» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Pop Culture
Review Film Brad’s Status: Tentang Keraguan dan Status Sosial
02 April 2022 | Pop Culture | Dibaca 117 kali
Review Film Brad’s Status: Tentang Keraguan dan Status Sosial: - Foto: imdb.com
Brad adalah pria yang mendambakan kehidupan masa lalunya, saat kuliah semua teman-teman yang dia miliki selalu mengingatnya karena salah satu murid yang jenius. Namun, semua itu berubah, Brad mulai merasa tidak dianggap ada oleh mereka karena perbedaan status sosial dan ekonomi yang berbeda ketika menginjak umur 40 tahun.

retorika.id- Seorang pria paruh baya bernama Brad, memiliki keluarga bahagia dengan istri dan satu anaknya. Pada suatu malam yang sunyi, Melanie yaitu istri Bradtertidur dengan sangat pulas. Sangat berbeda dengan Bradyang kala itu gelisah, memikirkan keadaan finansial dalam keluarga mereka yang sebetulnya dalam kondisi cukup. Akhirnya, Brad menghujani melanie dengan pertanyaan tentang warisan kedua orang tuanya dan membuat istrinya itu kesulitan untuk tidur. Kemudian Melanie dengan nada sedikit marah mengatakan kepada Brad untuk berhenti menanyakan hal-hal yang konyol tersebut dan menyuruhnya tidur. 

Brad memiliki rasa iri dan rendah diri terhadap kehidupannya, dulu dia adalah mahasiswa jenius dan difavoritkan oleh para dosen. Namun, kepintaranya tersebut tidak berbuah manis dalam kehidupan. Keadaan berbanding terbalik dengan teman-temanya yang sangat sukses, ada yang bekerja di gedung putih, memiliki perusahaan yang besar, dan ada yang bisa membeli pulau. Sedangkan Brad merupakan pria paruh baya yang menganggap dirinya menyedihkan karena hanya bisa mendirikan organisasi nirlaba yang fokus untuk mencari donatur. Brad amat penasaran mengapa dia tidak bisa kaya seperti teman-temanya? Sejak kapan dunia ini berhenti mencintainya atau justru dia sendiri yang berhenti mencintai dunia? Dan apakah Melanie yang merupakan individu dengan sifat cepat puas turut memengaruhinya? Singkatnya Brad mulai tidak menyukai teman-temanya tersebut karena pada suatu hari dia pernah meminta tolong kepada temannya yang bekerja di gedung

®iklan

Pasang iklan di sini!
Hubungi » lpmretorikafisipua@gmail.com

®iklan

putih bernama Craig Fisher untuk menjadi donatur dalam organisasi nirlabanya. Namun, Craig tidak pernah memberikan tanggapan terhadap permintaan Brad.

 Dari kejadian tersebut Brad mulai menyadari karena perbedaan status dalam pekerjaan dan penghasilan, dia mulai dijauhi dan tidak dianggap ada oleh teman-temanya. Pada suatu hari, Troy yang merupakan putra dari Brad, lupa jadwal tes wawancara perguruan tinggi. Sehingga membuatnya gagal masuk perguruan tinggi, lalu Brad dengan terpaksa meminta bantuan kepada Craig Fisher untuk berbicara kepada salah satu dosen penguji interview supaya memberikan kesempatan kepada Troy. Setelah 10 tahun tidak bertemu akhirnya Bradberusaha untuk mengalah demi kuliah anaknya. Malam itu Brad dan Craig Fisher bertemu di sebuah kedai kafe, secara spontan Craig Fisher mengungkapkan permintaan maafnya karena lupa untuk membalas pesan Brad terkait bisnis nirlabanya. Obrolan pun berlanjut sampai membahas tentang perkuliahan Troy di Harvard University. Brad meminta tolong kepada Craig untuk menghubungi salah satu dosen yang dikagumi oleh Troy, supaya bisa mewawancara Troy. Saat itu juga Craig langsung menghubungi dosen tersebut dan akhirnya dia setuju, Troy pun mendapat kesempatan tersebut. Besoknya wawancara Troy berjalan lancar-lancar saja, sampai pada akhirnya Brad mengalami ketakutan kembali, dia khawatir bila Troy suatu hari bisa lebih sukses daripada Brad. Dia juga membayangkan bagaimana di masa depan nanti kehidupan anaknya tersebut menjadi seperti salah satu temanya yang memiliki pulau pribadi, pensiun dini, dan memiliki dua kekasih. Brad merasa bahwa anaknya akan melupakannya, seperti yang dilakukan teman-temannya.

