» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Mild Report
Indonesia Meraih Gold Medalist Thomas Cup 2020, Bendera Merah Putih Tak Berkibar
22 Oktober 2021 | Mild Report | Dibaca 83 kali
Indonesia Meraih Gold Medalist Thomas Cup 2020, Bendera Merah Putih Tak Berkibar : sumber: Foto: dokumentasi pribadi
Turnamen bulu tangkis bergengsi Thomas Uber Cup 2020 akhirnya resmi digelar di Aarhus, Denmark tahun ini. Minggu (17/10) Indonesia berhasil meraih juara Thomas Cup 2020 usai mengalahkan China di babak Final. Sayangnya kebahagiaan ini tak lengkap karena bendera merah putih tak berkibar di venue.

retorika.id- Thomas Uber Cup 2020 dilaksanakan sejak 9 Oktober hingga 17 Oktober 2021. Turnamen yang dilangsungkan di Ceres Arena, Denmark diikuti 16 negara termasuk Indonesia. Indonesia memiliki prestasi yang sangat baik ketika berpartisipasi dalam partisipasi turnamen-turnamen dunia. Sebelum TUC 2020, Indonesia berpartisipasi pada ajang Sudirman Cup 2020 yang digelar di Finlandia. Sayangnya Timnas Indonesia belum berhasil membawa pulang piala Sudirman usai kalah dari Malaysia di Quarter Finals 1 Oktober lalu. Kegagalan tersebut menjadi motivasi bagi Timnas Indonesia untuk merebut gelar juara di TUC 2020.

Perjalanan Terjal Tim Indonesia di Thomas Cup

Pada Uber Cup 2020, Indonesia berada di grup A bersama Jepang, Prancis, dan Jerman. Tim Putri Indonesia berhasil mengalahkan Prancis dan Jerman, tetapi harus mengakui kehebatan tim Jepang. Keluar sebagai runner up grup A, Indonesia melaju ke babak Quarter Finals melawan Thailand.

Pada match pertama, Indonesia diwakili oleh Gregoria Mariska Tunjung yang gagal menyumbang poin usai dikalahkan Ratchanok Intanon. Namun, pada match kedua pasangan ganda putri peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 berhasil mengamankan poin sehingga poin menjadi seri. Tunggal Putri 2 Indonesia dikalahkan kembali oleh Thailand, sementara pasangan ganda putri 2 Indonesia kembali menyamakan kedudukan sehingga poin menjadi 2-2. Pada match penentuan pemain termuda Indonesia, Ester Nurumi tumbang usai dikalahkan Thailand dengan 2 set. Akibat kekalahan Ester, Timnas putri tidak berhasil maju ke babak semifinals Uber Cup 2020.

Perjalanan terjal Tim Putra bermula saat ditempatkan di Grup A bersama Chinese Taipei, Thailand, dan Algeria. Berada di grup neraka, Indonesia mampu mengalahkan ketiga tim pada Group Stage. Perjuangan Timnas Putra terbayarkan

®iklan

Pasang iklan di sini!
Hubungi » lpmretorikafisipua@gmail.com

®iklan

karena berhasil melaju ke Quarter Finals bertemu dengan negara tetangga, Malaysia. Menjadi rival di berbagai bidang, Timnas Indonesia menaklukkan Malaysia di tiga match langsung. Takluknya Malaysia di tangan Timnas Indonesia adalah pembalasan kekalahan di Sudirman Cup sebelumnya.

Sukses di Quarter Finals, Timnas Putra bertemu tuan rumah TUC, Denmark di babak Semifinals. Sempat kalah di match pertama Timnas Indonesia membuktikan kehebatannya di match kedua hingga keempat. Adapun hal menarik Semifinals ini yaitu Jonatan Christie dan Anders Antonsen bertanding selama 100 menit sehingga menjadi pertandingan terlama dalam sejarah TUC 2020.

Berkat kegigihan Timnas Putra, Indonesia melaju ke final melawan raksasa dunia, China. Pada match pertama Anthony S. Ginting berhasil menyumbang poin pertama bagi Indonesia setelah mengalahkan Lu Guangzu di set kedua dan ketiga. Langkah mulus Indonesia untuk menjadi juara dibuktikan dengan kemenangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto hanya dengan 2 set. Perjuangan berdarah kembali ditentukan oleh kualitas serangan Jonatan Christie. Unggul dua poin menambah kepercayaan diri Jojo sehingga mampu merebut set pertama. Set kedua dikuasai oleh China, namun Jojo mampu mengalahkan di set ketiga.

