» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: 081281600703.

Info Kampus
LPM Solidaritas Adakan Diklat Jurnalisme Presisi
27 Maret 2017 | Info Kampus | Dibaca 1263 kali
Diklat Jurnalisme Presisi: penyeraharan cenderamata kepada Yohan Wahyu oleh Ketua Panitia Foto: Choir
Akurasi adalah ruh dari jurnalisme. Karena 5W + 1 H saja tidak cukup.

SURABAYA, retorika.id – Rumus 5W + 1 H dinilai tak lagi memadai. “Pedang sakti” para jurnalis dalam menghasilkan informasi itu disebut-sebut harus ditambah dengan unsur lain supaya lebih “sakti”. Unsur itu adalah akurasi. Pandangan ini mencuat dari tiga pemateri dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Jurnalistik Presisi yang berlangsung di ruang sidang rektorat lama Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Sabtu, 25 Maret 2017.

Tiga pemateri yang berbicara pada kesempatan itu menyoroti akurasi sebagai ruh jurnalisme presisi. Artika Rahmi Farmita, misalnya. Jurnalis Tempo ini menilai akurasi sebagai sebuah keniscayaan. “Karena pembaca tak hanya cukup informasi berbasis

®iklan

Pasang iklan Anda di sini!
Hubungi » 082112438727

®iklan

5W + 1 H,” ujarnya.

Lalu apa yang perlu dilakukan jurnalis agar mendapatkan akurasi?  "Jurnalisme presisi adalah  jurnalistik yang menekankan pada keakuratan informasi. Karena itu dibutuhkan riset yang mendalam," ujarnya.

Bagaimana riset mendalam itu dilakukan? Pertanyaan ini dijawab pemateri di sesi kedua, Yohan Wahyu dari Litbang Kompas. Dia menjelaskan tentang cara merumuskan masalah, metode pengumpulan data, dan teknik pemilihan sampel.

"Kunci utama dari jurnalistik presisi adalah akurasi dan validitas. Karena jurnalis presisi itu sama dengan peneliti. Bedanya hanya cara penulisannya," ucap alumni LPM Retorika Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) ini.

Selain Artika dan Yohan, hadir dalam diklat ini Naufal Widi Asmoro Rofiqi. Mendapat kesempatan terakhir, jurnalis Jawa Pos ini lebih banyak mengajak peserta berdiskusi tentang media. Ia mengatakan bahwa inti jurnalisme adalah disiplin verifikasi. "Jurnalis itu harus cermat agar datanya akurat," tegasnya.

Acara bertajuk “Jurnalis Cermat, Data Akurat” ini digelar Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Solidaritas UIN Sunan Ampel. Sebanyak 20 anggota magang LPM Solidaritas menjadi peserta. Dua delegasi LPM Retorika berjibaku pula di sana.

“Pelatihan ini dilakukan tiap tahun untuk mempermudah anggota magang memperoleh data,” ungkap Atika Rusyida, manajer Human Resource and Development (HRD) LPM Solidaritas.

Rusyida merasa puas dengan diklat kali ini. "Alhamdulillah acara hari ini berjalan lancar. Padahal persiapannya mepet banget. Syukur juga bisa dapat pemateri expert dari Litbang Kompas Jakarta," ucapnya.

Cewek manis berkaca mata ini berharap seluruh peserta magang bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat dari acara ini dalam buletin Corong Kreativitas Mahasiswa (Coret).

Salah satu peserta magang, Puji Alawiyah, juga mengungkapkan kegembiraannya. "Saya senang ikut acara ini. Banyak ilmu yang bisa diaplikasikan dalam tulisan. Pematerinya juga sudah berpengalaman . Meski menurut saya pemateri pertama tadi kurang lugas dalam penyampaiannya, saya bisa menerima materi dengan baik,” ucapnya. [Choir]


TAG#dinamika-kampus  #fisip-unair  #lpm-retorika  #pers-mahasiswa