» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Mild Report
Konflik Berkepanjangan: Serangan Udara Israel Membombardir Palestina
29 Mei 2021 | Mild Report | Dibaca 412 kali
Konflik Berkepanjangan: Serangan Udara Israel Membombardir Palestina: - Foto: Kompas.com
Konflik antara Israel dan Palestina masih berlanjut hingga kini, Israel yang ingin menguasai tanah Palestina sering melakukan tindakan kekerasan terhadap warga Palestina yang membuat banyak orang terluka hingga meninggal. Belum lama ini, Israel kembali mengusik warga Palestina, pemandangan bangunan hancur, asap tebal dan kobaran api pun kembali terulang menghiasi langit Palestina.

retorika.id- Konflik bersenjata Timur Tengah  selalu menjadi perhatiandunia internasional yang  mengakibatkan banyak orang kehilangan nyawa. Salah satu negara yang disorot adalah Palestina, khususnya jalur Gaza banyak terjadi pertumpahan darah akibat banyaknya konflik, salah satunya adalah sengketa wilayah dengan pihak Israel.

Palestina adalah wilayah kecil yang berperan sangat besar terhadap sejarah Timur Tengah Kuno dan Modern, mayoritas agama yang dianut oleh warga Palestina adalah Islam, sedangkan Israel mayoritas beragama Yahudi.

Penjajahan atas bangsa Israel kepada Palestina yang berlangsung lebih dari tujuh dasawarsa terhitung sejak negara Israel berdiri pada tahun 1948 seakan tidak ada ujungnya. Terdapat masalah yang belum terselesaikan hingga kini sehingga warga Palestina belum menerima hak-hak mereka secara layak.  Dengan rasa tidak kemanusiaan,  Israel merenggut hak-hak Palestina.

Israel terus melakukan pencaplokan wilayah dengan melakukan kekerasan baik secara fisik maupun bersenjata pada warga Palestina. Belum lama ini, di tengah bulan suci Ramadhan, konflik antara  warga Palestina dan Israel kembali memanas mengakibatkan banyak perang narasi di media sosial antara pihak yang mendukung Palestina serta pihak yang mendukung Israel.

Akar Munculnya  Konflik Israel-Palestina

Tragedi kemanusiaan kembali terulang di  Palestina, konflik yang meletus ke permukaan sebagai akibat dari kasus “Hayy Sheikh Jarrah” yakni sebuah pemukiman di Yerusalem yang dihuni oleh puluhan keluarga Arab Palestina dan diminta oleh pihak Israel untuk segera angkat kaki meninggalkan wilayah tersebut pada pertengahan April sampai awal Mei.

Bagi Israel wilayah tersebut merupakan  tempat

®iklan

Pasang iklan di sini!
Hubungi » lpmretorikafisipua@gmail.com

®iklan

suci karena terdapat makam seorang imam agung Yahudi, padahal menurut mahkamah internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), wilayah tersebut bagian dari Palestina. Dari penggusuran yang dilakukan oleh Israel, ditolak oleh warga Arab Palestina, hingga berujung pada perlawanan warga Palestina di Yerusalem. 

Militer Israel melakukan tindak kekerasan hingga ke situs suci yakni Masjid Al-Aqsa dan mengusir warga Palestina yang sedang melakukan ibadah shalat di bulan Ramadhan.

Namun, konflik ini merambat hingga ke jalur Gaza yang merupakan basis gerakan Hamas (Harakat al-Muqawamah al-Islamiyyah). Balas dendam pun dilakukan Hamas sebagai otoritas di Gaza pasca bentrok antara warga Palestina dan militer Israel.

Hamas yang melancarkan serangan udara, membuat militer Israel geram. Israel pun turut melakukan serangan udara selama sepekan, bom roket yang dilancarkan Israel melesat dengan cepat menghancurkan gedung, salah satunya gedung  tiga belas lantai  yang dianggap menyembunyikan aset militer Hamas. Gedung itu bernama  Jala Tower yang dihuni kantor berita internasional, seperti Al Jazeera dan Associated Press.

Selain gedung, juga terdapat  rumah yang hancur, warga Palestina yang selamat dengan cepat mencari tempat aman untuk berlindung.  

