» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Liputan Khusus
Pendekatan Pentahelix Berbasis Komunitas sebagai Upaya Penanganan Covid-19
07 Juli 2020 | Liputan Khusus | Dibaca 654 kali
Pendekatan Pentahelix Berbasis Komunitas Sebagai Upaya Penanganan Covid-19: sumber: Foto: akun instagram PPKKUA
Webinar yang bertajuk “Dinamika Kebijakan dalam Penanganan Covid-19” berlangsung via Zoom pada hari Senin (6/7/2020). Webinar tersebut diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga. Jubir Nasional Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dr. Achmad Yurianto selaku narasumber mengatakan, “Pendekatan pandemi Covid-19 ini harus menggunakan pendekatan pentahelix yang berbasis pada komunitas.”

retorika.id- Webinar yang bertajuk Dinamika Kebijakan dalam Penanganan Covid-19 berlangsung via Zoom pada hari Senin (6/7/2020). Webinar tersebut diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga dengan menghadirkan rektor Unair, Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak. sebagai keynote speaker. Selain itu, tiga narasumber lainnya, yakni Dr. Achmad Yurianto (Jubir Nasional Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19), Dra. Hj. Khofifah IP., M.Si (Gubernur Jawa Timur), dan Dr. (H.C) Ir. Tri Rismaharini, M.T. (Walikota Surabaya). Namun, kehadiran Gubernur Jawa Timur dan Walikota Surabaya digantikan oleh Direktur Utama RSUD dr Soetomo, dr Joni Wahyuadi.

Webinar ini dipandu oleh Noer Sidik, SS., M.Hum. selaku host dan moderator Dr. dr. Brahmana Askandar, SpOG(K). Penyelenggaran webinar tersebut bertujuan untuk membuka ruang diskusi mengenai kebijakan dalam menangani pandemi Covid-19 yang berlangsung di

®iklan

Pasang iklan di sini!
Hubungi » lpmretorikafisipua@gmail.com

®iklan

Indonesia. Acara diawali dengan pemaparan dari Dr. Achmad Yurianto yang mengatakan bahwa pandemi Covid-19 ini merupakan kedaruratan kesehatan masyarakat dan bencana nasional.

“Seperti yang dikatakan oleh Presiden Jokowi bahwa pandemi Covid-19 adalah kedaruratan kesehatan masyarakat. Dalam kacamata ini, seluruh kapasitas bangsa dan negara harus menempatkan Covid-19 sebagai penyakit yang menimbulkan kedarutan kesehatan masyarakat,” ujar Dr. Achmad Yurianto.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, disebutkan bahwa potensi penyebab bencana di wilayah NKRI dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis bencana, yaitu bencana alam, bencana non alam, dan bencana sosial. Dalam hal ini pandemi tergolong ke dalam bencana alam.

Oleh karena itu, pendekatan pandemi Covid-19 harus menggunakan pendekatan pentahelix yang berbasis pada komunitas. Pentahelix adalah lima jalinan yang terdiri dari kata ‘penta’ yang berarti lima dan ‘helix’ yang berarti jalinan. Yurianto mengatakan bahwa pendekatan pentahelix ini melibatkan lima unsur, yaitu pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.

Dari pihak pemerintah, seperti lembaga eksekutif, yudikatif, dan legislatif harus mampu ikut andil dalam pembuatan kebijakan untuk menghambat laju penularan Covid-19. Tidak hanya dari pemerintah beserta jajarannya, masyarakat juga dilibatkan dan diposisikan sebagai objek sekaligus subjek dalam pencegahan Covid-19.

Di samping itu, dunia usaha juga berperan dalam mengawal sektor perekonomian selama pandemi Covid-19 melalui kajian ilmiah. Menurut pakar ekonomi, Prof. Badri Munir Sukoco memaparkan bahwa strategi kebijakan penanganan pandemi Covid-19 dilakukan dengan menerapkan perspektif behavioral economic. Perspektif itu menjelaskan bahwa pembangkitan ekonomi tergantung dari narasi yang dibuat oleh pemerintah. “Jika narasi yang dibuat oleh pemerintah takut untuk spending, maka ekonomi untuk bangkit akan susah,” ucap Prof. Badri.

Pemulihan ekonomi perlu memahami perilaku ekonomi masyarakat, dan ekonomi naratif dapat menjadi alternatif pendekatan yang efektif. Meningkatkan consumer dan business confidence index penting guna menggerakkan ekonomi domestik, ketika globalisasi sedang dikekang. Upaya pemulihan tersebut tentunya melibatkan para akademisi dalam menentukan strategi based on research.

Indonesia adalah negara dengan optimism dan willingness to spend yang tinggi. Hal itulah yang menjadi modal besar bagi perekonomian Indonesia untuk bangkit di tengah-tengah wabah Covid-19. Upaya pembangkitan itu dapat diwujudkan melalui berita dan cerita yang positif untuk membangkitkan harapan dan optimisme masyarakat. Dengan begitu, peran media sebagai bagian yang konstruktif dapat memberikan edukasi yang komprehensif kepada masyarakat.

 

Penulis: Alvidha Febrianti


TAG#pemerintahan  #universitas-airlangga  #  #