» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Info Kampus
Memperbanyak Pengalaman dengan Mengikuti Magang
16 Juni 2021 | Info Kampus | Dibaca 167 kali
Memperbanyak Pengalaman dengan Mengikuti Magang: - Foto: DOKUMENTASI PRIBADI/Edsa Putri
Magang menjadi salah satu kegiatan penting yang harus diketahui dan dipahami oleh mahasiswa, sehingga kelas mentoring yang diselenggarakan oleh Kementrian Keilmuan BEM FISIP Unair (13/06) berperan penting bagi mahasiswa yang ingin mengetahui informasi seputar magang.

retorika.id-Kementrian Keilmuan BEM FISIP Unair mengadakan kelas mentoring yang bertajuk “Applying For Internship:What You Need To Know” pada (13/06), melalui Zoom Meeting pada pukul 13.00 WIB. Kelas tersebut menghadirkan dua pembicara yakni Dhevin Mulya (Ilmu Politik 2018) dan Dela Aulia (Ilmu Informasi dan Perpustakaan 2018) yang akan membagikan pengalaman mereka seputar magang.

Mahasiswa tentu tidak asing lagi dengan kata magang. Magang sendiri diartikan sebagai bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu di bawah bimbingan dan pengawasan instruktur dalam rangka menguasai ketrampilan atau keahlian tertentu. Oleh karena itu, magang menjadi salah satu kegiatan penting yang harus diketahui dan dipahami oleh mahasiswa.

Kelas mentoring ini dimulai dengan sambutan dari Menteri Koordinator Bidang Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa, Hardiansyah Maulana Dewa yang mewakili Presiden BEM FISIP Unair. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Menteri Keilmuan, Ade Graha Wijaya, serta sambutan dari ketua pelaksana kelas mentoring, Maula Mohamad Haykal.

Dhevin Mulya, menjadi pembicara pertama pada kelas mentoring yang membahas tentang start-up sebagai fokus bidang yang ia geluti. Start-up menurutnya merupakan sebuah institusi yang diciptakan untuk membuat suatu produk atau layanan baru yang bersifat inovatif. Start-up juga diartikan sebagai suatu perusahaan yang mengusung uji esensial pertumbuhan, karena cara kerjanya yang cepat dan

®iklan

Pasang iklan di sini!
Hubungi » lpmretorikafisipua@gmail.com

®iklan

terstruktur.

Terdapat tiga tahapan dalam recruitment start-up, pertama mengenai administrasi, dimana pada tahapan ini akan dilihat apa saja pengalaman kita sebelumnya dan kualifikasi atau kecocokan pada bidang yang kita minati pada perusahaan tersebut.

“Disini merupakan penentuan atau gerbang untuk menentukan sesi berikutnya akan bagaimana. Karena ini merupakan tahap awal, tips dari aku kita harus mempunyai pengalaman, entah itu jadi volunteer atau mungkin ikut seminar-seminar yang semua kegiatan itu nantinya dicantumkan dalam CV,” ungkap Dhevin.

Tahap kedua adalah interview, tahap ini merupakan tahap terpenting karena ada berbagai informasi yang akan kita dapat. Pertanyaan yang ditanyakan bisa jadi merupakan pertanyaan random yang memang sengaja ditanyakan si pewawancara di luar pertanyaan dari perusahaan.

Tahapan ketiga task atau tugas, perlu digaris bawahi bahwa tidak semua perusahaan start-up memberikan penugasan. Hanya ada beberapa perusahaan yang memang memberikan penugasan sebagai syarat utama ketika seseorang akan magang di perusahaan tersebut.

Untuk mengetahui informasi seputar magang ada beberapa tahap yang harus dilakukan, seperti halnya adalah tahap nol atau  sebelum tahap pertama, bahwasanya perlu mengetahui perusahaan yang membuka lowongan magang dengan cara mencari informasi seputar perusahaan dan kecocokan bidang yang diminati.

Kemudian tahap pertama, mencari tahu  passion atau kemampuan yang kita tekuni, sehingga karir yang kita minati akan tetap berjalan lurus dan sesuai dengan goals kita. Tahap kedua, mengetahui informasi magang melalui beberapa platform media sosial, seperti di Instagram @anakmagang.id, @magangupdate, @magang.id, dan masih banyak lagi. Selain itu, informasi seputar magang juga dapat ditemukan di Linked In, Kalibrr, dan Glints.  Selanjutnya masuk pada tahapan terakhir adalah apply sebanyak-banyaknya.

“Perbandingannya seperti sepuluh banding dua, pasti hanya ada sekitar dua atau tiga perusahaan yang akan menerima tawaran magang kita. Apalagi di situasi seperti ini− work from home−pasti peluangnya akan jauh lebih sedikit,” ungkapnya.

Berbeda dengan Dhevin yang menggeluti bidang start-up, Dela Aulia berhasil lolos seleksi magang pada salah satu perusahaan di bawah naungan BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Informasi mengenai magang di bawah naungan BUMN tersebut didapatinya melalui DPKAA (Direktorat Pengembangan Kewirausahaan Alumni).

Terkait proses melamar magang, Dela mempersiapkan segala berkas untuk magang untuk diunggah ke Google Form yang telah disediakan pihak DPKAA Unair kepada mahasiswa yang mendaftar. Google Form tersebut tidak hanya berisikan kolom data diri untuk keperluan magang, melainkan juga psikotes. Sehingga selain data diri kita, pihak DPKAA juga akan mengetahui kemauan dan kemampuan kita.

Setelah itu, akan ada proses seleksi administrasi dari pihak DPPKA Unair dan perusahaan BUMN yang telah kita pilih dalam Google Form. Apabila lolos proses seleksi, maka kita akan mendapat pembekalan dari pihak DPPKA Unair mengenai perusahaan BUMN tersebut. Pembekalannya berupa wawasan mengenai apa yang harus kita persiapkan dan apa yang harus kita jaga selama magang di perusahaan BUMN tersebut.

“Ketika akan magang, jangan melihat dibayar atau tidak dibayar, tetapi fokuskan pada pengalaman kerjanya. Karena dengan pengalaman tersebut pastinya akan menjadi pembelajaran buat diri kita sendiri agar ke depannya jauh lebih mengerti dan memahami kondisi lingkungan kerja,” ungkap Dela.

Berlanjut setelah pembekalan, akan diumumkan jadwal wawancara dengan pihak perusahaan BUMN. Hal ini tetap dilakukan oleh pihak perusahaan BUMN agar memastikan kecocokan kita sebagai pihak yang akan magang dengan bidang yang sedang mereka butuhkan. Kemudian kita baru akan diperbolehkan untuk magang.

Menurut Dela, ada banyak keunggulan magang di BUMN, salah satunya mendapat pembelajaran baru tentang bagaimana situasi dan kondisi lingkungan kerja di perusahaan BUMN, karena pengalamannya ketika magang di bawah naungan BUMN tidak jauh berbeda dengan karyawan yang memang bekerja di perusahaan tersebut.

Dalam menjalani rutinitas magang, Dela tetap harus datang ke kantor selama enam bulan dan juga akan mengikuti berbagai macam kegiatan yang diadakan oleh perusahaan. Tantangan yang dihadapi bahwa ia harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat kerjanya tersebut .

 

Penulis : Edsa Putri Ayu Dewita

Editor: Dina Marga


TAG#bem  #pendidikan  #  #