Sastra & Seni

Rabu, 20 Februari 2019

Mereka Ingin Pulang

Sebuah puisi yang menyorot kekurangan mereka kala menghadapi puasa di bulan Ramadhan. ... » selengkapnya

Selasa, 19 Februari 2019

Aku untuk Indonesia

Sebuah refleksi akan keberanian kita membela tanah air, kecintaan dan rasa bangga kita akan negara ini yang seharunya dibuktikan dengan terus berkarya dan bermanfaat bagi sesama. Bukannya bertindak ... » selengkapnya

Senin, 18 Februari 2019

Ada dan Tidak Ada

“Ketidakberadaanku akan tetap ada sesuatu, Aku meragu akan ada dan ketidakberadaan sesuatu, Jelaskan bahwa aku salah tentang ada dan ketiadaan sesuatu !” Sebuah puisi kontemplasi akan makna hidup ... » selengkapnya

Senin, 18 Februari 2019

Tersirat dan Tersurat

Sebuah kisah di antara teman masa kecil yang telah mengenal satu sama lain dan dipertemukan dalam situasi yang berbeda. Akankah cinta mereka bersemi? Atau kandas dikarenakan perbedaan dan kenyataan ... » selengkapnya

Minggu, 17 Februari 2019

Tuan Jadi Alasan

Tembakkan peluru tepat di ulu Biar tiga detik menahan luka, lalu tiada Biar angin nyanyikan lagu kematian Biar alam berduka sebentar, lalu dilupa   Merpati yang kau tembak kala itu Baru belajar terbang Sayap-sayap rapuhnya baru belajar mengepak Terseok-seok ia pulang ke induk, mengadu, ... » selengkapnya

Senin, 11 Februari 2019

Gelanggang Dendam Ironi

Tragedi berakhir dalam sebuah gelanggang dendam ironi, kapan kebenaran akan diungkapkan? Kapan permintaan maaf akan diberikan. Tidak cukupkah bukti dengan jutaan nyawa melayang, tidak cukupkah ... » selengkapnya

Kamis, 07 Februari 2019

Maaf Tuhan, Aku Tidak Mesra Lagi

Ini adalah prosa perjalanan religiku, yang menyuarakan diri dengan kalimat-kalimat mengenai toleransi dan penolakan terorisme. Hidup tak selalu mulus, ia yang kucintai pergi setelah membunuh "orang ... » selengkapnya

Kamis, 07 Februari 2019

Kepada, Tuan Matahari di Tempat

Halo. aku adalah bulan, dan kamu adalah matahari.   Karena aku memilih untuk tenggelam di antara pekatnya langit malam, Dan kamu dipilih sebagai satu-satunya yang bersinar di langit biru yang menjadi singgasanamu.   Karena aku selalu iri kepada bintang-bintang, mengapa? karena ... » selengkapnya

Senin, 28 Januari 2019

Takut

retorika.id - Pemuda itu terdiam, tangan kirinya bergetar, tapi kakinya terdiam, terkulai lesu dalam dinginnya malam. Di atas lantai trotoar itu, pemuda itu terduduk lesu, angin bebas menerpa tubuhnya dengan beringasnya. Kepalanya merengkuh, menunduk haru mencari perlindungan hangat, di antara ... » selengkapnya