» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: 085850150198.

Info Kampus
Solidaritas Warga FISIP di Masa Pandemi Covid-19
23 Mei 2020 | Info Kampus | Dibaca 222 kali
Sumber: Solidaritas Warga FISIP di Masa Pandemi Foto: Dokumentasi BEM Sosmas
BEM FISIP Universitas Airlangga menggalang gerakan solidaritas. Mereka melakukan donasi untuk membantu mahasiswa rantau yang terdampak pandemi Covid-19 dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Hasil donasi yang terkumpul itu kemudian diwujudkan dalam bentuk sembako untuk keperluan sehari-hari bagi mahasiswa yang terdampak. Program tersebut disebut “Gerakan Solidaritas Mahasiswa FISIP UNAIR.”

retorika.id - Pada 9 Mei 2020 lalu, BEM FISIP UNAIR menggalang dana solidaritas untuk teman-teman FISIP UNAIR. Program itu diberi nama “Gerakan Solidaritas Mahasiswa FISIP UNAIR.” Program itu bertujuan untuk meringankan mahasiswa rantau yang memilih tidak pulang kampung di tengah pandemi Covid-19. Penggalangan dana tersebut berupa uang yang diwujudkan dalam bentuk sumbangan sembilan bahan pokok (sembako).

Program “Gerakan Solidaritas Mahasiswa FISIP UNAIR” diketuai langsung oleh menteri bidang Sosial Kemasyarakatan (Sosmas) BEM FISIP UNAIR, yaitu Yolanda Aprillia Pradhita. Yolanda menerangkan bahwa program tersebut bertujuan untuk menggalang solidaritas warga FISIP kepada sesama mahasiswa. Baginya, pilihan mahasiswa rantau untuk tidak pulang adalah pilihan yang dapat memutus rantai penyebaran Covid-19. Yolanda juga berharap dengan adanya solidaritas ini mampu membantu pemerintah dalam memberikan bantuan sosial di tengah pandemi Covid-19, khususnya pemerintah kota Surabaya.

“Dana yang telah kami kumpulkan sebanyak Rp2.700.000,00. Dana itu didapatkan dari solidaritas donatur dan solidaritas Dekanat FISIP UNAIR. Sumbangan

®iklan

Pasang iklan Anda di sini!
Hubungi » 082112438727

®iklan

donatur sebanyak Rp700.000,00 dan sumbangan Dekanat FISIP UNAIR sebanyak Rp2.000.000,00 ,” ujar Yolanda saat diwawancarai secara daring.

Hasil dari donasi tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk sembako guna menunjang kehidupan sehari-sehari mahasiswa. Sembako tersebut diharapkan mampu meringankan beban mahasiswa yang memilih bertahan di Surabaya. Melalui data dari Yolanda, terdapat 45 mahasiswa rantau dari setiap jurusan FISIP UNAIR yang masih berada di Surabaya. Barulah pada hari Rabu (20/05/2020), Yolanda melakukan pembagian sembako kepada seluruh mahasiswa FISIP yang terdampak Covid-19 dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Distrubusi sembako tidak dilakukan sendirian oleh BEM FISIP UNAIR. Yolanda, selaku menteri Sosmas, juga mengajak teman-teman himpunan mahasiswa (HIMA) jurusan untuk membagikan sembako. Ia mengajak ketujuh HIMA di FISIP UNAIR untuk turut berkontribusi dalam program solidaritas miliknya. Baginya, Solidaritas ini harus diikuti oleh seluruh elemen FISIP UNAIR agar menciptakan hubungan sinergis antar warga FISIP.

Solidaritas itu juga dirasakan oleh Reinya Sanay, mahasiswa Ilmu Politik 2019 FISIP UNAIR. Reinya mengatakan bahwa dirinya sangat terbantu dengan program tersebut. Solidaritas warga FISIP UNAIR itu meringankan beban kebutuhan hariannya. Reinya tidak perlu lagi membeli beras untuk beberapa hari ke depannya. Ia dapat memanfatkan sembako dari program solidaritas itu.

“...aku bersyukur banget sih kak buat program itu, kebetulan aku dapat kemarin isinya beras, mie, ikan sarden, dll kebutuhan pokok lah buat makan. Jadi ngebantu banget buat aku sebagai anak kos wkwk jadi nggak perlu beli beras lagi...,” ujar Reinya ketika diwawancarai melalui media sosial.

Reinya adalah mahasiswa Rantau asal Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur. Ia memilih bertahan di Surabaya, kota perantauannya untuk belajar. Baginya, pilihan untuk bertahan itu memiliki alasan tersendiri. Ia mengatakan bahwa semester ini belum waktunya untuk pulang, sebab ia telah mengambil jatah pulangnya di semester lalu.

Reinya juga mempertimbangkan alasan kesehatan. Ia telah mendiskusikan alasan pembatalan kepulangannya di tengah pandemi ini dengan keluarganya. Reinya dan keluarga telah sepakat agar dirinya tidak pulang ke kampung halaman terlebih dahulu. Hal itu disebabkan karena ketika Reinya melakukan perjalanan pulang, ia sangat rentan untuk tertular virus Covid-19.

Maka dari itu, Reinya masih belum memiliki keinginan untuk pulang kampung terlebih dahulu. Ia akan menghabiskan waktunya di Surabaya untuk sementara waktu. Reinya masih mengkhawatirkan kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

“…aku juga khawatir pulang sekarang berhubung Corona belum kelar…,” ujar Reinya.

Di masa perantauan yang berat ini, Reinya sangat mengapresiasi program solidaritas yang dilakukan oleh pihak BEM FISIP UNAIR. Ia melihat bahwa program ini sangat membantu dirinya sebagai mahasiswa rantau. Reinya berharap agar semakin banyak program solidaritas seperti ini, apalagi di masa pandemi. Baginya, solidaritas seperti ini mampu membantu para mahasiswa yang membutuhkan. 

 

Penulis: Anugrah Yulianto Rachman

 


TAG#bem  #fisip-unair  #  #