» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Pop Culture
Popularitas Among Us Bak Pisau Bermata Dua
12 Oktober 2020 | Pop Culture | Dibaca 56 kali
Game Online: Popularitas Among Us Bak Pisau Bermata Dua Foto: store.steampowered.com
Among Us menjadi game online yang sedang digandrungi oleh para gamers, baik di Indonesia maupun di negara lain. Kepopularitasannya baru terasa setelah dua tahun game tersebut dirilis. Dengan cara main yang mudah dan interaktif, game ini membawa dua dampak yang kontras bagi penggunanya. Pilihan ada di tangan pemain itu sendiri, ingin dibawa ke mana oleh game populer ini.

retorika.id- Game online Among Us menjadi pusat perhatian para gamers di Indonesia maupun di negara lain. Bahkan, bagi mereka yang sebelumnya tidak terlalu mendalami dunia game online, akan tertarik untuk memainkan permainan yang satu ini karena ketenarannya di media sosial.

Pertama kali dirilis pada 15 Juni 2018 oleh studio permainan asal Amerika Serikat, InnerSloth, Among Us ini telah diunduh lebih dari 100 juta kali. Selain bisa dimainkan di smartphone, permainan ini juga bisa dimainkan di PC (Personal Computer).

 

Meroket Setelah Dua Tahun Dirilis

Di awal-awal perilisannya, Among Us tidak mendapatkan tempat perhatian dari pecinta game. Bahkan, diketahui hanya ada sekitar 30 orang yang memainkan game ini. Namun, sejak dimainkan oleh Youtuber Pewdiepie, keberuntungan datang pada permainan ini.

Pewpiepie sendiri adalah seorang Youtuber dengan jumlah subscriber terbanyak kedua di dunia, dengan total subscriber kurang lebih mencapai 107 juta akun. Ia pertama kali membagikan pengalaman bermain Among Us melalui live streaming pada 6 September 2020. Sejak saat itu, banyak orang penasaran dan ingin ikut merasakan keseruan memainkan indie game ini.

Kepopuleran Among Us pun membawanya mengungguli game Fall Guys. Jika pada bulan Agustus Fall Guys masih unggul, tetapi pada bulan September Among Us berhasil mencapai lonjakan unduhan hingga 86,6 juta. Dilansir dari HiTekno.com, peak player Among Us mencapai 306.338 dengan pemain real time di Steam mencapai kisaran 87.000 pemain. Sedangkan, Fall Guys mencatat peak player hanya 110.316 pemain dengan real time mencapai 72.859 pemain.

 

InnerSloth: Game Ini

®iklan

Pasang iklan di sini!
Hubungi » lpmretorikafisipua@gmail.com

®iklan

Rapuh

Rencana pembuatan Among Us tidak dipersiapkan untuk bisa menjadi sebesar sekarang. Melansir Viva.co.id, diakui InnerSloth di laman resminya (2/10/220), untuk mengambangkan game ini tanpa merusak apa yang ada sebelumnya adalah hal yang sulit untuk dilakukan. Hal itulah mengapa pihaknya menyebut game ini adalah game yang rapuh.

“Benar-benar tidak dibuat sebesar ini. Karena itu, sangat sulit untuk menambahkan lebih banyak hal tanpa merusak hal-hal yang ada. Terus terang, menakutkan untuk menambahkan lebih banyak hal, karena game ini sangat rapuh,” terang InnerSloth.

Melansir The Verge, meskipun sempat ingin membuat sekuel dari Among Us 1 dengan alasan basis kode yang sudah usang dan tidak didukung untuk menambahkan banyak hal baru, tetapi pada akhirnya InnerSloth membatalkan rencananya. Pihaknya lebih memilih untuk fokus mengembangkan Among Us versi pertama karena kepopulerannya yang telah begitu kuat. Apa yang direncanakan untuk dimasukkan di Among Us 2, akhirnya akan ditambahkan di Among Us 1.

InnerSloth juga menambahkan bahwa pengguna dapat menantikan hal-hal baru yang akan ditambahkan di Among Us 1, diantaranya adalah perbaikan untuk masalah server, dukungan warna, sistem teman, dan panggung baru.

