
UFO atau United FISIP Orientation merupakan masa perkenalan bagi mahasiswa baru di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga. Rangkaian acara ini diakhiri dengan mengadakan simulasi demonstrasi. Tahun ini, isu yang dibawakan adalah program andalan Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Retorika.id - Kegiatan United FISIP Orientation (UFO) 2026 diakhiri dengan simulasi aksi oleh mahasiswa baru (maba) pada Jumat (7/8/26). Mata acara ini telah menjadi tradisi tahunan yang dijalani hampir seluruh mahasiswa FISIP Unair sebagai penutup dari seluruh rangkaian acara UFO.
Mahasiswa angkatan 2026 mulai mengisi Taman FISIP pada pukul 13.18 WIB, sebelum dikondisikan oleh panitia dan dilanjut dengan acara Sidang Rakyat. Pada agenda tersebut, Tim Disiplin bermain peran sebagai pemerintah sedangkan mahasiswa baru berperan sebagai rakyat yang memprotes kebijakan. Tema program Makan Bergizi Gratis menjadi isu yang dipilih tahun ini.
Saat Sidang Rakyat, perwakilan mahasiswa baru secara bergantian berorasi, menyampaikan aspirasi mereka di hadapan Tim Disiplin, panitia, dan maba lainnya. Seruan-seruan seperti “Hidup Mahasiswa!”, “Hidup Rakyat Indonesia!” dan “Hidup Perempuan yang melawan!”
didengungkan bersama dengan tangan kiri yang dikepalkan ke atas. Sidang Rakyat kemudian dilanjut dengan demonstrasi, long march dari Taman Fisip, melewati Gedung Pascasarjana, lalu berhenti di depan Gedung Warna-Warni.
Setelah simulasi selesai, beberapa maba menyampaikan pandangan mereka mengenai program MBG dan isu keracunan siswa yang terjadi karena mengonsumsi MBG. Mereka menyebutkan program MBG memiliki sistem yang bobrok.
“Menurut saya, pengelola (MBG) ini memang bobrok sekali, Kak. Pengawasannya itu tidak sesuai. Banyak pihak-pihak yang tidak amanah untuk mengelola MBG ini. Jadi, saya harapkan pemerintah bisa lebih pintar-pintar memilih pengelola yang lebih baik lagi nantinya,” ucap Eka (nama samaran) saat diwawancarai Tim Retorika.
Eka juga menjelaskan pengalamannya saat merasakan program tersebut di bangku SMA. “... seperti (menu) nasi goreng. Itu kan nasi goreng aja kurang ya, Kak. Malah karbo aja. Terus tempe, terus enggak ada sayurnya kadang. Itu kan, masa cuma ada karbonya, tidak ada serat-seratnya. Terus untuk buah-buahan, buah-buahannya itu harusnya kan menarik untuk siswa-siswa agar mau makan buah-buahan tersebut. Ini adanya buahnya jeruk, terus semangka. Nah, terus semangka itu kan cepat basi ya, Kak. Jadi, kalau dimakan itu sudah bau. Selain itu juga, datangnya itu selalu terlambat.”
Mahasiswa lainnya, seperti Dian (nama samaran), juga menceritakan bahwa sekolahnya telah menolak program MBG namun pada akhirnya tetap dilaksanakan setelah adanya dorongan dari Dinas Pendidikan.
“Awalnya menolak, kepala sekolah tidak setuju. Tapi karena ada Dinas Pendidikan itu menyarankan bahwa karena sekolah kami itu sekolah yang nomor satu, jadi alangkah lebih baik program yang dari pemerintah itu dijalankan dulu, dimasukkan, diterima,” tutur Dian.
Para mahasiswa baru juga menyampaikan harapan dan pesan mereka untuk Indonesia dan pemerintah ke depannya. Eka yang pernah merasakan program MBG di sekolahnya berpesan bahwa sekolah harus mengambil sikap tegas untuk menolak kebijakan pemerintah.
Menurutnya, responsifnya tindakan mandiri yang diambil oleh pihak sekolah dalam menghentikan program bermasalah merupakan bentuk antisipasi atas lambatnya penanganan dari pemerintah. Keputusan cepat di tingkat sekolah, seperti langsung menghentikan program secara total setelah muncul satu kasus keracunan, dinilai harus dilakukan akibat tidak memadainya tindakan preventif maupun evaluasi dari pemerintah dalam melindungi keselamatan siswa.
Selain itu, Eka juga melangitkan harapan kepada pemerintah untuk lebih peka dan responsif terhadap aspirasi rakyantnya. “Untuk pemerintah, tolonglah dengar suara rakyat-rakyat ini. Jangan tuli. Tolong didengar suara mahasiswa dan rakyat-rakyat ini.”
Penulis: Prana Meutia
Editor: Febriana Rahma Sari
TAG: #demokrasi #demonstrasi #fisip-unair #pemerintahan
LPM Retorika FISIP Unair
@lpmretorikafisip
@ngs5967e
@retorikafisipua