» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Info Kampus
Nilai IPK dalam Dunia Kerja, Penting Ngga Sih?
06 Februari 2021 | Info Kampus | Dibaca 108 kali
Nilai IPK dalam Dunia Kerja, Penting Ngga Sih?: - Foto: Droidlime.com
Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK menjadi momok menakutkan bagi mahasiswa. Pasalnya, IPK seringkali dikaitkan dengan jenis pekerjaan yang didapat. Semakin bagus nilai IPK, maka peluang untuk mencari pekerjaan juga akan semakin besar. Cukup pentingkah IPK dalam dunia kerja?

retorika.id-Perlu diketahui bahwa IP adalah Indeks Prestasi atau perhitungan nilai untuk setiap mata kuliah. Sedangkan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) adalah keseluruhan atau kumulatif dari nilai yang masuk.

Umumnya, IPK dikatakan sempurna apabila menyentuh angka 3,51 ke atas atau biasa disebut sebagai cum laude. Banyak mahasiswa yang menginginkan nilai IPK sempurna di tiap semesternya. Namun, hal itu bukanlah hal yang mudah.

Sebelum membahas lebih lanjut terkait pengaruh IPK dalam dunia kerja, suka atau tidak suka, setiap orang memiliki kecerdasan dalam berbagai bentuk, yakni cerdas secara akademik maupun non-akademik. Sehingga, nilai IPK yang bagus tidak menjamin bahwa seseorang benar-benar pandai dalam memahami teori yang dipelajari.

Terdapat kasus seperti kemampuan berbahasa (speaking) dan menulisnya sangat baik, tetapi IPK yang mereka dapat di bawah 3,51 atau

®iklan

Pasang iklan di sini!
Hubungi » lpmretorikafisipua@gmail.com

®iklan

masih belum sempurna.

Sayangnya, sampai saat ini banyak perusahaan atau institusi yang menuntut kandidat pegawainya memiliki IPK minimal di atas 3.00. Hal ini dikarenakan nilai IPK yang tinggi diasumsikan bahwa kandidat pegawai tersebut sukses memahami teori dan aplikasi jurusannya dengan baik. Kesuksesan di bangku kuliah ini juga dijadikan sebagai parameter untuk menentukan karakter kandidat pegawai.

Kuliah dan pekerjaan memang dua hal yang dianggap saling berkaitan. Akan tetapi, Runi Indrani, Managing Editor Helloball yang dikutip dari rencanamu.id, mengatakan, “Nggak terlalu berpengaruh tuh, walaupun IPK sempat bikin aku nggak percaya diri. Tapi sekarang kalau merekrut pegawai (penulis majalah), aku pun nggak melihat nilainya, tapi pengalamannya”.

Bagaimana dengan bidang pekerjaan lainnya? Lowongan pekerjaan dari perusahaan terkemuka di bidang konsultasi, keuangan, dan teknologi paling sering ditemukan mencantumkan IPK di atas rata-rata sebagai salah satu persyaratan utama. Mereka−yang memiliki IPK di atas rata-rata−bisa dipastikan selalu dibanjiri lamaran kerja, sehingga nilai IPK tinggi ini pun dijadikan saringan awal agar hanya kandidat yang benar-benar berkualitas yang bisa maju ke tahap wawancara.

Namun, hal ini bukan berarti mahasiswa dengan nilai IPK rendah kehilangan peluang untuk meraih pekerjaan impiannya. Kuncinya ada pada bagaimana memberi konteks terhadap nilai IPK tersebut. Misalnya seperti menceritakan tantangan yang dihadapi saat itu dan apa yang ditemukan sehingga berhasil lulus. Pengalaman berorganisasi selama kuliah juga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk bekerja di suatu perusahaan atau institusi.

 

Penulis : Edsa Putri Ayu Dewita

 

Referensi

Okenews. 2018. Diakses dalam https://news.okezone.com/read/2018/11/03/65/1972902/seberapa-penting-ipk-dalam-pencarian-kerja, pada 5 Februari 2021.

Quora. 2020. Diakses dalam https://id.quora.com/Apakah-IPK-benar-benar-memengaruhi-kita-di-dunia-kerja-Jika-tidak-apa-yang-harus-saya-persiapkan-agar-saya-bisa-berkembang-di-dunia-pekerjaan-saya-nanti, pada 5 Februari 2021.

Rencanamu.id. 2016. Diakses dalam https://rencanamu.id/post/sudut-pandang/pro-kontra-nilai-ipk-penting-nggak-sih, pada 5 Februari 2021.


TAG#akademik  #  #  #