» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: 085850150198.

Liputan Khusus
Pagelaran Aksi BEM Unair dan KASBI di Perayaan Hari Buruh Sedunia
02 Mei 2018 | Liputan Khusus | Dibaca 720 kali
Pagelaran Aksi BEM Unair dan KASBI di Perayaan Hari Buruh Sedunia: - Foto: Septyawan Akbar
Nyatanya May Day di Surabaya tak hanya terpusat pada satu gerakan saja. Aksi BEM Unair dan KASBI (Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia) merupakan salah satu alternatif dalam memperingati Hari Buruh kemarin. Apalagi unsur seni yang ditonjolkan menjadikan aksi May Day oleh kolaborasi dua kelompok ini menjadi menarik

retorika.id (1/5) Aksi unjuk rasa dan penyampaian aspirasi para buruh menjadi cara yang paling umum untuk dilakukan dalam peringatan Hari Buruh Sedunia. Melanjutkan tradisi yang ada KASBI (Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia), bersama BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Unair melakukan pagelaran Aksi di depan Gedung Surabaya Country di sekitaran Jalan Pahlawan dan Kantor Gubernur yang menjadi pusat massa penyampaian aspirasi buruh dalam peringatan May Day.

Massa aksi BEM Unair dan KASBI tiba di tempat pada pukul 14.00 setelah melakukan longmarch dari Taman Bungkul menuju Jalan Pahlawan. Perpaduan warna merah dan hitam mendominasi massa yang melakukan pergelaran aksi, dengan berbagai umbul-umbul dan poster yang berisi beberapa tuntutan buruh dan mahasiswa terhadap pemerintah Jokowi-JK. Pihak BEM menyebarkan selebaran pernyataan sikap mengenai Hari Buruh Internasional 2018. Empat tuntutan yang ada di selebaran yakni perealisasian janji pemerintah, mendesak pengekatan pengawasan terhadap tenaga kerja asing, pencabutan Perpres tahun 2018 yang dianggap akan merugikan buruh, dan

®iklan

Pasang iklan Anda di sini!
Hubungi » 082112438727

®iklan

penolakkan terhadap politik upah murah.

KASBI dalam berbagai posternya mengusung tuntutan SEPULTURA (Sepuluh Tuntutan Buruh dan Rakyat) yang berisi mengenai penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing, penolakkan upah murah, PHK dan pembatasan serta pengekangan serikat buruh, perlindungan terhadap hak-hak buruh perempuan, penangkapan dan pengadilan terhadap para pengusaha nakal, pemberlakuan jaminan sosial untuk buruh. KASBI juga dalam tuntutannya menyertakan penurunan harga BBM, dan pemberian pendidikan dan kesehatan gratis, penolakkan privatisasi dan pembangunan Industri, Tanah dan Air Indonesia untuk kesejahteraan rakyat.

Ketika panggung mulai didirikan, masa mulai melakukan orasi dan pementasan puisi yang dilakukan dalam pagelaran aksi.

 

Deklamasi Puisi dan Orasi di Aksi Massa

Orasi dan deklamasi puisi dilakukan oleh aksi masa, dalam upaya penyampaian aspirasi mereka. Sajak-sajak dari Wiji Thukul dan WS Rendra dibacakan dengan khidmat dan disaksikan oleh massa yang membentuk lingkaran di seputaran panggung. Kedua penyair ini menjadi ikon pergerakan dengan puisi-puisi perjuangan mereka.  “Aku masih utuh dan kata-kata belum binasa” menjadi salah satu penggalan puisi yang dibacakan. Lagu Internasionale dan Darah Juang juga turut dinyanyikan sebagai mars perjuangan dari kelompok buruh.

Terdapat perbedaan yang menarik yang terjadi antara pergelaran aksi massa BEM Unair dan KASBI, dengan aksi massa yang terdapat di depan Kantor Gedung Gubernur yang menjadi pusat aksi unjuk rasa buruh. Ketika orasi dan penuntutan janji menjadi cara utama yang dilakukan oleh masa buruh di panggung gubernur, Aksi BEM dan KASBI yang berada di depan gedung menggunakan medium seni sebagai upaya penyampaian aspirasi.

Berbagai monolog, puisi, dan senandung lagu perjuangan buruh terus dikumandangkan oleh aksi massa, yang juga turut diringi oleh orasi penuntutan hak dari kelompok buruh KASBI. Aksi massa terus berlangsung hingga pukul 15.45, yang ditutup dengan aksi teatrikal pembakaran replika peti mati yang merepresentasikan demokrasi, dan ditutup dengan lagu Internasionale dan ikrar janji pergerakan dari para buruh.

 

Mahasiswa dan Tanggung Jawabnya terhadap Masyarakat

Perbedaan yang mencolok yang membedakan pagelaran aksi KASBI, selain pengunaan medium seni alam penyampaian aspirasi, dengan adalah peranan mahasiswa yang diwakili oleh BEM Unair yang turut ikut serta dalam perayaan Hari Buruh Sedunia. Menteri Sosial dan Politik, BEM Unair Bobby Tanaya Gunawan dalam wawancara mengatakan bahwa, “mahasiswa memiliki tanggung jawab dalam penjunjungan Tridharma Perguruan Tinggi Negeri, dalam pendidikan, pengajaran, dan pengabdian masyarakat, termasuk di dalamnya adalah perjuangan hak buruh yang dicoba untuk diupayakan dalam aksi massa ini.”

“Harapan yang muncul dengan aksi massa ini adalah akan lebih mendorong mahasiswa agar lebih kritis, peduli, dan peka terhadap lingkungan sekitar yang masih terjadi ketimpangan, ketika kesejahteraan buruh yang notabene memberikan kontribusi besar bagi masyarakat, kesejahteraannya masih belum tercapai maka Indonesia masih belum benar-benar merdeka”, lanjutnya.

 

Reporter : Septyawan Akbar


TAG#aspirasi  #bem  #demonstrasi  #sosial