» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Mild Report
PRO KONTRA MAGANG KAMPUS MERDEKA
07 Februari 2022 | Mild Report | Dibaca 818 kali
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim resmi meluncurkan program “Merdeka belajar: Kampus merdeka”. Dengan tujuan agar Mahasiswa memiliki kompetensi, soft skill, dan hard skill yang dapat membantu Pendidikan Indonesia bersaing di level internasional. Namun, dalam setiap kebijakan baru selalu diikuti oleh berbagai pendapat pro kontra oleh berbagai pihak yang ada, terlebih karena program ini dirasa mengubah cukup banyak hal fundamental di dalam dunia pendidikan.

retorika.id-Kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) secara resmi meluncurkan kebijakan “Merdeka belajar: Kampus merdeka” pada 24 Januari 2020. Dalam kebijakan kampus merdeka ini terdapat empat kebijakan pendidikan yakni kebijakan mengenai otonomi pembukaan program studi baru, proses dalam re-akreditasi perguruan tinggi, perubahan status perguruan tinggi negeri badan hukum, dan kebijakan hak belajar tiga semester diluar program studi dan perubahan definisi sks.

Kampus merdeka memiliki beberapa program yang diluncurkan yakni Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Magang Bersertifikat, Indonesian International Student Mobility (IISMA), Studi Independen Bersertifikat, Proyek Kemanusiaan, Riset atau Penelitian, Membangun Desa (KKN Tematik), Program Kampus Mengajar, dan Program Wirausaha. Dalam program-program tersebut terdapat beberapa program yang sudah dijalankan dan diikuti oleh mahasiswa salah satunya yakni program magang bersertifikat kampus merdeka (MBKM).

Dengan berjalannya program MBKM secara tidak langsung juga diikuti oleh berbagai sikap pro dan kontra dari berbagai kalangan akademisi, baik dari dosen maupun dari mahasiswa sebagai pion eksekutor kebijakan ini. Pro - Kontra ini menjadi warna dalam kebijakan kampus merdeka dimana kebijakan ini dianggap oleh masyarakat sebagai gebrakan baru yang dilakukan menteri Nadiem Makarim dalam kepemimpinannya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Secara general pihak dosen yang pro dengan kebijakan ini, menyatakan bahwa program MBKM merupakan salah satu tiang penguat baru yang membantu dunia pendidikan untuk lebih maju, program ini juga membantu mahasiswa dalam mengeksekusi ilmu atau teori yang didapat dibangku perkuliahan untuk dipraktekkan langsung dalam dunia kerja dan program ini akan membuat semangat

®iklan

Pasang iklan di sini!
Hubungi » lpmretorikafisipua@gmail.com

®iklan

baru dalam dunia pendidikan Indonesia untuk menjadi yang lebih baik lagi.

Seperti pendapat dari Abdul Rahman Wahid seorang Dosen Sosiologi Universitas Negeri Jakarta, dilansir dari tempo.co (25/1) “Kebijakan ini sebagai semangat perubahan dunia pendidikan tinggi Indonesia untuk berubah ke arah yang lebih maju. Kebijakan tersebut harus dilihat dari semangatnya untuk mengubah dunia pendidikan tinggi di Indonesia yang memang sangat jauh dari suatu institusi pendidikan yang Ideal. Dengan kebijakan tersebut, ada semangat untuk mengubah, dengan adanya semangat untuk mengubah, akan banyak hal yang dapat dilakukan untuk menjadikan institusi perguruan tinggi menjadi lebih baik”.

Pendapat yang pro juga datang dari mahasiswa sebagai pelaksana kebijakan ini yang secara general menyatakan bahwa program MBKM adalah salah satu program yang dapat membantu menunjang skill setiap mahasiswa yang mengikutinya. Program ini membantu mahasiswa mengenal dunia kerja lebih cepat sehingga mahasiswa lebih memiliki sikap adaptif setelah lulus dari dunia perkuliahan, program MBKM juga dapat membantu mahasiswa memiliki banyak relasi dalam dunia pekerjaan yang dapat berperan sebagai connecting mahasiswa dengan dunia kerja setelah lulus dari perkuliahan.

