» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Sastra & Seni
Hidup Berkali-kali
10 Mei 2026 | Sastra & Seni | Dibaca 10 kali

Maaf ya, Nak, tentang kamu harus menyemai masa sulit itu. Namanya digaungkan sementara kamu tuli bertubi-tubi. Diratapinya bunga tidur, sedang kamu terus meronta, di antara pergantian siang dan malam yang tak kunjung usai.

Aku percaya semua ucapanmu, tanpa rupa bukti yang kamu kenakan hari itu. Simpan saja kabar saat detik kamu merasa mati. Rawat lagi binar-binar yang sempat pudar di raut wajahmu. Sebab hari ini, napasmu kembali pulang. Kamu, hidup


berkali-kali.

Maaf ya, Nak, mereka beralih selepas si penjahat membuka mulut. Tidak ingin berdiri di samping siapa pun sampai benar terbukti, katanya. Rangkaian yang kamu eja tersengal-sengal dicapnya kabar angin. 

Sedu sedan lukamu belum usai, merahnya pun masih hangat membasahi raga. Tapi, lihat, sembilu datang lagi mengukir duka yang baru. Cukup butuh tiga hari beritanya ditelan bumi sampai semua kembali ke urusan masing-masing. Sudah tidak seru, konon.

Nak, aku lihat kamu masih di sini, bersusah payah menata ulang panggung agar dunia sudi sekali lagi menengok ke adaanmu. Berjuta kali kamu basuh dahaga penasaran yang tak berujung reda. Mungkin benar, dunia memang tempat untuk perempuan yang memeluk sekaratnya sendirian. 

Tapi, Nak, aku berdoa, berdoa dia mati selamanya, tanpa ampunan dari mana-mana. Aku berdoa, berdoa kamu hidup berkali-kali, berlabuh pada apa yang kamu buru selama ini. Aku merayu takdir, anak kecil dalam dirimu mengambil alih isi kepalamu, agar kamu tahu tak ada yang menghalangi lari lajumu. 

Nak, pergi, ya, sejauh mungkin? Masih ada ruang untukmu senang dan sedih. Kamu masih boleh jatuh, nantinya kamu hidup berkali-kali di hamparan bunga kesukaanmu. Mengembaralah hingga kamu hidup dalam banyak wujud yang abadi. Sampai kamu ingat lagi paras cantikmu.

 

Penulis: Claudya Liana Morizza

Editor: Teresa Diannusa


TAG#karya-sastra  #puisi  #seni  #sosial