» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: 081281600703.

Opini
Pemuda dan Sumpah Pemuda
27 Maret 2017 | Opini | Dibaca 702 kali
Peran Pemuda Kini di Sumpah Pemuda: - Foto: The Daily Star
Soekarno pernah mengatakan bahwa “Pemuda dapat mengguncang dunia”.

retorika.id. Mendekati peringatan hari Sumpah pemuda, rasanya kutipan yang pernah disampaikan Ir. Soekarno tentang kehebatan pemuda terus terngiang di kepala saya. Soekarno pernah mengatakan bahwa “Pemuda dapat mengguncang dunia”. Seketika terlintas sebuah tanda tanya dalam diri saya, apa yang bisa kami lakukan? Kami hanya segelintir pemuda yang mengikuti sebuah sistem yang ada, hal itulah yang dulu saya tahu. Namun seiring berjalannya waktu, saya mulai menyadari bahwa pemuda merupakan aset terbesar bangsa, pemuda adalah penerus jalannya suatu negara. Jumlah pemuda yang tidak sedikit tentunya menimbulkan pula banyak pemikiran yang berbeda, dan disadari perlu adanya sesuatu yang dapat menyatukan semangat para pemuda.

Kita sebagai bangsa Indonesia tentunya sangat mengenal apa itu Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda adalah janji para pemuda pada masa pergerakan nasional 1928 guna menyatukan semangat seluruh pemuda Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan bersama. Sampai saat ini, hendaknya Sumpah Pemuda masih terus dibudayakan dalam diri pemuda dalam kegiatan sehari-hari.

Sumpah Pemuda mengandung tiga butir

®iklan

Pasang iklan Anda di sini!
Hubungi » 082112438727

®iklan

penting yang perlu kita pahami. Sumpah Pemuda yeng menyatakan bertanah air yang satu, berbangsa yang satu, dan memiliki bahasa yang satu. Dengan demikian, tersirat sebuah maksud bahwa kita sebagai pemuda hendaknya menjaga nama baik negara ini, memajukan tanah air, dan tidak terpecah belah. Namun tidak jarang kita menemukan berbagai fenomena yang tidak sesuai dengan sumpah yang pernah kita ucapkan. Melihat fenomena yang terjadi rasanya pengaplikasian Sumpah Pemuda dalam kehidaupan sehari-hari perlu mendapat perhatian lebih dari kita.

Kita semua tentu pernah menyatakan rasa cinta kita pada tanah air ini, namun tidak banyak dari kita yang benar-benar menunjukkan rasa cintanya terhadap negeri ini. Salah satu contohnya adalah tidak sungguh-sungguh dalam mengaplikasikan Sumpah Pemuda yang pernah kita ucapkan. Kita sering kali mengritik sebuah kebijakan yang tidak sesuai dengan aspirasi kita, saling menyalahkan satu sama lain atas apa yang terjadi tanpa pernah kita sadari bahwa kita pernah mengucap janji “... bertanah air yang satu..” artinya kita memegang satu tanggung jawab yang sama untuk memperbaiki keadaan yang ada. Kita perlu melakukan sebuah aksi untuk memperbaiki dan memajukan tanah air ini, terlalu banyak kritik rasanya tidak membawa sebuah perubahan yang signifikan, tapi sebuah aksi dan tindakan nyata dari para pemuda akan membawa berjuta perubahan yang berarti.

Butir kedua Sumpah Pemuda yang maknanya kita berbangsa satu, yaitu bangsa Indonesia mengandung sebuah arti yakni kita harus bersatu dan bangga menjadi Indonesia, tidak lagi terpecah belah oleh berbagai hal, pada realitanya kita sering menemukan isu-isu perpecahan yang mengatasnamakan SARA. Bukan rahasia lagi apabila SARA menjadi sebuah kunci sukses pemecah belah bangsa ini. Kita semua mengerti dan paham akan hal itu, tapi tidak dapat dipungkiri bahwa kita juga terus terpancing akan hal-hal yang berbau SARA. Kita memang memiliki berbagai perbedaan, namun hendaknya kita tidak menjadikan hal tersebut sebagai hal yang dapat memecah belah persatuan yang ada, kita harus terus mengembangkan rasa toleransi yang kita miliki ditengah kemajemukan bangsa ini untuk menjaga keutuhan Indonesia .

Butir terakhir Sumpah Pemuda adalah mengakui adanya bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Problematika mengenai bahasa Indonesia saat ini adalah adanya bahasa-bahasa ‘alay’ yang secara tidak langsung merusak etika berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Kita sebagai pemuda memiliki tanggung jawab untuk menjaga bahasa Indoneisa agar tidak tercampur aduk dengan bahasa-bahasa ‘alay’ yang dapat mengancam tata cara berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

Sumpah Pemuda tidak dibuat begitu saja tanpa alasan yang berarti. Sumpah Pemuda memiliki fungsi untuk menyatukan semangat dan tujuan para pemuda untuk menyatukan negeri ini. Sebagai pemuda yang aktif menyongsong cita-cita bangsa, kita harus menanamkan rasa bangga dan cinta tanah air ini, terkadang kita perlu tidak hanya melihat kekurangan negeri ini, namun melihat kelebihan yang kita miliki dan berbangga atas hal tersebut. Memahami dan mengaplikasikan Sumpah Pemuda dalam kegiatan sehari-hari juga menjadi tugas penting kita sebagai pemuda. Sebagai pemuda, jangan hanya banyak bicara, mulailah tunjukkan aksi nyata.Lakukanapa yang kamubisa, dengan itu kau akan tahu berharganya kaubagi negeri ini. (Fa/Red) 

 

Anggia Chanza Widowati  


TAG#aspirasi  #gagasan  #sejarah  #sosial