 

Cara Bermain Among Us

Among Us merupakan game online multiplayer, di mana pemain bisa memainkannya bersama dengan orang-orang terdekat secara daring. Jumlah maksimal pemain di game ini adalah 10 orang dengan jumlah impostor berkisar satu hingga tiga orang. Pemain Among Us ini akan terbagi menjadi dua peran, yaitu crewmates (awak pesawat) dan impostor (pengkhianat). Berlatar di pesawat ruang angkasa, seorang crewmates harus menyelesaikan beberapa misi dan memecahkan misteri siapa impostor di pesawat yang ditumpanginya sebelum ia sendiri dibunuh. Sedangkan, seorang impostor harus membunuh seluruh crewmates diam-diam dan jangan sampai tertangkap.

Saat crewmates mengerjakan task-nya, seorang impostor harus menjalankan misi untuk membunuh seluruh crewmates. Dalam menjalankan misinya, seorang impostor memiliki kemampuan untuk menyabotase pesawat, seperti mematikan lampu untuk mengalihkan perhatian crewmates.

Agar bisa menang, seorang impostor harus berhasil membunuh seluruh crewmates atau setidaknya menyamakan jumlah impostor dengan jumlah crewmates. Sedangkan, bagi crewmates untuk bisa memenangkan permainan adalah menebak dengan benar siapa imposter sebenarnya melalui voting rapat darurat.

Bagi crewmates yang terbunuh atau impostor yang ketahuan, mereka tidak lantas keluar dari permainan. Mereka akan mendapatkan peran baru sebagai ghost untuk membantu rekan sesama timnya.

 

Dampaknya Bak Pisau Bermata Dua

Sesuatu yang menarik ketika berbicara game online Among Us ini adalah adanya dua efek kontras yang bisa berdampak pada pemainnya. Selama ini, masih belum banyak artikel yang mengulas dampak buruk dari game online ini. Bisa jadi karena dampaknya memang belum terlihat.

Dari game ini, pemain dapat mengembangkan kemampuannya menyatakan pendapat di depan umum. Melalui rapat darurat di mana crewmates harus memilih siapa impostor-nya, seorang crewmates bisa mengambangkan kemampuan melontarkan argumen secara logis. Kemampuan tersebut sangat penting bagi seorang crewmates untuk menangkap impostor. Kemampuan tersebut juga penting bagi impostor untuk bisa melempar tuduhan dan menghasut antar crewmates agar dirinya bisa memenangkan game.

Tentu saja, kemampuan beretorika pemain bisa disandingkan dengan perumpamaan bak ‘pisau bermata dua’ di dunia nyata. Pilihan ada di tangan pemain itu sendiri, ingin di bawa ke mana oleh game populer ini.

 

Penulis: Rimaya Akhadiyah

 

Referensi:

Fiqih, Emier Abdul. (23 September 2020). Mengenal Game “Among Us” yang Lagi Viral dan Merusak Pertemanan. Cek Cara Main Among Us di Sini!. bobobox.co.id. Tersedia pada: www.google.com/amp/s/www.bobobox.co.id/blog/game-viral-cara-main-among-us/ (Diakses: 11 Oktober 2020).

Peters, Jay. (23 September 2020). Among Us Is So Popular That Its Developers Just Canceled The Sequel. The Verge. Tersedia pada: www.theverge.com/2020/9/23/21453499/among-us-2-sequel-popular-canceled-developers-innersloth (Diakses: 11 Oktober 2020).

Pratnyawan, Agung. (13 September 2020). Makin Laris, Among Us Ungguli Jumlah Player Fall Guys di Steam. HiTekno.com. Tersedia pada: m.hitekno.com/games/2020/09/13/181500/makin-laris-among-us-ungguli-jumlah-player-fall-guys-di-steam (Diakses: 11 Oktober 2020).

Viva. (3 Oktober 2020). Pengakuan Mengejutkan Pembuat Game Among Us. Viva.co.id. Tersedia pada: www.google.com/amp/s/www.viva.co.id/amp/digital/digilife/1308348-pengakuan-mengejutkan-pembuat-game-among-us (Diakses: 11 Oktober 2020).


TAG#inovasi  #media-sosial  #  #