Salah satunya yakni pendapat dari Riri Masyitah, Mahasiswa angkatan 2018 Jurusan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang (UNP) dilansir dari langgam.id (25/1), “Adanya program yang digalakkan oleh pemerintah ini memiliki banyak sekali manfaat, Dengan mendaftar di salah satu program kampus merdeka, yaitu magang bersertifikat di salah satu perusahaan media membuat bisa merasakan pengalaman baru bekerja di perusahaan dengan jaringan yang luas. Program kampus merdeka ini sangatlah bermanfaat. Setiap Mahasiswa bisa mendapatkan manfaat suasana kerja di dunia nyata yang tentunya akan bermanfaat selepas kuliah nanti”.

Dalam berpendapat di suatu kebijakan selain terdapat sikap yang pro terhadap kebijakan tersebut tentu juga terdapat sikap sebaliknya, yakni sikap yang kontra akan kebijakan ini. Sikap kontra juga datang baik dari dosen dan mahasiswa.

Secara umum pendapat-pendapat dari pihak dosen yang menyatakan kontra akan program MBKM yakni program MBKM atau program-program dari kampus merdeka hanya fokus pada mahasiswa saja dan kurang memperhatikan dosen yang juga sebagai bagian dari dunia pendidikan. selain itu, program ini dianggap tidak memiliki payung hukum yang kuat karena aturan dari kebijakan ini masih setingkat peraturan menteri yang mengakibatkan pada lemahnya sustainabilitas transformasi kampus karena jika nanti kepemimpinan dalam kementerian berubah maka kebijakan-kebijakan akan berubah lagi,  dan juga program MBKM dikhawatirkan akan membuat program magang yang dicanangkan justru menjadi alat bagi industri untuk mendapatkan tenaga kerja murah.

"Tanggung jawab penyesuaian ini seharusnya tidak hanya dibebankan pada perguruan tinggi, tetapi juga lembaga non-pendidikan untuk melindungi mahasiswa pada saat melakukan salah satu bentuk pembelajaran sehingga tidak dieksploitasi industri," dilansir dari tirto id (25/1).

Terdapat juga pendapat mahasiswa yang kontra mengenai kebijakan ini yakni mengenai anggapan bahwa program ini kurang bersahabat pada universitas-universitas swasta yang jauh dari pusat industri sehingga universitas-universitas tersebut susah untuk mendapatkan peluang magang di industri-industri besar.

Pro-kontra dalam suatu kebijakan memang selalu ada untuk menghiasi dan juga sebagai bahan evaluasi suatu kebijakan yang dibuat, salah satunya seperti pendapat dari berbagai pihak akademisi mengenai pro-kontra kebijakan kampus merdeka utamanya pada program magang bersertifikat kampus merdeka (MBKM). Pendapat-pendapat tersebut akan membantu dalam pembangunan suatu program agar semakin lebih baik lagi kedepannya.

 

Penulis : Elda Mubarok

Editor : Geovany Seno H

 

Referensi:

Abdul Rahman Hamid. 2020. Kampus Merdeka Menteri Nadiem. Tersedia di: https://kolom.tempo.co/read/1301198/kampus-merdeka-menteri-nadiem#:~:text=PADA%20Jumat%2C%2024%20Januari%202020,diberi%20nama%20%E2%80%9CMerdeka%20Belajar%E2%80%9D. ( diakses 25 Januari 2022)

Rahmadi. 2021. Cerita Mahasiswa Tentang Manfaat Kampus Merdeka. Tersedia di: https://langgam.id/cerita-mahasiswa-tentang-manfaat-program-kampus-merdeka/. ( diakses pada 25 Januari 2022)

Mohammad Bernie. 2020. Mahasiswa Tanggapi Kebijakan Kampus Merdeka Ala Nadiem Makarim. Tersedia di: https://tirto.id/mahasiswa-tanggapi-kebijakan-kampus-merdeka-ala-nadiem-makarim-evRo. (diakses pada 25 Januari 2022)


TAG#akademik  #gagasan  #  #