» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Liputan Khusus
Tanggapi Keluhan Bentakan, Begini Kata Timdis
27 Agustus 2023 | Liputan Khusus | Dibaca 438 kali
Tanggapi Keluhan Bentakan, Begini Kata Timdis: - Foto: Dokumentasi Pribadi
Keberadaan tim disiplin (timdis) masih dipertahankan di UFO 2023. Pihak panitia menuturkan mereka telah melakukan usaha maksimal untuk mencegah panic attack ketika sesi timdis.

Retorika.id - Pelaksanaan UFO resmi berakhir pada 25 Agustus kemarin setelah digelar selama 3 hari berturut-turut. Seluruh maba merasakan momen dimana mereka mendapat ucapan nada tinggi dari panitia, utamanya timdis/tim disiplin.

Buyung, salah satu maba, menyatakan setuju dengan tindakan timdis yang melakukan penertiban kepada mahasiswa, seperti melakukan pengecekan kelengkapan atribut pada maba. “Oh ternyata role mereka kaya gini, sehingga kita harus maklum, harus taat kepada mereka,” ujarnya. 

Walaupun beberapa timdis melakukan hal tersebut dengan ucapan bernada tinggi, Buyung tidak masalah selama hal itu masih dalam batas wajar. Namun, Buyung juga punya evaluasi untuk timdis, yaitu dengan lebih mempertimbangkan kondisi kesehatan mahasiswa. Sebab, di


kelasnya yang berada di ruang A309 banyak maba yang mengalami panic attack saat timdis memberlakukan hal yang demikian.

Menanggapi hal tersebut, salah satu panitia dari pihak timdis memberikan keterangan bahwa pihaknya sudah mempertimbangkan semua hal yang akan dilakukan kepada maba nantinya. “Semua yang kita skenariokan pasti sudah diperhitungkan,” kata Zalva Nisrina sebagai salah satu staf timdis. Menurut Zalva, timdis sudah mengantisipasi kemungkinan buruk pada maba dengan memberikan google form pada maba guna mendata kesehatan dan kondisi maba. Pada hari-H pelaksanaan, maba yang memiliki masalah kesehatan khusus akan dipasangkan pita sebagai penanda. Saat timdis melakukan penertiban pada maba di dalam ruangan, timdis sengaja mengeluarkan maba dengan pita untuk mengurangi kemungkinan buruk terjadi. 

Namun, setelah upaya-upaya tersebut dilakukan, masih ada maba yang tumbang saat sesi bersama timdis. Mengenai hal ini Zalva juga menambahkan bahwa kesalahan ada di pihak maba yang melepas pita penanda kesehatan milik mereka.

“Tadi, masih ada memang beberapa maba yang ternyata mereka penasaran dengan sesi kami (timdis). Akhirnya pita tersebut dicopot saat sesi kami, dia masih berada di dalam (ruangan) padahal seharusnya tidak ada di dalam situ.” Menurutnya, timdis sudah melakukan upaya-upaya sebagai tindakan preventif untuk mencegah hal buruk terjadi kepada maba. 

Sebagai tim disiplin, Zalva menuturkan jika tugasnya memang mendisiplinkan maba. Selama maba sudah melaksanakan rangkaian UFO sesuai peraturan, timdis tidak akan menegur maba tanpa alasan yang jelas. Baginya, peran timdis di UFO masih tetap relevan untuk terus dilakukan selama penerapannya tepat. “Masih relevan tapi dengan penerapan yang situasional, ngga dengan harus teriak-teriak terus, ngga harus dengan bentak-bentak, tapi harus tetap substantif. Penerapannya harus lebih kondisional dan melihat kondisi di lapangan,” ucapnya. 

Di lain sisi, Happy, ketua UFO 2023, tidak membenarkan bahwa timdis membentak-bentak maba dengan sengaja. Khususnya pada hari ketiga, peran timdis memang sengaja diatur menjengkelkan bagi maba guna memantik semangat maba saat simulasi aksi di akhir pelaksanaan UFO nantinya. 



Penulis: Afifah Alfina & Nur Hidayah

Editor: Jingga Ramadhintya


TAG#akademik  #aspirasi  #demonstrasi  #dinamika-kampus