» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Mild Report
Heat Wave Melanda Dunia, Bagaimana dengan Indonesia?
26 Mei 2023 | Mild Report | Dibaca 326 kali
Heat Wave Melanda Dunia, Bagaimana dengan Indonesia?: - Foto: google images
Belakangan ini sebagian besar negara di dunia merasakan cuaca ekstrem. Cuaca esktrem dapat menimbulkan masalah dalam banyak aspek kehidupan. Hal ini merupakan salah satu akibat dari fenomena pemanasan global. Bangladesh adalah negara yang paling terkena dampak dari adanya fenomena cuaca ekstrem ini.

Retorika.id- Heat wave atau yang sering kita sebut dengan gelombang panas merupakan salah satu fenomena yang terjadi belakangan ini. Menurut World Meteorological Organization (WMO), heat wave merupakan kondisi udara panas yang berkepanjangan selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut dengan suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hari biasa sekitar 5°C bahkan lebih. Heat wave termasuk dalam keadaan cuaca ekstrem, sehingga fenomena ini merupakan fenomena serius yang harus diperhatikan agar tidak menyebabkan masalah sosial yang merugikan banyak pihak.

 

Belum lama ini, banyak negara yang terpapar oleh heat wave. Menurut BMKG,


pada periode 11-21 April 2023, Kota Khumarkali, Bangladesh merupakan kota dengan suhu tertinggi di Asia dengan suhu 51,2°C. Dengan kata lain, Khumarkali merupakan kota yang paling terdampak dengan paparan heat wave. Negara Asia lain yang terpapar heat wave adalah Myanmar, India, dan Thailand dengan rata-rata suhu cuaca sekitar 4C. 

 

Menurut pakar iklim, heat wave terjadi akibat pemanasan global yang terjadi di seluruh dunia, ada udara yang terperangkap karena adanya tekanan tinggi di wiliayah tertentu, sehingga udara tersebut tidak dapat naik ke atmosfer ke tempat yang lebih tinggi. Udara yang terperangkap akan menghangat dan memanas karena terpapar oleh sinar matahari langsung.

 

Dampak dari heat wave bermacam macam dan dapat menimbulkan masalah sosial berkepanjangan. Mulai dari masalah kesehatan sampai ekonomi. Efek heat wave bagi manusia adalah heat stroke. Heat stroke timbul ketika seseorang mengalami keadaan temperatur suhu tubuh meningkat di luar batas toleransi tubuhnya akibat dari terkena paparan cuaca dan suhu panas. Heat stroke dapat membuat kulit seseorang menjadi kering, dehidrasi, pingsan, pembekuan darah, dan bahkan kehilangan nyawa.

 

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki cuaca panas. Namun menurut BMKG, cuaca panas yang melanda Indonesia merupakan bukan serangkaian dari efek gelombang panas. Cuaca tertinggi di Indonesia berada di Ciputat, dengan suhu 37°C. Suhu tersebut adalah suhu harian yang berasal dari efek siklus matahari tahunan. Ditambah, gelombang panas biasanya terjadi di daerah subtropis, bukan ekuator. Juga suhu di Indonesia tidak bertambah 5°C yang menjadi ciri-ciri suatu negara tersebut sedang dilanda cuaca ekstrem.

 

Namun, terlepas dari apakah Indonesia terkena heat wave atau tidak, kita harus tetap menjaga kesadaran bahwa efek dari pemanasan global sangat merugikan dan kita sebagai makhluk berbudi harus menjaga bumi, tempat kita berpijak, agar semua makhluk hidup tetap nyaman dan aman untuk tinggal bersama di bumi.



Penulis: Rizfira Yasmin

Editor: Vellanda Hardian 


TAG#kerakyatan  #lingkungan  #lpm-retorika  #