» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Opini
Feminazi: Feminisme yang kebablasan?
03 November 2022 | Opini | Dibaca 155 kali
Feminazi: Feminisme yang kebablasan?: - Foto: spotify
Feminisme merupakan gerakan politik, sosial, dan ideologi yang hadir di masyarakat dengan tujuan menciptakan dunia yang dapat mencapai kesetaraan gender. Akan tetapi, dalam perjalanannya, terdapat mispersepsi dalam pemaknaannya. Salah satunya yang dianggap salah menafsirkan arti dari feminis itu sendiri yakni feminazi. Lantas, mengapa feminazi dianggap sebagai feminisme yang kebablasan?

Retorika.id- Feminisme merupakan gerakan politik, sosial, dan ideologi yang hadir di masyarakat dengan tujuan menciptakan dunia yang dapat mencapai kesetaraan gender dalam berbagai lini kehidupan, baik kehidupan sosial, politik, maupun kehidupan pribadi. Cita-cita luhur ini seringkali menemui penyerapan makna yang tidak sempurna oleh beberapa pihak, seperti pemaknaan feminisme secara radikal.

Feminisme sendiri sejatinya bertujuan untuk memerangi stereotip yang selama ini memberatkan para wanita. Namun, masih banyak yang selama ini salah mengartikan atau menafsirkan feminisme itu sendiri, salah satunya adalah kaum feminazi. Kata "Feminazi" digunakan untuk menyindir mereka yang memiliki paham feminis bersifat ekstrem radikal. Feminazi


merasa bahwa mereka memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada pria dengan mengatasnamakan gerakan feminis, padahal perilaku dari gerakan feminazi menyimpang dari feminisme itu sendiri.

Mengapa dianggap demikian?

Kaum feminazi merasa lebih eksklusif dan lebih tinggi dari pria. Selain itu, para kaum feminazi memiliki sifat egois dimana mereka menganggap diri mereka yang paling benar. Feminazi juga secara terus-menerus meminta privilege dengan menggunakan alasan emansipasi itu sendiri. Belum lagi sikap ekstrem para feminazi yang menganggap bahwa perempuan yang melakukan pekerjaan rumah adalah korban patriarki. Nyatanya, tidak semua perempuan yang mengerjakan pekerjaan rumah tangga adalah korban patriarki, karena pekerjaan rumah tangga merupakan pekerjaan dengan kemampuan dasar yang dimiliki oleh setiap manusia, baik itu laki-laki maupun perempuan.

Mengapa feminazi disebut sebagai feminisme yang kebablasan?

Kaum feminazi membawa paham feminis yang mispersepsi, dimana mereka menolak yang tidak sepaham dengan mereka. Kaum feminazi merasa bahwa mereka merupakan kaum yang ekslusif dan paling benar. Karena hal-hal yang mereka lakukan, mereka disebut dengan femi “nazi”. Kata “Nazi” pada feminazi mengacu pada perilaku mereka yang hampir serupa dengan kaum Nazi. Hal ini dikarenakan kaum Nazi, yang dipimpin oleh Hitler, merasa bahwa ras mereka merupakan ras terbaik dimuka bumi. Selama ini terdapat kekeliruan dari kalangan feminazi dalam menafsirkan ideologi feminisme. Mereka menafsirkan feminisme dengan tafsir yang menyimpang dari konsep ideologi feminisme itu sendiri

Feminazi tentu mengganggu tujuan utama dari gerakan feminisme. Maka dari itu, kita harus dapat membedakan fokus tujuan gerakan feminisme yang benar agar tidak terjadi mispersepsi di masyarakat.

 

Referensi:

Horan, G. (2019) Feminazi, Breastfeeding Nazi, Grammar Nazi. A Critical Analysis of Nazi Insult in Contemporary Media Discourses. Mediazioni, 24, 1-27

 

Penulis: Elda Mubarok

Editor: Hanifa Keisha F


TAG#gender  #sosial  #  #