» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Opini
Mencandu dalam Patriotisme
22 Februari 2019 | Opini | Dibaca 906 kali
Menelaah Patriotisme: Loyalitas Pada Negara Foto: Mochtar (Wordpress)
Mencoba menelaah makna dari patriotisme, beserta pergeseran esensinya dalam beberapa konteks.

retorika.id - Patriotisme, terdengar menawan dan mewah bagi seluruh warga Negara. Terdiri dari kata “patriot” dan “isme”, di mana patriot sendiri melambangkan sebuah kepahlawanan, dan -isme sendiri mengandung makna jiwa kepahlawanan. Sebuah kata yang mengandung makna yang menawan, Mendominasi kata kepahlawanan, membuatnya bernuansa akan Bangsa dan Negara.

Dalam penerapannya, keterikatan kepada bangsa dan negara dengan tetap menjunjung tinggi toleransi terhadap kritik, sehingga dapat membawa perubahan positif bagi kesejahteraan bersama adalah patriotisme. Patriotisme sendiri juga merupakan suatu kebajikan yang mempunyai tempat didalam kehidupan moral manusia. Perasaan taat setia merupakan senjata mental yang cukup kuat untuk mempertahankan negara.

Berbicara patriotisme sendiri tak bisa lepas dari cinta dan loyalitas kepada Negara, dengan pengertian bahwa patriotisme adalah suatu rasa tanggung jawab kolektif yang hidup dan tentunya dibutuhkan dalam setiap bentuk kehidupan

®iklan

Pasang iklan di sini!
Hubungi » lpmretorikafisipua@gmail.com

®iklan

bersama, pada tingkat lokal maupun internasional.

Di zaman dahulu, pada saat kita dijajah Belanda, para Pahlawan Rakyat kita dulu itu berjuang dan berkorban ! Dan mereka meninggalkan kepada kita dewasa ini, suatu amanat suci dan amanat keramat yakni Amanat Kepahlawanan Rakyat Indonesia. Amanat tentang caranya melaksanakan Amanat Penderitaan Rakyat kita, cara-cara perjuangan dan kebaktiannya itu ialah secara revolusioner, secara dinamis, secara heroik dan patriotik, dan terutama secara jujur dan ikhlas, dengan selalu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Patriotisme pemuda Indonesia pada zaman dahulu telah memiliki peranan penting dalam mengubah perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Mulai dari Sumpah Pemuda tahun 1928 hingga era reformasi 1998. Semuanya tak lepas dari peran pemuda pada saat itu. Semangat patriotisme generasi muda ini masih sangat diperlukan untuk eksistensi bangsa ini.

Itu, rentetan sejarah tentang patriotisme yang telah bangsa kita lakukan. Itu sebuah kisah yang mengagumkan. Tugas besar dan cita cita mulia yang diemban pada bangsa kita terdahulu mejadi sebuah kisah sukses dengan kemerdekaan di belakang ceritanya.

Berbeda dengan zaman kita sekarang, patriotisme seakan luntur bahkan bisa dikatakan hilang dari para pemuda Indonesia. Kenapa demikian? Banyak faktor  yang melatarbelakanginya. Salah satunya yang paling penulis soroti adalah  banyak anak muda yang tingkah lakunya tak kenal sopan santun dan cenderung cuek, tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. globalisasi yang menganut kebebasan dan keterbukaan, sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Itu menjadi suatu alasan yang bisa dipakai para pemuda zaman sekarang.

Dari kasus remaja bernama Awkarin yang kontroversial, tetapi tetap saja diikuti para pemuda zaman sekarang, sampai kasus Zaskia Gothik yang melecehkan pancasila hingga menjadi seorang Duta Pancasila. Kasus kasus itu lucu bukan? 

Mesakke bangsaku” Itu sebuah kalimat yang cocok diucapkan sekarang apabila kita membahas tentang patriotisme yang beredar di Indonesia.

Mencandu dalam Patriotisme, itu adalah langkah yang harus kita tanamkan sebagai para pemuda negeri ini. Kembali menghidupakan hasrat untuk mencapai kehormatan bangsa, patriotisme harus dibangkitkan kembali.

Namun bukan nasionalisme dalam bentuk awalnya seabad yang lalu.  Patriotisme yang harus dibangkitkan kembali adalah patriotisme yang diarahkan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada, jujur dalam bersikap , kembali menegakkan keadilan, disiplin waktu, berani melawan kesewenang-wenangan, tidak korupsi, toleran, dan masih banyak lagi sikap yang bisa kita lakukan.

Penulis menyadari sepenuhnya akan panggilan dan makna patriotisme yang memegang indikator kaum muda Indonesia. “Kami” adalah salah satu faktor penggerak untuk sesuatu yang lebih berarti bagi tercapainya cita-cita bangsa Indonesia. Menuju jenjang yang lebih tinggi dan luhur, demi tercapainya masa depan yang lebih baik.

 

Penulis : Malik Abdul Hakim


TAG#aspirasi  #demokrasi  #gagasan  #kerakyatan