Kemenangan Jojo disambut tangis bahagia Timnas Putra karena Indonesia berhasil mendapat gelar gold medalist Thomas Cup 2020. Kemenangan ini merupakan kemenangan ke-14 bagi Indonesia sepanjang Thomas Cup diadakan. Sebelumnya, Indonesia meraih gelar juara Thomas Cup pada tahun 1958, 1961, 1964, 1970, 1973, 1976, 1979, 1984, 1994, 1996, 1998, 2000, dan 2002. Kemenangan ke-14 menjadikan Indonesia sebagai negara paling banyak meraih juara di Thomas Cup.

Merah Putih Tak Berkibar di Thomas Cup 2020

Kebahagian diraihnya gelar juara Thomas Cup 2020 nampaknya kurang lengkap karena bendera merah putih tidak bisa berkibar. Adapun penyebabnya yakni permasalahan doping.

Pada 15 September lalu World Anti Doping Agency (WADA) mengirimkan surat pada Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) mengenai ketidakpatuhan program uji doping. Indonesia tak bisa memenuhi test doping plan (TDP) tahun 2020 dan juga belum memenuhi TDP untuk tahun 2021. Beberapa negara dikirimi surat dan memiliki waktu 21 hari untuk memberikan klarifikasi. Akan tetapi, Indonesia tidak memberikan klarifikasi, seperti Thailand dan Korea Utara. Maka dari itu, WADA melayangkan surat ancaman sanksi pada 7 Oktober.

Melansir Reuters, ketiga negara termasuk Indonesia bisa mendapat sanksi berat karena tidak mematuhi aturan doping pada atlet.

“Atlet dari ketiga negara tetap mendapat izin bersaing di kejuaraan regional, continental, dan dunia. Tetapi bendera nasional mereka tidak dikibarkan selain ajang Olimpiade.” jelas WADA.

Usai merebak, Menpora Zainudin Amali memberikan pernyataan bahwa dirinya baru mengetahui kasus ini pada 8 Oktober. Menpora juga menyebut salah satu alasan mengapa Indonesia terlambat memberikan klarifikasi dikarenakan adanya perubahan struktur kepengurusan LADI. Meski terlambat, LADI tetap mengirim surat agar Indonesia tak dijatuhi sanksi.

Menpora menegaskan adanya kasus tersebut dikarenakan LADI harus mengirimkan sampel ke laboratorium luar negeri. Pasalnya, laboratorium Indonesia belum terstandarisasi. Tak lupa Menpora meminta maaf atas kejadian ini. Nantinya WADA akan membantu mengawasi LADI melalui Japan Anti Doping Agency (JADI) sebagai Lembaga yang telah terakreditasi internasional.

Kritik pedas masyarakat bagi Pemerintah semakin menjadi-jadi misalnya, Taufik Hidayat. Peraih medali Olimpiade Athena 2014 ini menyayangkan momen kembalinya Thomas ke pangkuan ibu pertiwi. Melansir dari laman Instagram miliknya, Taufik menganggap LADI, Menpora, KONI, dan KOI gagal memberikan solusi atas masalah tersebut.

Teguran dari WADA ini menjadi pukulan bagi pemangku kebijakan di Indonesia. Selain itu, jadi motivasi bagi LADI untuk lebih memerhatikan aturan anti doping di Indonesia. Momen kembalinya piala Thomas ke tanah air menjadi kurang berarti akibat ketidaktepatan penanganan kasus tersebut. Kemenangan ini terpaksa harus bersanding dengan bendera PBSI, bukan merah putih. Penantian 19 tahun Indonesia terbayarkan dengan menyabet gold medalist Thomas Cup tahun ini. Prestasi ini merupakan salah satu kebahagiaan bagi Indonesia kala pandemi menyerang sejak tahun lalu.

 

Penulis: Annisa Firdaus
Editor: Adiesty Anjali

 

Referensi

CNN. 2021. Indonesia Tak Bisa Kibarkan Bendera Merah Putih di Thomas Cup. Diakses pada 18 Oktober 2021. https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20211016162549-170-708674/indonesia-tak-bisa-kibarkan-bendera-merah-putih-di-thomas-cup

Pramesti, Amira. 2021. Langgar Aturan Doping Atlet, Indonesia Terancam Tak Bisa Kibarkan Bendera Merah Putih. Diakses pada 18 Oktober 2021. https://www.ussfeed.com/langgar-aturan-doping-atlet-indonesia-terancam-tak-bisa-kibarkan-bendera-merah-putih/?utm_campaign=later-linkinbio-ussfeeds&utm_content=later-21483439&utm_medium=social&utm_source=linkin.bio


TAG#sejarah  #tokoh-nasional  #  #