» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Info Kampus
Sidang Memanas, Menteri Keuangan BEM Unair Ungkap Kronologis Peminjaman Uang Jaket
25 Juni 2021 | Info Kampus | Dibaca 204 kali
Pernyataan Kronologis Jaket BEM oleh Menteri Keuangan BEM Unair: sumber: Foto: dokumentasi pribadi/Rindu Aisy
Sidang terbuka terkait permasalahan jaket BEM Unair digelar kembali oleh Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) pada hari Rabu (23/6) melalui Zoom Meeting sekaligus ditayangkan langsung pada kanal Youtube Dewan Legislatif Mahasiswa Universitas Airlangga. Sidang memakan waktu dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB, dihadiri lengkap oleh Presiden BEM Unair M. Chaq dan Wakil Presiden BEM Unair Risyad, Kepala Staf Inspektorat Jenderal BEM Unair Zinedine, Menteri Ekonomi Kreatif BEM Unair Ahmad Alak. Serta para peserta dari anggota DLM, ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas se-Unair, ketua Badan Legislatif Mahasiswa Fakultas se-Unair, dan dua perwakilan Lembaga Pers Mahasiswa.

retorika.id- Di penghujung sidang terbuka yang digelar DLM pada hari Rabu lalu, Nur Sahila sebagai pimpinan sidang sekaligus ketua DLM Unair mempersilakan Menteri Keuangan BEM Unair, Sinyie Wulan untuk menyampaikan pembelaannya mengenai keterlibatan dirinya dalam polemik jaket BEM Unair yang tak kunjung menemui titik temu.

Kemudian, ditampilkan pada layar Zoom Meeting surat pernyataan dari Sinyie Wulan yang terdiri atas 17 poin dimana ia membacakan seluruh isi dari surat tersebut dengan jelas. Tertera pada surat, kejanggalan yang dialami Sinyie dimulai pada saat dirinya diajak oleh Chaq selaku Presiden BEM Unair untuk pergi ke rektorat Unair.

Hal tersebut karena Chaq sebelumnya tidak memberi alasan atas kunjungan mereka ke rektorat Unair. Saat tiba di rektorat, barulah Chaq menjelaskan alasannya. Chaq mengatakan alasan mereka pergi ke rektorat Unair yaitu karena BEM Unair sedang tertimpa musibah dimana teman-teman Kementerian Ekonomi Kreatif tertipu vendor sebesar Rp 20.000.000.

Chaq juga menjelaskan bahwa vendor terpilih tadi merupakan mahasiswa Unair dan dikenal oleh teman-teman. Tidak bisa dihubunginya vendor tersebut diasumsikan oleh mereka sebagai adanya permasalahan keluarga dari pihak vendor.

Saat itu juga, Chaq menyampaikan untuk meminta tolong perihal peminjaman dana sebesar Rp 20.000.000 sesuai dengan nominal yang sudah dibayarkan kepada vendor jaket. Peminjaman dana tersebut ditujukan untuk mengganti uang pengerjaan jaket BEM di vendor yang lain dengan harapan dapat selesai dengan cepat.

Mendengar cerita dan usulan tersebut, Dr. M. Hadi Subhan, SH., MH., CN., selaku Direktur Kemahasiswaan dalam

®iklan

Pasang iklan di sini!
Hubungi » lpmretorikafisipua@gmail.com

®iklan

pernyataan Sinyie telah menyatakan ketersediaannya untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut. Yakni dengan memberikan pinjaman dana sebesar Rp. 20.000.000 sesuai yang diminta.

Setelah selesai mendiskusikan perihal tersebut, Chaq dan Sinyie diminta menghadap Zaky untuk membahas lebih lanjut terkait peminjaman dana. Selain itu, Sinyie juga berkonsultasi kepada Diah Ardaninggar selaku penanggung jawab bagian transaksi pencairan dana dari pihak rektorat terkait perkembangan proses LPJ yang tengah masuk Dirmawa dan juga terkait pinjaman dana tersebut.

Hari Kamis (3/6), Diah menginformasikan kepada Sinyie bahwasanya pencairan dana dari LPJ (Laporan Pertanggungjawaban) yang masuk Dirmawa dan pencairan dari peminjaman dana sebesar Rp. 20.000.000 telah ditransfer ke rekening BEM Unair.

Lalu, pada hari Sabtu, Chaq kembali mengajak Sinyie untuk melakukan penarikan dana pinjaman secara tunai di Bank Mandiri Kampus B.

“Disini saya menanyakan apakah transaksinya barus dengan uang tunai dan alasannya apa karena menurut saya terlalu berisiko kalau memegang uang secara tunai dengan nominal sebesar itu. Menanggapi pertanyaan saya. Mas Chaq menyebutkan bahwasannya hal tersebut merupakan keinginan dari vendor untuk melakukan transaksi pembayarannya dilakukan dengan uang tunai.” jelas Sinyie tegas.

