fasilitas umum.

“Mereka menyarankan kepada mahasiswa pembalut itu bukan untuk fasilitas umum, tapi mungkin lebih ke kesadaran masing-masing, jadi lebih ke sukarela. Kalau teman-teman mahasiswa ingin menyumbang pembalut silahkan, kalau enggak ya gak apa-apa,” tutur Gilang. 

Gilang juga menyebutkan bahwa Adkesma BEM FISIP Unair berencana melakukan dialog lagi terkait masalah toilet dengan Fakultas dalam kurun waktu minggu ini.

 

Penulis: Alde Kalya, Claudya Liana M.

Editor: Hanum R. A. 







TAG#akademik  #dinamika-kampus  #fisip-unair  #universitas-airlangga