» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Pop Culture
Harapan Baru Konser Musik di Tengah Pandemi
05 Mei 2021 | Pop Culture | Dibaca 135 kali
Harapan Baru Konser Musik di Tengah Pandemi: - Foto: BBC.COM
Pandemi covid-19 yang terjadi sejak setahun yang lalu melumpuhkan berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah industri hiburan. Banyak pegiat seni yang harus menunda bahkan membatalkan konsernya karena tidak memungkinkan jika tetap dilaksanakan. Namun, banyak peneliti yang mengadakan eksperimen dalam melaksanakan konser musik dengan harapan jika menunjukkan keadaan baik, maka pagelaran musik bisa diadakan kembali.

retorika.id- Beberapa negara menggelar konser sebagai bentuk eksperimen di tengah pandemi Covid-19. Eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh virus corona berdampak pada budaya populer, dalam hal ini musik. Negara-negara seperti Spanyol, Inggris, Belanda, dan Jerman mengadakan konser dengan mengajak ribuan relawan untuk berpartisipasi dalam proyek eksperimen ini.

Restart-19 di Jerman

Restart-19 merupakan nama dari studi konser yang diadakan oleh para peneliti di Jerman yang bertujuan menginvestigasi kondisi saat acara berlangsung di tengah situasi pandemi(22/8/2020). Konser ini dilaksanakan di dalam ruangan, para penontonnya  menikmati konser dengan duduk di kursi yang telah disediakan.

Konser pop ini dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam satu hari dan pelaksanaannya  dengan konsep yang berbeda. Yang pertama dilaksanakan tanpa memperhatikan keamanan dengan memproyeksikan keadaan sebelum pandemi. Konser yang kedua dilaksanakan dengan menyediakan layanan kebersihan yang lebih baik. Lalu konser terakir dilakukan dengan pembatasan sosial dan menjaga jarak sejauh 1,5 meter.

Sebanyak seribu lima ratus penonton berusia18-50 tahun mengambil bagian dalam eksperimen ini. Sebelum menikmati konser, para penonton  menjalani tes terlebih dahulu dan dibekali masker serta alat pelacak untuk mengukur jarak mereka. Tempat konser juga diberi disinfektan fluoresen agar peneliti dapat mengidentifikasi tempat yang paling sering dijamah oleh peserta.

Kepala dari studi konser ini mengaku puas dengan eksperimen yang ia lakukan. Para peneliti mengungkapkan bahwa konser yang diadakan di dalam ruangan dengan kewaspadaan kebersihan yang ketat, seperti masker dan jarak fisik, serta ventilasi ruangan yang baik memiliki tingkat penularan yang rendah pada jumlah keseluruhan infeksi yang mungkin terjadi.

®iklan

Pasang iklan di sini!
Hubungi » lpmretorikafisipua@gmail.com

®iklan

class="p">Konser Love of Lesbian di Spanyol

Sebanyak lima ribu penonton  menjadi bagian dalam percobaan konser rock  yang diselenggarakan di Barcelona, Spanyol (27/03/21). Sebelum memasuki arena konser, para penonton diarahkan untuk melakukan tes dengan dibantu sebanyak 80 orang perawat berpakaian lengkap (APD) yang bertugas melakukan tes kepada para penonton di tiga tempat yang berbeda.

Setelah pengetesan, hasil akan diberikan kepada penonton sekitar 10-15 menit setelah tes melalui ponsel masing-masing. Jika hasilnya dinyatakan negatif, para penonton  diperbolehkan masuk ke arena konser setelah melewati pengecekan suhu.

Pada saat konser berlangsung, peneliti tidak memberikan peraturan khusus. Penonton diperkenankan untuk berdiri berdekatan dan melakukan kontak fisik, tetapi  harus tetap memakai masker. Seusai konser, tiap penonton dites kembali dan dimonitor keadaannya selama 14 hari.

Salah satu epidemolog yang menjadi  anggota peneliti, Josep Maria Llibre mengatakan bahwa tidak ada bukti penularan saat konser digelar. Memang terdapat enam orang yang dinyatakan positif virus corona , tetapi enam orang tersebut tidak tertular melalui konser dan gejala yang diperlihatkan masih tergolog ringan.

