» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Info Kampus
Rektorat dan Mahasiswa Unair Gelar Diskusi PTN-BH
03 Mei 2017 | Info Kampus | Dibaca 1773 kali
Suasana Sesrawungan: Diskusi PTN-BH bersama rektorat Foto: Choir
Sesrawungan rektorat dan mahasiswa membahas status PTN-BH dan impilikasinya terhadap Unair

Retorika.id- Kementerian Sosial Politik (Kemensospol) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair) berkolaborasi dengan Kemensospol Politik BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menggelar diskusi bertajuk “Sesrawungan Pihak Rektorat dan Mahasiswa Universitas Airlangga”, Selasa (2/4). Diskusi ini membahas tentang status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum(PTN-BH) dan implikasinya terhadap Universitas Airlangga.

Diskusi yang bertempat di Taman Demokrasi FISIP ini dihadiri oleh Dr. M. Hadi Subhan, SH., MH., CN., Kemahasiswaan Unair. Diskusi tersebut dikemas dalam suasana hangat penuh kekeluargaan. Mahasiswa diperkenankan menyampaikan pendapat terkait status Unair sebagai PTN-BH.

Hadi Subhan menjelaskan bahwa status Unair sebagai PTN-BH merupakan

®iklan

Pasang iklan di sini!
Hubungi » lpmretorikafisipua@gmail.com

®iklan

koreksi terhadap kebijakan PT-BHMN (Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara). Status ini memberikan hak otonom kepada universitas untuk menetapkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan pendirian program studi (prodi) tanpa menunggu persetujuan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tingi (Kemenristekdikti).

“Status PTN-BH memberikan keuntungan debirokratisasi kampus. Sehingga kebijakan UKT dan pendirian prodi dilimpahkan kepada rektor. ” Ujar Hadi.

Hadi menjamin keberadaan status ini tidak akan berdampak pada komersialisasi pendidikan. Sampai saat ini Unair masih pro mahasiswa miskin. Hal ini dibuktikan dengan  pemberian kuota sebesar 20% bagi mahasiswa bidikmisi.  

“Tahun ini kami memberikan kuota sebesar 1.040 kepada mahasiswa bidikmisi. Kuota itu belum ditambah dengan beasiswa lain dari perusahaan swasta. Ini membuktikan bahwa kita masih pro mahasiswa miskin.” Imbuhnya.

Ia juga menyatakan bahwa kerjasama dengan perusahaan swasta bukan dimaksudkan untuk komersialisasi. Hal ini justru bertujuan mengembangkan riset-riset perguruan tinggi menjadi produk  ilmu pengetahuan. Sehingga hasil royalti tersebut  bisa  digunakan untuk membiayai operasional  kampus.

“Jangan salah kaprah memahami PTN-BH sebagai komersialisasi. Kooptasi dengan pihak swasta hanya bertujuan untuk menghasilkan produk riset yang bisa mem-blow up operasional kampus . Jadi tidak perlu menyerap uang rakyat terlalu banyak.” Ucap Hadi.

Diskusi ini berlangsung selama dua jam dan dihadiri oleh 86 peserta dari berbagai fakultas. Mereka menyatakan diskusi ini cukup terbuka dan mencerahkan.

“Saya rasa diskusi ini cukup mencerahkan. Rektorat dan mahasiswa bisa saling berdialog untuk mengupas berbagai permasalahan yang dialami.” Ujar Mayretha Yuniar, wakil Kemensospol BEM FISIP Unair.

Ia berharap akan ada follow up lanjutan dari adanya diskusi ini. Sehingga kedua belah pihak bisa menentukan langkah strategis untuk Unair yang lebih baik.

“Saya berharap ada follow up lanjutan  dari diskusi ini. Sehingga kita bisa menampung berbagai keluhan mahasiswa dan mengkaji konsekuensi adanya status PTN-BH di Unair.” pungkas gadis manis berkaca mata tersebut.

 

Penulis : Choir

Editor : Endah F.A.


TAG#bem  #demokrasi  #dinamika-kampus  #fisip-unair