» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Info Kampus
Simulasi Manajemen Forum Dilaksanakan dengan Mekanisme Roleplay
24 November 2020 | Info Kampus | Dibaca 373 kali
Simulasi Manajemen Forum Dilaksanakan dengan Mekanisme Roleplay: - Foto: DOKUMENTASI PRIBADI/ Bagus Puguh
Roleplay UFO FISIP 2020 diadakan secara online untuk memberikan pemahaman kepada peserta UFO mengenai manajemen forum. Dalam Roleplay mahasiswa baru dibagi beberapa kelompok peran dan diberi hak untuk bersuara sehingga banyak perdebatan yang terjadi di dalam simulasi manajemen forum.

retorika.id- Minggu (22/11), mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) tengah mengikuti kegiatan Simulasi Manajemen Forum.  Kegiatan tersebut merupakan salah satu dari rangkaian acara dalam United FISIP Orientation (UFO) 2020.

Simulasi tersebut dilaksanakan  melalui  Zoom dan  diikuti lebih dari 700 mahasiswa baru membawa bahasan utama yakni “Kebijakan PTN-BH”.

Melansir dari story instagramUFO FISIP 2020, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mekanisme roleplay, dimana setiap peserta forum mendapatkan peran tertentu, yang kemudian dijadikan landasan dalam berpendapat di dalam forum.

Dalam roleplay tersebut mahasiswa baru dibagi menjadi beberapa kelompok peran yang terdiri dari peran akademisi, mahasiswa, serta masyarakat. Selain itu, panitia UFO juga turut berperan sebagai pihak rektorat.

Jalannya forum

®iklan

Pasang iklan di sini!
Hubungi » lpmretorikafisipua@gmail.com

®iklan

dimulai dengan breakout room, di mana setiap kelompok peran mendiskusikan serta mematangkan standing position dari masing-masing peran.

 Acara tersebut kemudian dilanjutkan dengan forum besar, yang diawali dengan pembacaan mosi oleh moderator dari masing-masing peran, yakni dengan pertanyaan pembuka “Kebijakan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum: Komodifikasi atau Efisiensi?”.

Masing – masing peserta forum menyampaikan pendapatnya, sehingga perdebatanpun tidak terhindarkan. Kendati moderator telah mewanti-wanti bahwa pendapat hanya dapat diucapkan dengan cara menyalakan mic, namun masih ditemui adu argumen pada kolom room chat Zoom.

Puncak dari perdebatan adalah walk out nya pihak pemeran Rektorat. Acara tersebut kemudian ditutup dengan pernyataan sikap yang dibacakan oleh moderator, bahwa forum tersebut menolak adanya kebijakan-kebijakan PTN-BH yang tidak berpihak kepada mahasiswa.

“Jadi temen-temen ini kan tadi setelah forum dibikinkan rekonsiliasi gitu, tujuannya memberikan penyadaran juga, sebagai mahasiswa melihat kebijakan PTB-BH ini seperti apa,” ujar Muhammad Fakrureza Fahmi  selaku Koordinator Acara UFO 2020 sekaligus moderator pada room Zoom3.

Tujuan dari managemen forum menurut Fety Vanda selaku Ketua UFO 2020, yang juga turut menjadi moderator pada room zoom 1 adalah untuk memberikan penanaman materi mengenai manajemen forum dan manajemen aksi, melatih daya kritis peserta UFO ketika melihat realita yang terdapat di sebuah forum.

 “Goalsnya nanti juga bakal ada simulasi aksi online,” tambah Fety.

Thoriq Ghozali, mahasiswa Ilmu Politik 2020 yang merupakan peserta UFO menyebutkan bahwa pelaksanaan dari forum yang telah diadakan sangatlah luar biasa. Ia menuturkan bahwa hadirnya forum tersebut menuntut ia untuk kritis serta dapat peka terhadap berbagai argumen yang tengah diajukan.

“Dari situ aku lihat temen-temen FISIP ternyata semua hebat dalam hal public speaking, dan buat aku semangat lagi,” pungkas mahasiswa yang biasa dipanggil Thoriq, saat dihubungi pada minggu (22/11).

Namun Thoriq juga menyebut bahwa sebaiknya pelaksanaan rangkaian UFO seperti diskusi atau forum dapat diadakan pada waktu pagi hingga sore. Hal tersebut dikarenakan jika acara dimulai dari siang  hingga sore, maka akan banyak peserta UFO yang mulai lelah dan malas.

Tanggapan lain kemudian juga hadir dari Abiyyu, mahasiswa Sosiologi 2020, yang menyebutkan bahwa kelompok yang dihadirkan pada forum tersebut terlalu besar, sehingga dirasa kurang efektif.

“Saran, dibagi lagi ke kelompok yang lebih kecil aja sih, biar lebih efektif karena masih banyak yang diem aja (di ruangannya),” jelas Abiyyu.

 

 

Penulis: Bagus Puguh dan Frillian Ariani


TAG#aspirasi  #bem  #demokrasi  #fisip-unair