Back to Live di Belanda

Eksperimen konser yang dilakukan di Belanda (20/3/21) dihadiri lebih dari seribu orang bertajuk Back to Live ini dilaksanakan  dengan persetujuan Pemerintahan Belanda.

Sebelum masuk ke tempat konser, para penonton  melakukan pengecekan suhu dan melampirkan hasil tes PCR negatif. Setelah itu  juga dibekali sensor yang dikenakan di leher untuk melacak pergerakan para penonton. Di dalam konser musik tersebut para penonton dikelompokkan menjadi beberapa kelompok diantaranya ada kelompok yang diwajibkan memakai masker, ada yang diizinkan untuk melakukan mobilisasi, dll.

Hasilnya, dari enam acara yang dilaksanakan dan sekitar enam ribu  orang yang bergabung, hanya sekitar lima orang yang terinfeksi virus corona. Para peneliti mengungkapkan bahwa hasil ini dinilai memuaskan, tetapi masih harus dikaji ulang.

Festival Satu Malam di Inggris

sebanyak kurang lebih lima ribu orang berkumpul tanpa mengenakan masker dan menjaga jarak dalam konser eksperimen yang dilaksanakan di Liverpool (2/5/21). Namun, sama seperti eksperimen lainnya bahwa para peserta diharuskan untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu sehari sebelum konser dilaksanakan. 

Dengan ketentuan peserta yang hasil tes nya negatif  boleh memasuki ruangan tersebut. Namun, lima hari setelah konser dilaksanakan (7/5/21), peserta wajib melakukan tes ulang untuk mengetahui tingkat tertularnya virus corona akibat konser.

Para ilmuwan Inggris turut mempelajari faktor-faktor lain seperti pergerakan, interaksi penonton, ventilasi, durasi dan sebagainya untuk mengetahui kondisi festival musik yang sedang berlangsung.

Dengan adanya  eksperimen konser musik yang dilakukan oleh berbagai negara,  diharapkan dapat menjadi acuan bagi negara lain terutama para pegiat seni untuk melaksanakan konser  dengan memperhatikan protokol kesehatan, keamanan dan kenyamanan penonton serta pengisi acara.

 

Penulis: Kadek Putri Maharani

Editor:Dina Marga

 

Referensi:

 Aida, Nur Rohmi.(2021). Belanda Teliti Konser Musik di Tengah Pandemi dengan Lebih dari 1.000 Orang. Tersedia di: https://www.kompas.com/tren/read/2021/03/25/112200265/belanda-teliti-konser-musik-di-tengah-pandemi-dengan-lebih-dari-1.000-orang?page=all diakses pada 3 Mei 2021

 Astuti, Irawati D. (2021). 5000 Orang Berpesta Di Liverpool Untuk Eksperimen Covid-19. Tersedia di: https://www.beritasatu.com/hiburan/768967/5000-orang-berpesta-di-liverpool-untuk-eksperimen-covid19 diakses pada 3 Mei 2021

 Endarti. 2020. Ilmuwan Jerman Gelar Eksperimen Konser Musik Untuk Selidiki Penyebaran Corona. Tersedia di:https://akurat.co/ilmuwan-jerman-gelar-eksperimen-konser-musik-untuk-selidiki-penyebaran-corona?page=1 Diakses pada 3 Mei 2021

Utomo, Adi Priyanto.(2021). Pelajari Risiko Transmisi Covid-19 Dalam Kerumunan, Peneliti Jerman Gelar Eksperimen Konser. Tersedia di:https://www.kompas.com/global/read/2020/08/24/155903870/pelajari-risiko-transmisi-covid-19-dalam-kerumunan-peneliti-jerman-gelar?page=all  Diakses pada 3 Mei 2021

Youngs, Ian.(2021). Covid di Inggris: Eksperimen konser musik ribuan orang tanpa masker dan jaga jarak yang membawa kembali masa-masa indah - untuk satu malam. Tersedia di :https://www.bbc.com/indonesia/majalah-56969207 Diakses pada 3 Mei 2021

 


TAG#event  #musik  #seni  #