» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Mild Report
Habis Teriak “Medis”, Sopir Ambulans di Solo Tetap Dihajar Polisi
02 September 2025 | Mild Report | Dibaca 386 kali
Aksi solidaritas di Solo ricuh, sopir ambulans dan pengawalnya dipukul polisi meski sudah berteriak “medis”.

Retorika.id - Malam Jumat (29/8/2025), suasana Kota Solo mendadak mencekam. Massa yang sebelumnya bubar usai aksi solidaritas kembali memadati kawasan Gladak. Api dari pembakaran water barrier membumbung, sementara pot bunga dan pembatas jalan tampak rusak berserakan. Situasi makin panas saat aparat kepolisian datang untuk membubarkan kerumunan. Massa melempar batu, kayu, hingga besi ke arah petugas. Polisi pun membalas dengan tembakan gas air mata yang membuat kerumunan kocar-kacir.

Di tengah kepanikan, sebuah ambulans mencoba menembus kerumunan. Sopirnya, Indra Mahardika, hendak mengevakuasi seorang demonstran yang jatuh akibat sesak napas terkena gas air mata. Dalam rekaman amatir yang beredar, terdengar teriakan “Medis! Medis!” berulang kali, menegaskan bahwa kendaraan itu datang untuk menyelamatkan korban, bukan bagian dari massa demonstran. Namun, situasi berubah tak terduga.

Indra justru ditarik dari sisi kanan ambulans


dan dipukul oleh oknum polisi, meski telah berteriak bahwa dirinya tenaga medis. Ketua Perkumpulan Driver Ambulance Solo Raya (Pedas), Dwi Ardiyan, membenarkan insiden tersebut. “Ambulans sudah mau masuk, tapi diblokade aparat. Tahu-tahu sopirnya ditarik dan dihajar,” ungkapnya.

Nasib serupa menimpa pengawal ambulans, Raditya Bagas Nugroho, yang sedang membuka jalan. Ia dihentikan, dipukul, bahkan motornya ditendang aparat. Raditya menuturkan bahwa dirinya berusaha lari ke arah ambulans untuk mencari perlindungan, tetapi ia tetap dikejar dan dipukul. Saat sopir ambulans turun untuk membantunya, justru ia juga terkena pukulan di kepala hingga mengalami luka.

Beruntung, rekan-rekan relawan sigap menarik Raditya masuk ke dalam ambulans lalu mengunci pintu. Keduanya segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Raditya dirawat di RS Panti Waluyo, sementara Indra dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Solo.

Raditya menyayangkan perlakuan aparat yang menurutnya berlebihan, padahal dirinya hanya bertugas membantu evakuasi korban. “Saya dituduh sebagai provokator dan langsung dihajar. Motor saya juga tertinggal di lokasi. Saat dicek teman saya, motornya sudah tidak ada,” ujarnya.

Insiden ini memicu kemarahan komunitas relawan. Sejumlah pengemudi ambulans mendatangi Mapolresta Solo untuk melapor, bahkan mengancam akan menggelar aksi lebih besar jika dalam 3x24 jam tidak ada tindak lanjut.

Menanggapi hal tersebut, Wakapolresta Solo AKBP Sigit menyatakan permintaan maaf dan memastikan pihaknya bertanggung jawab penuh. Ia menegaskan korban telah mendapat penanganan medis serta berjanji memproses anggota yang terbukti melakukan pelanggaran. “Korban sudah kami temui dan kami pastikan mendapat perawatan. Kami akan tindak anggota sesuai aturan,” ujarnya lewat pernyataan video.

Kasus pemukulan relawan medis ini menambah daftar panjang ketegangan aksi solidaritas atas meninggalnya Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online yang sehari sebelumnya tewas terlindas kendaraan taktis Brimob di Jakarta. Dari tragedi itu, gelombang demonstrasi merebak ke berbagai daerah, termasuk Solo, yang kini menyisakan luka baru: ketika teriakan “medis” sekalipun tak mampu menghentikan pukulan aparat.

Referensi

https://www.tribunnews.com/regional/2025/08/30/sudah-teriak-medis-sopir-ambulans-tetap-dihajar-polisi-wakapolresta-solo-langsung-kita-tindak?page=3

https://regional.kompas.com/read/2025/08/30/000301678/tim-medis-di-solo-dipukuli-brimob-saat-evakuasi-korban-kericuhan

Penulis: Vanyadhita Iglian

Editor: Hayuna Nisa

 


TAG#demonstrasi  #kerakyatan  #sosial  #