
Ratusan Masyarakat hadir dalam Aksi Kamisan Surabaya ke-908. Mengangkat isu 28 tahun reformasi dan pembebasan aktivis serta jurnalis peserta Global Sumud Flotilla 2.0, aksi ini berkolaborasi dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Forum Zakat (FOZ) Wilayah Jawa Timur.
Retorika.id - Kamis (21/5/2026), Aksi Kamisan Surabaya ke-908 digelar dalam rangka memperingati 28 tahun pasca-Reformasi pelengseran Soeharto dan solidaritas terhadap para aktivis dan wartawan yang ditangkap dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 baru-baru ini. Agenda dihadiri oleh 200 lebih orang dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa, pers, hingga orang dewasa.
Aksi dimulai pada pukul 16.00 WIB di depan gedung Grahadi, Surabaya. Secara spesifik, Aksi Kamisan kali ini mengusung tema “Melawan: 28 Tahun Kegagalan Reformasi, Negara dalam Cengkraman Impunitas dan Pemutihan Dosa Orba”. Hal ini kemudian juga dibarengi dengan seruan aksi solidaritas untuk jurnalis dan aktivis peserta Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.
Dalam pelaksanaannya, terdapat puluhan poster yang mengangkat masalah HAM, Reformasi 98, juga poster bertema “Free Palestine”, misalnya pada salah satu spanduk
yang berisi sembilan nama aktivis dan jurnalis yang berpartisipasi dalam Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.
Massa kamisan menuntut pembebasan kepada para aktivis dan jurnalis. Menanggapi peristiwa penculikan tersebut, Andre Yuris, Ketua AJI Surabaya mengatakan, “Saya pikir Prabowo mengklaim kita bagian dari BOP (Board Of Peace). Sekarang tunjukkan kalau BOP (Board Of Peace) itu punya kekuatan untuk memaksa Israel untuk membebaskan para jurnal dan aktivis Indonesia.”
Dalam aksi, Andre mengatakan bahwa upaya lain yang bisa dilakukan untuk para aktivis dan jurnalis yang diculik adalah terus bersuara dan berisik terhadap isu-isu yang ada.
“Ya tetap bersuara teman-teman, seperti slogannya teman-teman yang bawa poster, tetap berisik agar dunia internasional tetap memberi perhatian dan pemerintah kita terutama tetap memberikan konsentrasi. Karena sampai saat ini Prabowo belum memberikan konsentrasi sama sekali,” ucap Andre.
Pada saat yang bersamaan, Aksi Kamisan Surabaya juga mengenang 28 tahun Reformasi pascapelengseran Soeharto pada tahun 1998. Guntur, pegiat Aksi Kamisan Surabaya menjelaskan terkait mengapa peringatan ini hadir.
“Kami merasa bahwa sejak lahirnya reformasi, reformasi itu sudah gagal sejak awal. Karena tidak ada perubahan yang sangat mengakar di dalam situ,” tuturnya.
Massa Kamisan melakukan aksi solidaritas hingga pukul 17.30 WIB. Pegiat Aksi Kamisan menutup kegiatan ini dengan pernyataan sikap sebagai berikut.
-
Mengecam penculikan jurnalis dan aktivis kemanusiaan GSF 2.0 oleh tentara Israel;
-
menuntut pemerintah Israel untuk segera dan tanpa syarat membebaskan seluruh jurnalis dan aktivis kemanusiaan GSF 2.0;
-
mendesak pemerintah Indonesia mengambil langkah diplomatik untuk membebaskan jurnalis dan aktivis kemanusiaan yang ditahan oleh pasukan Israel;
-
mendesak pemerintah Indonesia membawa persoalan ini ke forum-forum internasional;
-
mengimbau kepada semua elemen gerakan kemanusiaan tetap menjaga solidaritas dan terus mengawal pembebasan rombongan GSF 2.0;
-
mengimbau kepada seluruh masyarakat terus mendukung seluruh upaya pengiriman bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina;
-
mengimbau kepada seluruh perusahaan media, organisasi kebebasan pers, dan komunitas pers internasional berdiri dalam solidaritas dengan para jurnalis yang ditahan dan terus menyuarakan kasus mereka hingga seluruhnya kembali dengan selamat.
Penulis: Teresa Diannusa
Editor: Naila Putri Santoso
TAG: #demokrasi #demonstrasi #lpm-retorika #pemerintahan
LPM Retorika FISIP Unair
@lpmretorikafisip
@ngs5967e
@retorikafisipua