» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Mild Report
Pembangunan IKN: Jawa Sentris Menuju Indonesia Sentris
24 Oktober 2022 | Mild Report | Dibaca 343 kali
Pembangunan IKN: Jawa Sentris Menuju Indonesia Sentris: - Foto: Kompas.com
Pemindahan IKN (Ibu Kota Negara) Indonesia telah melewati perjalanan panjang. Per-tahun 2022 ini akhirnya DPR-RI mengesahkan UU IKN. Pengesahan tersebut menjadi penanda bahwa pembangunan IKN bisa segera dilaksanakan. Adanya pemindahan dan pembangunan ini sebenarnya bertujuan untuk mengubah citra Indonesia yang Jawa sentris menjadi Indonesia sentris, sehingga terjadi pemerataan.

retorika.id- Indonesia akan memulai sebuah peradaban baru dengan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) yang awalnya bertempat di Jakarta menjadi bertempat di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur yang nantinya akan dijuluki IKN Nusantara. Mulanya pembangunan ini sempat menimbulkan kontra dari banyak pihak—seperti DPR-RI—karena mempersoalkan pendanaan. Hal ini diakibatkan situasi Indonesia bahkan dunia yang sedang dihadapkan pada pandemi Covid. 

Setelah melewati perjalanan panjang, Pemerintah yang mengusulkan RUU IKN (Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara) kepada DPR-RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) pada (17/12/2019), akhirnya mendapat jawaban di awal tahun 2022 bahwa RUU (Rancangan Undang-Undang) yang diajukan telah disetujui dan disahkan pada  (18/01/2022) di rapat paripurna. Pengesahan RUU IKN merupakan sebuah penanda bahwa pembangunan dapat segera dimulai.

Berbicara tentang pemindahan IKN (Ibu Kota Negara) Nusantara, sebenarnya pembangunan ini memiliki niat hendak mengikis pembangunan yang selama ini terkesan Jawa sentris. Dengan agenda besar yakni pemindahan dan pembangunan ibu kota, dapat dimaksudkan untuk turut serta melakukan pemerataan pembangunan.

Sebab selama ini perekonomian nasional berpusat di Pulau Jawa dengan menyumbang sekitar 56,55% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional, sehingga dapat dikatakan bahwa Pulau Jawa lebih mendominasi yang berakibat pada terjadinya ketimpangan. Dengan ini, pemindahan IKN


(Ibu Kota Negara) diharapkan menjadi sebuah angin segar agar ketimpangan antarwilayah bisa diminimalisir dan seluruh rakyat Indonesia yang berada di luar Jawa dapat menikmati kesejahteraan.

Mengingat wilayah Indonesia tidak hanya Pulau Jawa, melainkan terdapat 17 Pulau yang tersebar di berbagai wilayah membuat pemerintah perlu menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, tidak Jawa sentris akan tetapi Indonesia sentris yang dapat menjadi peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar. Harapannya agar nantinya dapat berdampak pada tercapainya visi Indonesia Emas 2045 dan Indonesia mampu menjadi salah satu negara maju yang berpengaruh yang masuk kedalam salah satu lima besar kekuatan ekonomi dunia global.

Sejatinya, selain memiliki tujuan untuk menggerakkan perekonomian, pembangunan tersebut juga bertujuan agar IKN (Ibu Kota Negara) Nusantara dapat menjadi bagian dari kota dunia yang berprinsip berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan SDGs (Sustainable Development Goals) dan pernyataan Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan nol emisi karbon pada tahun 2050. Selain itu, pembangunan ini juga dimaksudkan untuk menjadi identitas nasional yang merepresentasikan keberagaman Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Dalam acara Market Sounding di Ballroom Djakarta Theater XXI yang digelar pada (18/10/2022), Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pembangunan IKN (Ibu Kota Negara) Nusantara tidak sekadar memindahkan Gedung kementerian.

“…Selamat datang di masa depan Indonesia, sudah berkali-kali saya sampaikan bahwa kepindahan Ibu Kota Negara bukan sekadar memindahkan gedung kementerian. Bukan juga pindah istana, bukan fisik yang kita pindahkan, tetapi yang kita ingin bangun adalah budaya kerja baru, mindset baru dan IKN sebagai mindset ekonomi baru...” terangnya.

Terlebih lagi pembangunan IKN (Ibu Kota Negara) Nusantara juga membuka peluang investasi. Secara total, pendanaan untuk pembangunan sebesar delapan puluh persen berasal dari swasta—dengan ini akan memberikan kesempatan kepada para investor untuk ikut memberikan kontribusi—sedangkan dua puluh persen dari Pemerintah melalui dana APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

Tidak hanya itu, Presiden Joko Widodo juga menawarkan kerja sama dengan berbagai negara untuk ikut menggarap proyek besar Pemerintah ini. Apalagi klaim bahwa IKN (Ibu Kota Negara) Nusantara akan berbasis hutan dan alam serta akan menggunakan transportasi modern yang lebih ramah lingkungan, menjadi daya tarik tersendiri. Hal ini dikarenakan selama ini pusat Ibu Kota yakni Jakarta merupakan kota Metropolitan yang identik dengan hiruk-pikuk kendaraan dan udara yang panas.

Namun, kabar tidak sedap terus berseliweran. Proyek besar Pemerintah ini terancam tidak dapat berjalan dengan baik karena ancaman resesi tahun 2023 membuat para investor seperti maju mundur untuk menanamkan sahamnya. Tentunya terdapat berbagai pertimbangan untung-rugi. Kabarnya Pemerintah juga belum mempunyai gambaran hitungan bisnis yang nanti akan dikembalikan ke pengusaha atau investor. Sehingga dapat dikatakan rencana pembangunan ini masih belum clear.

 

Penulis: Dina Marga H

Editor: Kadek Putri Maharani

Referensi:

Aziz, A. 2022. Mengikis Jawa Sentris lewat pembangunan IKN. Tersedia di: https://investor.id/editorial/310584/mengikis-jawa-sentris-lewat-pembangunan-ikn (diakses pada 22 Oktober 2022)

CNNIndonesia. 2022. Mencari Biang Kerok Maju Mundur Investor di IKN. Tersedia di. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20221021062230-92-863450/mencari-biang-kerok-maju-mundur-investor-di-ikn (diakses pada 23 Oktober 2022)

Evandio, A. 2022. Jokowi: IKN Nusantara Kota Pintar Berbasis Hutan Pertama di Dunia. Tersedia di: https://ekonomi.bisnis.com/read/20221018/45/1588971/jokowi-ikn-nusantara-kota-pintar-berbasis-hutan-pertama-di-dunia (diakses pada 22 Oktober 2022)

Rahadian, A. 2022. Perjalanan Panjang RI Wujudkan Pemindahan Ibu Kota Negara. Tersedia di: https://www.cnbcindonesia.com/news/20220218144802-16-316515/perjalanan-panjang-ri-wujudkan-pemindahan-ibu-kota-negara (diakses pada 22 Oktober 2022)


TAG#gagasan  #kerakyatan  #lingkungan  #