» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Mild Report
Komodo Terancam Punah
08 Oktober 2021 | Mild Report | Dibaca 72 kali
Hewan endemik khas Indonesia, komodo, terancam punah. Hal ini disampaikan oleh IUCN dalam daftar merah yang diterbitkannya akhir Agustus lalu. Terancam punahnya komodo ini disebabkan oleh perubahan iklim yang terus menerus terjadi.

retorika.id- Kabar menyedihkan datang dari International Union for Conservation of Nature (IUCN). Lembaga yang mengawasi konservasi alam ini menyatakan bahwa populasi satwa endemik Indonesia, Komodo, terancam punah. Sebelumnya, Komodo masuk ke dalam kategori rentan (vulnerable). Namun, tahun ini status Komodo berbubah dan kini sudah masuk dalam kategori terancam (endangered).

Komodo merupakan satwa endemik Indonesia yang masuk dalam kategori kadal terbesar di dunia. Panjangnya bisa mencapai 2-3 meter dengan beratnya yang bisa mencapai 100 kg. Komodo merupakan hewan karnivora yang merupakan pemangsa teratas di habitatnya. Mangsanya yaitu babi, rusa, sapi, domba, dll.

Posisi komodo dalam pembaruan status daftar merah oleh IUCN adalah yang pertama bagi spesies kadal atau biawak pada lebih dari 20 tahun terakhir. Menurut laporan dari Discover Wildlife, saat ini total populasi komodo dewasa diperkirakan tidak lebih dari 1.400 ekor. Dilansir dari Guardian.com, range habitat mereka di pulau Flores di tenggara Indonesia diperkirakan telah menyusut lebih dari 40 persen di antara tahun 1970 dan 2000.

"Statusnya benar-benar berubah, memburuk," kata Craig Hilton-Taylor, kepala unit Daftar IUCN dalam wawancaranya dengan The Times. "Ini bergerak menuju kepunahan."

Mengutip dari laman resmi IUCN, peningkatan suhu secara global dan naiknya permukaan air laut diperkirakan dapat mengurangi 30 persen habitat Komodo pada 45 tahun mendatang. Pengurangan habitat ini tentu dikarenakan habitat asli komodo terjepit di antara laut dan hutan berbukit yang curam. Habitat komodo berada di dataran rendah, tepatnya pada 0 derajat di garis pantai sampai

®iklan

Pasang iklan di sini!
Hubungi » lpmretorikafisipua@gmail.com

®iklan

di daerah dengan ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Komodo rentan karena mereka tidak dapat mundur ke tempat yang lebih tinggi saat air laut naik.

Selama ini komodo-komodo dilindungi di Taman Nasional Komodo, Flores, NTT. Namun, kawasan lindung ini hanya mengamankan kurang dari 15 persen dari total habitat komodo di Flores. Sisanya, 85 persen habitat berada di kawasan yang tidak dilindungi, akibatnya komodo ini rentan terhadap ancaman dari aktivitas manusia. Keberadaan komodo di luar taman nasional seringkali dianggap sebagai ancaman bagi masyarakat yang  tinggal di sekitarnya karena mereka merasa harus berebut sapi dan domba yang menjadi makanan komodo.

Tentunya ancaman yang dirasakan oleh masyarakat sekitar menjadi salah satu faktor eksternal yang memuluskan kepunahan komodo. Kadal terbesar di dunia ini kerap dijadikan ancaman oleh masyarakat bagi hewan-hewan ternaknya. Selain itu, perburuan rusa yang berlebihan juga menjadi salah satu faktor berkurangnya populasi komodo. Satwa liar ini menjadi kekurangan foodstock di habitatnya. Selain itu, metode pertanian tebang-bakar juga menyebabkan habitat dan populasi Komodo terus terpojok.

Dilansir dari laman ecowatch.com, seorang kurator vertebrata dan invertebrata di Kebun Binatang Chester Bernama Gerardo Garcia mengungkapkan, “Karena tekanan manusia, hutan perlahan-lahan ditebang dan menghilang, dan sabana terkena kebakaran dan degradasi. Itulah alasan mengapa hewan-hewan itu benar-benar berada di kantong kecil. Habitat dibuat lebih kecil karena naiknya permukaan laut."

Berita kerentanan komodo merupakan satu hal yang tidak menyenangkan. Diperlukan upaya yang maksimal dalam menanggulangi kemungkinan-kemungkinan terburuk yang sudah diperkirakan. Upaya tersebut dapat dilakukan demi menurunkan status rentan komodo dan juga mengurangi dampak perubahan iklim sebagai pengaruh terbesar hilangnya habitat komodo.

Sosialisasi menjadi hal yang penting dilaksanakan agar masyarakat yang bermukim di sekitar habitat komodo dapat mengetahui hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada satwa endemik ini. Selain itu, sosialisasi dapat membuka mata masyarakat tentang betapa pentingnya komodo bagi ekosistem dan bagi kelestarian hewan endemik di Indonesia.

Salah satu yang patut diperhatikan juga adalah menjaga kebiasaan komodo untuk tetap menjadi satwa liar yang tak banyak berinteraksi dengan manusia. Hal ini dapat meminimalisir penyakit-penyakit akibat pola hidup komodo yang berubah. Selain itu, pengurangan interaksi dengan manusia juga berguna untuk mempertahankan naluri predator komodo dan dapat bertahan di alam liar.

Selain itu, mari kita beramai-ramai membantu memperlambat akibat pemanasan global. Bantuan tersebut dapat diupayakan dengan hal-hal kecil seperti mengurangi emisi gas rumah kaca, megurangi penggunaan plastik dan sedotan sekali pakai, membuang sampah pada tempatnya, dan kegiatan-kegiatan yang mendorong kelestarian alam.

Penulis: Kadek Putri Maharani

Editor: Ega Putra

Referensi:

Jessop, T., Ariefiandy, A., Azmi, M., Ciofi, C., Imansyah, J. & Purwandana, D. 2021. Varanus komodoensis. The IUCN Red List of Threatened Species 2021: e.T22884A123633058. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2021-2.RLTS.T22884A123633058. en. Downloaded on 04 October 2021.

The Guardian. (2021). Komodo dragon in danger of extinction as sea levels rise. Dilansir dari https://www.theguardian.com/environment/2021/sep/04/komodo-dragon-climate-crisis-sea-levels-rise-extinction-aoe pada 28 September 2021

Duong, Tiffany. (2021) Will Climate Change Drive the Komodo Dragon to Extinction?. Dilansir dari https://www.ecowatch.com/komodo-dragon-climate-extinction-2654948443.html pada 28 September 2021

New York Times. (2021). Komodo Dragons are Now Endangered and ‘Moving Toward Extinction’. Dilansir dari https://www.nytimes.com/2021/09/08/science/komodo-dragons-endangered.html pada 28 September 2021

Komodo Hustle. (2019). Komodo Adalah. Dilansir dari https://komodoshuttle.com/2019/09/11/komodo-adalah/ pada 28 September 2021

Aeni, Siti Nur. (2021). 11 Hewan Endemik Indonesia dan Cara Pelestariannya. Dilansir pada https://katadata.co.id/sitinuraeni/berita/615593a316403/11-hewan-endemik-indonesia-dan-cara-pelestariannya pada 4 Oktober 2021