» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Info Kampus
Museum Gerakan jadi Sorotan Lantaran Keluhan Kesenjangan
26 Agustus 2022 | Info Kampus | Dibaca 391 kali
Museum Gerakan jadi Sorotan Lantaran Keluhan Kesenjangan: - Foto: Dokumentasi Retorika
Di balik semarak Museum Gerakan pada serangkaian kegiatan United Fisip Orientation (UFO), menyimpan tanda tanya bagi panitia perwakilan BSO. Huru-hara anggapan adanya 'kesenjangan' antara display Kementrian BEM FISIP dan BSO serta mekanisme surat dispensasi yang ruwet dan dianggap tidak adil menuai keluhan dari beberapa pihak. Namun, panitia UFO membantah adanya kesenjangan yang terjadi antara BEM FISIP, BLM FISIP, dan BSO.

retorika.id- Museum Gerakan merupakan display BSO (Badan Semi Otonom) dan kementrian BEM FISIP UNAIR. Display ini dikhususkan kepada mahasiswa baru sebagai ajang branding sekaligus sosialisasi BSO yang berlokasi di sepanjang galeri FISIP UNAIR.

Namun, di balik semarak Museum Gerakan, menyimpan tanda tanya bagi panitia yang bertugas sebagai perwakilan display BSO. Hal ini tampak jelas di sepanjang galeri tempat terlaksananya acara yang terkesan ada ‘pembeda’ antara display kementerian BEM FISIP dengan display BSO.

Salah satu yang paling mencolok adalah display kementerian BEM FISIP yang berdiri sendiri sedangkan display BSO harus berbagi antar BSO, atau dengan kata lain satu galeri ditempati dua BSO.

Padahal, Museum Gerakan ini merupakan wadah bagi enam BSO di FISIP untuk menggaet atensi mahasiswa baru sebagai ajang branding organisasi mereka. Sayangnya, hal ini tak mampu berjalan secara optimal lantaran perhatian mahasiswa baru yang terpecah belah dengan penjelasan antar BSO yang sedang branding organisasi.

Di galeri satu, misalnya, ketika display SKI FISIP berdampingan dengan Retorika, membuat panitia dari pihak SKI FISIP sedikit kewalahan untuk menarik atensi mahasiswa baru yang teralihkan perhatiannya dengan penjelasan Retorika. Begitu pula sebaliknya.

Keluhan serupa dirasakan oleh Ozie Akbari, selaku ketua SKI

®iklan
®iklan

FISIP ketika ditemui oleh Tim Retorika pada (25/08).  “Sebenernya awalnya saya kaget, lho kok satu BSO dapetnya bareng sama BSO lain. Padahal kan kalo kita mengaca sama display UKM, mereka punya sekrenya sendiri, jadi otomatis udah terhalang sama sekat buat menjelaskan secara maksimal. Tadi juga saya liat temen-temen yang di depan stan SKI, itu memang di depan stan SKI, tapi dengerin penjelasan Retorika. Jadi, informasinya bertabrakan satu sama lain. Fokus peserta kepecah.”

Salah satu mahasiswa yang menjadi perwakilan SKI FISIP juga turut menambahkan keluhannya terkait mekanisme perizinan dan surat dispensasi tidak mengikuti perkuliahan. Usut punya usut, surat dispensasi hanya dikeluarkan bagi panitia UFO, tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi para perwakilan BSO maupun perwakilan display kementerian BEM FISIP.

“Logika dasarnya kan ketika kita diminta buat ngisi acaranya mereka, harusnya kita juga punya hak yang sama dong. Mereka panitia itu kan dapet dispen buat gak ikut kelas dan lainnya. Tapi, kemarin mereka ngasih ke kita itu dalam bentuk undangan. Surat undangan tanpa nama dan NIM, padahal sebelumnya mereka suruh ngelist nama dan NIM, tapi akhirnya setelah dicecar lagi mengenai kejelasan, h-1 kegiatan akhirnya dapat surat undangan yang pake nama dan NIM,” ungkapnya kepada Tim Retorika.

Tidak sampai di situ, ia juga menyorot acara Museum Gerakan yang diadakan oleh UFO sebagai ajang kaderisasi tingkat fakultas yang tidak melibatkan para perwakilan BSO secara aktif. Lagi-lagi, di sini terkesan ada ‘pembeda’ yang dirasakan oleh narasumber.

“Mereka ini kan membuat kegiatan dan mengajak BSO yang berada satu tingkatan dengan teman-teman BEM dan BLM, kan otomatis ketika mereka membuat konsep, rundown, dan segala macem kalo bisa temen-temen  BSO nggak cuma dikasih ‘nih konsepnya’, tapi juga diajak aktif terlibat di dalamnya. Meskipun boleh saran, ujung-ujungnya sarannya ditolak karena sebelumnya mereka udah bikin konsep duluan. Kesannya kok kayak berjalan sendiri. Lupa kalo BSO tuh kalian ajak di dalam rangkaian acara.”

Di sisi lain, Chery Vania selaku Ketua divisi Humas angkat suara kepada Tim Retorika terkait hal ini. Ia mengungkapkan bahwa ketika jam istirahat, galeri digunakan para peserta dan trainer makan siang bersama, sehingga jika galeri dipakai semua untuk display Museum Gerakan, hal ini akan membuat para mahasiswa baru tidak memiliki tempat makan siang bersama yang leluasa.

“Kenapa kok kasarannya BSO yang terbagi dua, nah karena dari BEM sama BLM itu kan cuma ada dua. Aku kontaknya ke BEM aja dan BLM aja, sedangkan kalo BSO kan banyak ya, mobilisasinya juga akan susah kalo enam-enamnya dan ruangannya juga terbatas,” komentar Cheryl Vania.

Selain itu, ia juga menanggapi terkait mekanisme perizinan dan dispensasi yang menjadi keluhan beberapa perwakilan BSO. Ia mengatakan tidak ada surat dispensasi kecuali bagi panitia UFO lantaran keterbatasan waktu. Baik perwakilan display kementrian BEM FISIP UNAIR, juga tidak mendapatkan surat dispensasi dan hanya surat undangan.

Ia menampik adanya kesenjangan dalam pelaksanaan display Museum Gerakan. Panitia UFO memang mendapatkan surat dispensasi karena sejak awal kepanitiaan dibentuk, nama mereka sudah terdata oleh sekretaris, sehingga memudahkan dalam hal pengajuan dispensasi. Sedangkan, untuk perwakilan BSO, diakibatkan keterbatasan waktu serta ketidaktahuan panitia akan siapa yang akan menjadi perwakilan. Maka dari itu, alih-alih mendapat surat dispensasi, justru surat undangan saja.

Di akhir wawancara Cheryl Vania menegaskan, “Kita seluruh panitia minta maaf kalo di matanya temen-temen kesannya ada kesenjangan. Tapi kita sama sekali nggak ada maksud untuk membuat kesenjangan antara satu dengan yang lain. Kita semua sama.”

 

Penulis: Diana Febrian

Editor: Hanifa Keisha F.

 

Artikel ini telah direvisi pada bagian komentar Cheryl Vania dari yang semula "Kenapa kok BSO dibagi menjadi dua, nah karena dari BEM dan BLM itu kan cuma ada. Aku kontaknya ke BEM dan BLM. Tapi kan kalo BSO ada enam, mobilisasinya juga akan susah kalo enam-enamnya dan ruangannya juga terbatas"  pada (28/08/2022)


TAG#bem  #dinamika-kampus  #fisip-unair  #universitas-airlangga