 (1).jpg)
Setelah akhir pekan yang memanas di Timur Tengah, kesepakatan damai akhirnya diraih oleh kedua negara setelah saling melancarkan serangan udara dan rudal yang menegangkan. Hanya dalam waktu tiga hari, eskalasi yang nyaris berubah menjadi perang regional berhasil dihentikan melalui seruan gencatan senjata dari Presiden Trump.
Retorika.id - Setelah akhir pekan yang penuh gejolak di Timur Tengah, Amerika Serikat tampil sebagai aktor kunci dalam meredakan eskalasi militer antara Israel dan Iran. Dalam waktu kurang dari 72 jam, konflik yang nyaris berubah menjadi perang regional terbuka akhirnya mereda setelah Presiden Donald Trump menyerukan gencatan senjata pada Selasa pagi, (24/06/2025). Kedua negara sepakat menandatangani kesepakatan damai, mengakhiri rentetan serangan udara, rudal, dan ketegangan diplomatik yang semakin memanas.
Awal Keterlibatan AS
Ketegangan meningkat tajam pada Sabtu (21/06/2025) saat Amerika Serikat resmi terlibat dalam konflik militer dengan menjatuhkan bom bunker-buster ke tiga fasilitas nuklir utama Iran—Fordow, Natanz, dan Isfahan. Serangan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan langsung untuk Israel, yang beberapa hari sebelumnya telah memulai kampanye militer terhadap infrastruktur nuklir Iran yang disebut-sebut sebagai “ancaman eksistensial.”
Langkah ini memicu kekhawatiran akan pecahnya perang regional, terlebih karena implikasi dari keterlibatan AS dalam konflik dua negara berisiko tinggi di Timur Tengah. Dalam beberapa dekade terakhir, Israel memang pernah menyerang instalasi nuklir di Irak dan Suriah, namun keterlibatan langsung Amerika dalam serangan di Iran dapat meningkatkan ketegangan geopolitik yang lebih luas.
Balasan Iran dan Eskalasi Perang
Iran tak tinggal diam. Pada Senin (23/06/2025), Iran
meluncurkan sekitar 14 rudal balistik ke arah pangkalan udara Amerika Serikat di Al Udeid, Qatar, yang merupakan pangkalan terbesar AS di kawasan tersebut. Sebanyak 13 rudal berhasil dicegat sistem pertahanan Amerika. Hanya satu rudal yang dibiarkan mendarat dengan aman untuk meminimalkan kerusakan.
Menariknya, pemerintah Iran menyatakan bahwa serangan ini dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pemerintahan Qatar dan disertai pemberitahuan dini guna menghindari korban jiwa. Pendekatan ini mencerminkan strategi yang pernah digunakan Iran pada 2020, saat mereka membalas pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani dengan serangan terkendali di Irak.
Gencatan Senjata oleh Tekanan AS
Situasi akhirnya mereda ketika Presiden Trump, sebelum berangkat menghadiri KTT NATO di Eropa, secara terbuka mengecam Israel karena melanjutkan serangan meskipun kesepakatan gencatan senjata sudah diumumkan. Dalam pernyataan kerasnya, Trump mengatakan bahwa Israel dan Iran “telah bertempur begitu lama dan keras hingga mereka bahkan tidak tahu apa yang mereka lakukan.”
Trump mengungkapkan frustrasinya atas Israel, yang disebut “menghujani bom” tak lama setelah menyepakati gencatan senjata. Sementara itu, Iran menyatakan bahwa operasi militernya terhadap Israel berlanjut hingga pukul 4 pagi waktu setempat, dan baru kemudian berhenti sesuai dengan kesepakatan damai.
Kementerian Luar Negeri Iran dan Kantor Perdana Menteri Israel kemudian mengonfirmasi bahwa gencatan senjata telah berlaku pada pagi hari, masing-masing menyatakan telah mencapai tujuan strategis dalam konflik singkat tersebut.
Dampak Serangan dan Korban Sipil
Meskipun gencatan senjata tercapai, korban jiwa di kedua pihak tak bisa dihindari. Di Iran, lebih dari 400 orang dilaporkan tewas, termasuk 54 perempuan dan anak-anak. Sekitar 3.000 orang lainnya terluka akibat serangan udara Israel yang mengenai sejumlah kompleks apartemen dan kawasan sipil.
Di Israel, setidaknya empat warga sipil tewas setelah satu rudal Iran menghantam sebuah gedung apartemen di wilayah selatan negara tersebut. Rudal tersebut adalah bagian dari sekitar 20 peluncuran yang terjadi sebelum dan sesudah gencatan senjata diumumkan. Namun berkat sistem pertahanan udara berlapis Israel, sebagian besar rudal berhasil dicegat sebelum mencapai target.
Legitimasi Serangan dan Reaksi Dunia
Salah satu perdebatan terbesar dari konflik ini adalah legalitas serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran. Israel mengklaim tindakannya sebagai bentuk anticipatory self-defense atau pembelaan diri yang bersifat antisipatif. Namun, klaim ini ditentang oleh sebagian komunitas internasional yang mempertanyakan apakah Iran benar-benar sedang mengembangkan senjata nuklir dan berniat menggunakannya terhadap Israel dalam waktu dekat.
Meskipun begitu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa operasi militer telah mencapai semua target dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Trump atas dukungan militer AS. Netanyahu juga menyebut bahwa dunia 'terkesan' dengan determinasi Israel dalam menghadapi ancaman nuklir Iran.
Konflik Israel–Iran kali ini menunjukkan betapa krusialnya peran Amerika Serikat dalam menjaga stabilitas kawasan. Meskipun sempat memperkeruh situasi melalui serangan awal, intervensi diplomatik Presiden Trump berhasil mencegah perang skala penuh yang berpotensi meluas ke negara-negara tetangga.
Sebagaimana dikatakan oleh Reza Sharifi, warga Iran yang kembali ke Teheran setelah mengungsi, “Siapa pun yang menengahi atau bagaimana caranya tidak penting. Yang penting, perang ini telah berakhir dan seharusnya tidak pernah dimulai.”
Referensi
Fassihi, F., Sanger, D. E., & Boxerman, A. (2025, June 12). What to Know About the U.S. Strike on Iran and the Israel-Iran Cease-Fire. New York Times. https://www.nytimes.com/2025/06/12/world/middleeast/israel-iran-strikes.html
Psaropoulos, J. T. (2025, June 24). Is the 12-day Israel-Iran war really over – and who gained what? Al Jazeera. https://www.aljazeera.com/news/2025/6/24/is-the-12-day-israel-iran-war-really-over-and-who-gained
Slattery, G., Cornwell, A., & Hafezi, P. (2025, June 25). US Strikes Failed to Destroy Iran’s Nuclear Sites, Intelligence Report Says. Reuters. https://www.reuters.com/world/middle-east/trump-announces-israel-iran-ceasefire-2025-06-23/
Penulis: Vanyadhita Iglian
Editor: Hayuna Nisa
TAG: #pemerintahan #politik #sosial #
LPM Retorika FISIP Unair
@lpmretorikafisip
@ngs5967e
@retorikafisipua