.jpg)
Beberapa pekan lalu, Zohran Mamdani, kandidat muslim dari Partai Demokrat, mengejutkan publik dengan memimpin perolehan suara dalam pemilu wali kota New York. Namun, identitasnya sebagai muslim dan pendekatan politiknya yang progresif juga memicu gelombang serangan retoris bernada Islamofobia dari berbagai tokoh sayap kanan.
Retorika.id - Amerika Serikat adalah negara yang dikenal dengan sikap kerasnya terhadap kekuatan-kekuatan Islam. Tidak hanya dalam kebijakan luar negeri seperti dukungannya kepada Israel atau serangannya terhadap Iran pada Juni lalu, melainkan juga pembungkaman pada suara-suara muslim atau pro-muslim di dalam negeri. Namun, baru-baru ini AS dikejutkan dengan hasil pemilihan umum wali kota New York berdasarkan peringkat di putaran pertama, dimana seorang muslim, Zohran Mamdani berhasil memenangkan pemilu dengan selisih suara yang cukup signifikan. Sebagai wakil yang maju dari Partai Demokrat, Zohran berhasil meraih 43% suara dari total 95% suara yang telah masuk, unggul 7% dari pesaingnya, Andrew Cuomo, mantan gubernur New York yang mundur pada 2021 karena tersandung kasus pelecehan seksual.
Zohran maju sebagai calon wali kota New York dengan membawa kampanye yang pro-masyarakat. Salah satu program yang menjadi tonggak kampanyenya adalah hunian terjangkau bagi warga New York. Program ini disambut hangat oleh warga, mengingat dampak luas dari meroketnya harga sewa properti dan hunian di kota tersebut. Isu tunawisma yang merajalela akibat harga hunian yang semakin tidak terjangkau juga menjadi perhatian utama Zohran dalam kampanyenya. Tak hanya itu, Zohran juga menampilkan dirinya sebagai sosok dengan citra progresif dan ramah terhadap masyarakat yang termarjinalisasi. Ia membawa citra dirinya sebagai muslim, sebagai salah satu kelompok masyarakat marjinal, untuk menunjukkan keberpihakannya terhadap hak-hak semua warga New York terlepas dari identitas ras, etnis maupun seksualitasnya. Hal ini ditunjukkan dari keikutsertaannya dalam Pride Parade sebagai aksi solidaritas terhadap komunitas LGBTQ+ pada Juni
lalu dan video-video kampanyenya yang menggunakan berbagai bahasa.
Kampanye Zohran mendapat sambutan positif, tidak hanya dari masyarakat New York, melainkan juga menarik perhatian dari segala penjuru dunia. Identitas Zohran sebagai muslim serta kampanyenya yang progresif dianggap sebagai angin segar dari situasi politik AS yang semakin konservatif di bawah pemerintahan Donald Trump. Namun, meskipun mendulang banyak dukungan, Zohran otomatis berada di bawah ancaman upaya penjegalan dari berbagai pihak, terlebih politikus-politikus sayap kanan. Dilansir dari New York Times, Trump sendiri telah melayangkan ancaman penangkapan Zohran atas tuduhan migrasinya ke AS secara ilegal, meskipun tuduhan tersebut tidak berdasar. Trump juga menuduh Zohran sebagai seorang komunis yang didasari dari program kampanye Zohran mengenai pemajakan terhadap miliuner dan pernyataan-pernyataannya yang cenderung sosialis. Sebutan ‘’radikal kiri gila’’ juga lolos dari pernyataan Trump. Puncaknya, Trump mengancam akan mengambil alih otonomi New York dan mengalihkannya ke bawah kekuasaan federal apabila Zohran berhasil memenangkan pemilu di putaran kedua pada November 2025 nanti.
Pergerakan politik AS yang konservatif di bawah pemerintahan Trump membawa banyak narasi-narasi Islamofobia semakin keras terdengar. Kemunculan Zohran sebagai calon wali kota New York dan identitasnya sebagai seorang muslim kemudian memicu munculnya banyak diskursus-diskursus mengenai Islam dan muslim di AS. Berbagai narasi dan komentar bernada Islamofobia dilayangkan dalam konteks kemenangan Zohran. Komentator sayap kanan, Angie Wong mengatakan dalam wawancaranya dengan CNN bahwa ia mengkhawatirkan keselamatan warga New York yang akan dipimpin oleh wali kota muslim. Anggota kongres, Randy Fine, di sisi lain menuduh Zohran akan membangun kekhalifahan di New York. Sedangkan anggota DPR Andy Ogles melayangkan surat kepada Departemen Kehakiman Amerika Serikat untuk meminta agar kewarganegaraan Zohran dicabut sekaligus dideportasi.
Meskipun kemunculan Zohran sebagai calon wali kota muslim New York pertama menjadi salah satu simbol progresivitas politik di New York, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa sentimen anti-Islam masih begitu melekat di antara masyarakat AS. Narasi dan intimidasi yang dilayangkan oleh banyak politikus dan aktivis sayap kanan tidak hanya mengancam Zohran sebagai individu, melainkan juga mengancam komunitas-komunitas muslim di New York. Meskipun begitu, kemenangan Zohran dalam pemilu wali kota New York pada November nanti akan mendatangkan angin segar dalam lanskap politik AS kedepannya. Identitas Zohran sebagai muslim membuat dirinya menjadi simbol representasi dari kelompok minoritas di New York. Program-programnya yang pro-masyarakat juga menjadi harapan bagi warga New York untuk bisa hidup lebih layak dan menikmati fasilitas umum yang terjangkau dan inklusif.
Referensi:
Amerika Serikat: Siapa Zohran Mamdani, calon wali kota muslim pertama di New York? (2025, June 28). BBC. Retrieved July 9, 2025, from https://www.bbc.com/indonesia/articles/c5y9gg1823yo
Cameron, C. (2025, July 1). Trump Falsely Claims Mamdani Is an Illegal Immigrant and Threatens to Arrest Him. The New York Times. Retrieved July 9, 2025, from https://www.nytimes.com/2025/07/01/us/politics/trump-zohran-mamdani.html
Harb, A. (2025, June 30). Mamdani's New York victory sparks Islamophobic backlash in US. Al Jazeera. Retrieved July 9, 2025, from https://www.aljazeera.com/news/2025/6/30/mamdanis-new-york-victory-sparks-islamophobic-backlash-in-us
Haryono, W. (2025, July 9). Trump Ancam Ambil Alih New York Jika Politikus Muslim Zohran Mamdani Menang. MetroTV News. https://www.metrotvnews.com/read/b2lCpw4v-trump-ancam-ambil-alih-new-york-jika-politikus-muslim-zohran-mamdani-menang
Helmore, E. (2025, June 30). Trump threatens to cut off New York City funds if Mamdani 'doesn't behave'. The Guardian. Retrieved July 9, 2025, from https://www.theguardian.com/us-news/2025/jun/29/trump-zohran-mamdani-nyc-funds
Stack, L. (2025, June 26). As Mamdani Rises, Anti-Muslim Attacks Roll In From the Right. The New York Times. Retrieved July 9, 2025, from https://www.nytimes.com/2025/06/26/nyregion/mamdani-muslim-attacks.html
Penulis: Nailah R. Tsabita
Editor: Vanyadhita Iglian
TAG: #aspirasi #demokrasi #pemerintahan #politik
LPM Retorika FISIP Unair
@lpmretorikafisip
@ngs5967e
@retorikafisipua