» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Liputan Khusus
Perkara Dugaan Penipuan Penggarapan Jaket BEM Unair 2021
17 Juni 2021 | Liputan Khusus | Dibaca 743 kali
Polemik Dugaan Penipuan Penggarapan Jaket BEM Unair 2021: - Foto: Sumber: id.depositphotos.com
Kegaduhan kembali terjadi di tubuh BEM Unair 2021 mengenai dugaan penipuan penggarapan jaket. Menteri Ekonomi Kreatif pun buka suara bahwasanya Zinedine selaku Inspektorat Jenderal yang merekomendasikan temannya, yakni Widi untuk berkontribusi dalam penggarapan jaket tersebut. Dalam mengatasi permasalahan ini, ia berkonsultasi dengan pihak direktur kemahasiswaan dan mengambil jalur hukum. Namun, ia berharap Widi selaku pihak penghubung vendor memiliki itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan ini.

retorika.id- Belum usai press release terkait KOC Amerta yang dirasa janggal, timbul permasalahan baru lagi di tubuh BEM Unair 2021. Unggahan video di  Instagram @alakachmad menimbulkan kegaduhan mahasiswa Universitas Airlangga pada (16/06). Dalam video tersebut menjelaskan mengenai permasalahan penggarapan jaket BEM Unair.

Kementerian Ekonomi Kreatif BEM Unair dalam penjelasannya memberikan kesempatan dan ingin memberdayakan  mahasiswa yang memiliki bisnis konveksi untuk dapat berkontribusi dalam penggarapan jaket BEM Unair 2021.

Pada bulan Februari, Kementerian Ekonomi Kreatif BEM Unair sudah melakukan interview dengan beberapa mahasiswa Univesitas Airlangga yang memiliki bisnis konveksi. Namun, di satu sisi Zinedine Reza selaku Inspektorat Jenderal memberikan rekomendasi untuk mempercayakan penggarapan jaket BEM Unair 2021 kepada Widi, salah seorang mahasiswa Vokasi Universitas Airlangga.

Setelah beberapa hari kemudian, Kementerian Ekonomi Kreatif BEM Unair menyepakati MoU dengan Widi dan sudah melakukan transfer sebesar 20 juta. Namun, setelah dihubungi lebih lanjut untuk mempertanyakan progres sekaligus ingin melakukan reporting penggarapan jaket, banyak alasan yang diutarakan oleh Widi bahkan berbagai komunikasi yang telah

®iklan

Pasang iklan di sini!
Hubungi » lpmretorikafisipua@gmail.com

®iklan

diupayakan oleh menteri ekonomi kreatif pun diabaikan.

Hingga akhirnya, Menteri Ekonomi Kreatif BEM Unair menginiasi untuk berangkat ke alamat vendor, tetapi hal  yang mengejutkan terjadi, sebab menurut keterangan tidak ada pemesanan atas nama BEM Unair, bahkan alamat vendor tidak sesuai dengan MoU.

Untuk mengklarifikasi kabar tersebut, Tim Retorika pada (16/06) berusaha menghubungi Achmad Alak selaku Menteri Ekonomi Kreatif BEM Unair 2021. Dikatakan bahwasanya dalam menentukan vendor, kementerian ekonomi kreatif telah melakukan wawancara dengan tujuan untuk memfilter bisnis konveksi mahasiswa. Hal tersebut dilakukan oleh Youth Enterpreneur Development, merupakan program dari ekonomi kreatif yang memiliki wadah Airlangga Business Member.

Terkait vendor yang direkomendasikan oleh Zinedine, belum dilakukan survei lebih lanjut oleh Kementerian Ekonomi Kreatif BEM Unair.

“Untuk secara teknis, kementerian ekonomi kreatif belum melakukan survei ke lokasi karena dari proses mekanismenya pun hanya berbicara terkait harga dan prosedur. Sebenarnya dari kementerian ekonomi kreatif,  dalam prosesnya juga menimbang salah satu vendor yang lebih kompetitif dari Mas Widi. Namun, ada suatu hal yang perlu untuk dipertimbangkan oleh temen-temen ekonomi kreatif yang memutuskan kita untuk percaya Mas Zined selaku Inspektorat Jenderal yang merekomendasikan temannya, ” pungkasnya.

Pada tahap pemesanan, Alak juga turut menjelaskan bahwasanya bulan Maret sudah menyepakati MoU, selanjutnya pada bulan April ia melakukan down payment atau dp. Awal kecurigaan muncul pada sekitar puasa Ramadhan, Mas Widi selaku pihak penghubung vendor mulai slowrespons. Kemudian, inisiasi Alak untuk bersilahturahmi dengan vendor terkesan diundur-undur. Setelah hari raya, Widi ini mulai tidak ada kabar, padahal Alak sudah mengupayakan untuk berkomunikasi melalui WhatsApp dan Instagram.

Untuk menghadapi permasalahan ini, Alak berkonsultasi dengan pihak Direktur Kemahasiswaan Universitas Airlangga (Dirmawa Unair) perihal musibah yang menimpa Kementerian Ekonomi Kreatif BEM Unair, ia menceritakan siapa vendornya, kronologi dan siapa saja pihak yang terkait secara detail.

“Ketika saya berkonsultasi, direktur kemahasiswaan mengungkap bahwa Mas Chaq juga sempat bersilahturahmi dan menceritakan hal yang sama, tetapi tidak secara spesifik menyebutkan vendornya. Menurut keterangannya, Mas Chaq meminjam uang untuk dp jaket, dan uang tersebut sudah cair. Saya dan bendahara  ekonomi kreatif tidak mengetahui uang ini dibawa siapa dan juga tidak mengetahui bakal pinjam dirmawa. Saya  juga tidak menerima sepeser pun uang tersebut,” pungkasnya.

Terkait Mou, bahwasanya dalam 45 hari kerja harus di-report, tetapi Mas Widi tidak melakukan hal tersebut, lalu tidak ada komunikasi yang baik antara BEM Unair dengan vendor setelah melakukan dp dan ketika ada iniasi untuk melakukan silahturahmi. Sejauh ini kementerian ekonomi kreatif mengambil langkah untuk membawa permasalahan ini ke kapolres.

“Selain berkonsultasi dengan direktorat kemahasiswaan, sejauh ini kementerian ekonomi kreatif  juga sudah mendatangi kapolres, dan masih menunggu itikad baik dari Mas Widi. Semoga dari adanya kejadian ini bisa menjadi pembelajaran  yang luar biasa bagi mahasiswa dan permasalahan ini dapat terselesaikan dengan jalan yang terbaik,” tutupnya.

Selain itu, Tim Retorika pada (16/06) juga telah berupaya menghubungi Abdul Chaq selaku Presiden BEM Unair 2021 untuk meminta klarifikasi lebih lanjut mengenai persoalan ini. Namun, ia mengutarakan kepada Tim Retorika untuk menunggu terlebih dahulu karena dalam waktu dekat akan menggelar konferensi pers.

Selaras dengan hal tersebut, Tim Retorika juga telah menghubungi Muhammad Risyad F selaku Wakil Presiden BEM Unair 2021 pada (17/06), tetapi sayangnya ia belum mau buka suara, sebab masih dalam proses mencari tahu permasalahan ini.

Penulis: Dina Marga H

Editor: Sindhie Ananda Dwianti


TAG#bem  #gagasan  #universitas-airlangga  #