 Pada malam harinya Brad dan Troy mampir di sebuah kafe yang dekat dengan penginapan mereka, kebetulan teman lama Troy ikut bergabung. Brad yang melihat Teman Troy yang bernama Anaya dan Maya merasa cocok karena sama-sama memiliki latar belakang yang sama yaitu Ilmu Pemerintahan. Saat itu Brad langsung terlena dan memandangi bagaimana cara Anaya berbicara, berpikir, dan merespon seseorang, Bradlangsung teringat dengan Melanie sewaktu muda. Secara spontan Brad langsung berimajinasi kotor, bagaimana jika dia memiliki pulau pribadi ditemani oleh dua gadis tersebut yang setiap harinya bermesraan di tepi pantai dan bersenang-senang. Namun, imajinasi tersebut hancur dan berubah menjadi kengerian bagi Brad karena dia membayangkan bahwa yang akan bisa melakukan itu semua adalah Troy. Obrolan mereka pun berakhir Brad dan Troy kembali ke hotel mereka, sementara Anaya dan Maya memiliki acara sendiri di sebuah Bar bersama teman-teman mereka. Malam itu Bradtidak bisa tidur, dia berpikir bahwa segelas Whisky mungkin bisa membantunya untuk tidur. Namun, terdapat alasan lain, sebenarnya dia ingin meluangkan waktu bersama Anaya lebih lama untuk bercerita tentang masalah hidupnya karena dia berpikir Anaya akan paham tentang apa yang dia alami. Setelah bertemu dengan Anaya Brad pun menceritakan tentang masalah hidupnya yang merasa mulai dilupakan oleh temanya karena tidak memiliki privilese yang bagus. Namun, Anaya berpikir bahwa Brad terlalu kekanak-kanakan dan dia sungguh tidak menyangka bahwa Brad masih memiliki pemikiran jika dunia ini diciptakan hanya untuk dirinya. Sejak saat itu rasa hormat Anaya kepada Brad seketika luntur, Bradyang menyadari hal itu merasa menjadi pria paling bodoh di dunia itu. Pertemuan mereka pun berakhir dan brad kembali ke tempat penginapan.

Paginya Brad teringat sesuatu bahwa dia telah membuat janji kepada Craig Fisher untuk makan malam sebagai rasa ucapan terima kasih karena telah membantu Troy yang diterima di Harvard University. Setelah bertemu denganya, Brad menceritakan segalanya tentang apa yang mengganggunya selama ini, termasuk sifat irinya terhadap Craig Fisher dan teman-temanya yang lain. Hal itu cukup mengganggu Craig Fisher dan secara tiba-tiba Brad memutuskan untuk pergi dan memilih untuk mendatangi Troy yang saat itu sedang menonton konser orkestra.

Brad menyadari saat duduk bahwa Anaya dan Maya ikut bermain dalam orkestra tersebut. semakin dalam dia mendengarkan alunan irama yang dimainkan, Brad semakin sadar bahwa dunia ini tidak untuk dirinya sendiri. Dia merasa cukup dengan semua yang telah dimilikinya dan dia juga sadar bahwa dunia ini tidak tercipta untuk dirinya sendiri. Brad merasa bangga mempunyai putra yang jenius dalam bidang musik, memiliki istri yang dia cintai, dan memiliki harta-benda yang cukup.

Film Brad’s Status memberikan kita sebuah pelajaran yang penting bahwa keraguan adalah sesuatu yang harus dipecahkan. Seseorang harus terbuka terhadap segala kritik dan saran karena semua masalah itu unik dan tidak selamanya semua masalah itu sama. Kegelisahan Brad tentang status sosialnya yang membuatnya dilupakan oleh temanya adalah hal yang tidak perlu dipedulikan karena itu berada diluar kuasanya. Brad menyadari bahwa yang harus dia lakukan sekarang adalah bukan untuk menjadi seperti teman-temannya, tetapi fokus terhadap masalah yang saat ini bisa dia kendalikan.

 

Penulis: Geovany Seno Hermawan 

Penyunting: Jingga Ramadhintya

 

 


TAG#film  #review  #  #