Dari kejadian tersebut, Palestina pun kembali diselimuti pemandangan gedung yang runtuh, asap hitam, dan kobaran api. Selain itu, serangan tersebut juga mengakibatkan banyak warga Palestina yang menjadi korban luka-luka hingga meninggal, termasuk anak-anak.

Kondisi Warga  Palestina

Suasana bulan Ramadhan hendak menyambut  Idul Fitri yang seharusnya dipenuhi tangis haru dan dapat berkumpul bersama keluarga, hal itu tidak berlaku bagi warga Palestina.

Tahun ini, di saat umat Muslim sedunia merayakan hari kemenangan, warga Palestina dirundung kesedihan dan ketakutan melihat anggota keluarga menjadi korban serangan udara Israel dan rumah yang rata dengan tanah. Kondisi hari raya Idul Fitri di Palestina diiringi ledakan bom yang tidak tahu pasti kapan itu diledakkan. 

Warga Palestina pun mengungsi di jalur Gaza dan berlindung di sekolah-sekolah PBB. Pasokan listrik di seluruh Gaza pun juga sangat terbatas karena adanya kerusakan pada jaringan pembangkit listrik. Kondisi ini mengganggu penyediaan, perawatan, dan pelayanan  kesehatan, termasuk, air bersih dan sanitasi.

Respon Dunia Internasional 

Menyikapi situasi yang sedang terjadi di Palestina, Menteri Luar Negeri Qatar, YM Sheikh Mohammed Bin Abdulrahman Al Thani menemui kepala politik gerakan Islam Palestina Hamas, dan menyerukan agar Israel menghentikan serangan brutal pengeboman terhadap Palestina.

Selain itu parlemen Irlandia  juga merespon dengan mengeluarkan mosi pertama dari negara anggota Uni Eropa yang  mengutuk “aneksasi de facto” terkait tindakan Israel atas Palestina. Melalui Menteri Luar Negeri  Simon  Coveney  yang mengungkap bahwa mosi tersebut merupakan sinyal yang mendalam atas perasaan seluruh  warga Irlandia melihat kondisi Palestina yang sedang tidak baik.

Disisi lain, Indonesia melalui  Retno Marsudi  selaku Menteri Luar Negeri menyatakan bahwa mengecam tindakan Israel atas Palestina, yang mana pertempuran tersebut tidak boleh diteruskan karena telah banyak mengakibatkan banyak korban jiwa.

Retno Marsudi juga mendesak DK PBB untuk mengambil sikap tegas soal ketegangan yang sedang terjadi antara Israel dan Palestina. Selain itu turut meminta bantuan terhadap OKI (Organisasi Kerjasama Islam) dan GNB (Gerakan Non Blok) untuk meredakan ketegangan yang sedang terjadi di Timur Tengah tersebut.

Penulis: Dina Marga 

Editor: Sindhie Ananda Dwianti

 

Referensi: 

Suryana, W. 2021. Mengapa Serangan Israel Kerap Dilakukan pada Ramadhan? Tersedia di: https://www.republika.co.id/berita/qszmi5320/mengapa-serangan-israel-kerap-dilakukan-pada-ramadhan (diakses 27 Mei 2021)

Adams, P. 2021. Palestina-Israel: Sheikh Jarrah, wilayah sengketa yang rentan memicu pertikaian. Tersedia di: https://www.bbc.com/indonesia/dunia-57250414 (diakses 28 Mei 2021)

Amalia, A.2021.  Serangan Israel ke Gaza, Menlu Qatar Temui Hamas. Tersedia di: https://investor.id/international/serangan-israel-ke-gaza-menlu-qatar-temui-hamas (diakses, 28 Mei 2021)

Sisca, S. 2021. Irlandia Jadi Negara UE Pertama Akui "Aneksasi De Facto" Israel atas Tanah Palestina. Tersedi di: https://www.kompas.com/global/read/2021/05/27/123039270/irlandia-jadi-negara-ue-pertama-akui-aneksasi-de-facto-israel-atas-tanah?page=all (diakses 28 Mei 2021)

 

 


TAG#agama  #humaniora  #pemerintahan  #politik