Bertemu Vendor Baru

Setelah uang tersebut diambil, Sinyie meminta kepada Chaq untuk ikut bertemu dan bertransaksi dengan vendor yang baru. Chaq pun menyetujuinya. Kemudian, mereka kembali berpisah dan pulang ke tempat masing-masing dengan posisi uang dibawa oleh Sinyie. Lalu, pada pukul 20.30 WIB hari itu, Sinyie telah tiba di lokasi untuk bertemu dengan vendor yang baru. Saat itu, Sinyie hanya melihat dua orang yakni Chaq dan temannya yang tak lain adalah Zamzam.

Dijelaskan bahwasannya Zamzam merupakan orang yang akan mengerjakan pengerjaan jaket BEM yang baru, lalu pada akhirnya uang Rp 20.000.000 tersebut  diserahkan kepada Zamzam.

Pada tanggal (14/6) Risyad selaku Wakil Presiden BEM Unair mengajak Sinyie bertemu untuk membahas perihal anggaran Gerbang Desa. Saat itu juga, Risyad bertanya kepada Sinyie terkait permasalahan yang tengah dialami oleh Alak selaku Menteri Ekonomi Kreatif BEM Unair. Menanggapi hal itu, Sinyie dengan sigap menceritakan bahwa dia dan Chaq telah datang ke Dirmawa  untuk meminta bantuan dari Dirmawa agar dipinjami uang sebesar Rp 20.000.000 dan uang tersebut telah diserahkan kepada Zamzam selaku vendor jaket yang baru.

Selain itu, Sinyie juga menceritakan telah diberikan dan menerima uang sebesar Rp. 500.000. Saran dari Risyad dalam pernyataan Sinyie disebutkan untuk menyimpan dan memasukan uang tersebut ke dalam kas BEM.

Pasca pertemuan tersebut, Sinyie  merasa ragu dan gelisah akibat tidak adanya MoU dan Invoice resmi yang diserahkan dari pihak vendor.

Pada hari Rabu (16/6) Alak mengunggah video kronologis terkait penipuan penggarapan jaket dengan vendor dan pernyataan tentang pencairan dana dari Dirmawa. Alak menyatakan bahwa dia tidak pernah diberitahu oleh Chaq bahwasannya uang tersebut telah cair.

Sinyie menegaskan dengan jujur bahwa dirinya baru mengetahui hal tersebut. Ketika Chaq berinisiatif untuk melakukan pinjaman dana pada Dirmawa, hingga tahap pemilihan vendor baru dalam pengerjaan jaket BEM yang mana diserahkan kepada Zamzam.

Kemudian pada hari Jumat pagi (18/6), Chaq menghubungi Sinyie melalui pesan WhatsApp dan ingin menelpon Sunyie guna menyamakan persepsi karena adanya undangan transparansi dana terkait pembuatan jaket BEM.

Ketika mereka sedang melakukan panggilan telepon, Zinedine selaku Inspektorat Jenderal BEM Unair ternyata juga menelpon sehingga dalam sambungan telepon tersebut menjadi tiga orang yakni Sinyie, Chaq, dan Zinedine.

Setelah itu, Zinedine mengabari bahwasannya dia sudah berada di depan kos Sinyie. Ketika keluar, Sinyie mendapati dua orang yaitu Zinedine dan Zamzam. Inti dari pembicaraan antara Zamzam, Zinedine, dan Sinyie saat itu adalah  diskusi mengenai Sinyie selaku Menteri Keuangan BEM Unair dalam mengeluarkan tanggapan terkait kronologis keberadaan uang pinjaman dari Dirmawa.

Sinyie mengaku tidak diperbolehkan berbicara jujur bahwasanya uang tersebut telah diserahkan kepada Zamzam. Selain itu, Sinyie dibimbing untuk menulis karangan cerita dimana dalam cerita tersebut menghadirkan sosok palsu bernama Faisal yang harus disebut sebagai vendor yang diberi uang sebesar Rp 20.000.000 dan berasal dari Jombang. Mendengar arahan tersebut, Sinyie lantas mengambil sikap untuk langsung menolak.

Semenjak kejadian itu, Sinyie menutup semua akses komunikasi dengan yang bersangkutan karena merasa takut. Namun, rupanya Zinedine dan Zamzam tidak menyerah dan kehilangan akal. Mereka menyuruh teman Sinyie untuk membujuk dan menuruti dengan membantu bercerita sesuai narasi baru yang telah dibuat. Bahkan Sinyie mendapat ancaman akan disebutkan bahwasannya Sinyie meminta bagian dari dana pinjaman Rp 20.000.000 dari Dirmawa.

 

 

Penulis: Najmah Rindu Aisy
Editor: Adiesty Anjali


TAG#bem  #dinamika-kampus  #universitas-airlangga  #