» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: 081281600703.

Life Style
Resensi Novel Lord Edgware Dies
16 September 2019 | Life Style | Dibaca 66 kali
Dari sekian banyak karya Agatha Christie, karya yang berjudul Lord Edgware Dies atau Matinya Lord Edgware terbit pada tahun 1933 banyak menyita perhatian. Buku ini menceritakan tentang Lord Edgware seorang yang kaya tetapi eksentrik, istrinya adalah seorang aktris terkenal, Jane Wilkinson. Tokoh utama, Hercule Poirot dihadapkan dengan permasalahan kematian Lord Edgware yang pelik dan misterius.

Judul : Lord Edgware Dies – Matinya Lord Edgware

Nama Pengarang : Agatha Christie

Nama Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : Cetakan keenam, Juli 2003

Tebal buku : 354 halaman

ISBN : 979-403-024-4

 

retorika.id - Agatha Cristie, salah satu penulis legendaris dari Inggris membawakan genre fiksi ilmiah dan seri pembunuhan. Christie menulis tidak kurang dari 70 novel diantaranya yang paling terkenal adalah The Mysterious Affair at Styles yang terbit tahun 1920 dan merupakan awal munculnya tokoh ciptaan Christie yang sama legendarisnya, Hercule Poirot.

Dari sekian banyak karyanya, bukunya yang berjudul Lord Edgware Dies atau Matinya Lord Edgware terbit pada tahun 1933 juga banyak menyita perhatian. Buku ini menceritakan tentang Lord Edgware seorang yang kaya tetapi eksentrik, istrinya adalah seorang aktris terkenal, Jane Wilkinson. Tokoh

®iklan

Pasang iklan Anda di sini!
Hubungi » 082112438727

®iklan

utama, Hercule Poirot dihadapkan dengan permasalahan kematian Lord Edgware yang pelik dan misterius. Buku ini ditulis dengan sudut pandang pertama dari tokoh Kapten Hastings yang merupakan partner bekerja Hercule Poirot.

 

Plot

Cerita diawali ketika Poirot dan rekannya, Kapten Hastings menikmati sebuah acara opera yang dibintangi oleh Carlotta Adams, diikuti pertemuan mereka dengan Lady Edgware. Wanita itu meminta bantuan Poirot untuk berbicara dengan suaminya mengenai permintaan perceraian. Di sinilah berbagai tokoh baru diperkenalkan dengan baik dan dengan penokohan yang kuat. Bahkan setelah Lord Edgware dan Carlotta Adams meninggal muncul tokoh-tokoh baru dengan keterkaitan mereka atas kasus ini.

Semua tokoh memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi tersangka dalam dua pembunuhan ini, tetapi mereka juga memiliki alibi mereka masing-masing. Poirot dibantu dengan Japp, seorang polisi dari Scotland Yard, mengusut kasus ini, tetapi mereka dibuat bingung dengan berbagai keterangan yang diberikan oleh saksi maupun tokoh yang berpeluang menjadi tersangka.

Japp akhirnya menemukan satu teori yang diyakini merupakan kronologi pembunuhan, tetapi tidak dipercayai oleh Poirot hingga akhirnya ada seorang pemuda, Ross, yang ingin mengungkapkan sesuatu hal kepada Poirot. Namun, pemuda itu tewas sebelum berbicara apa-apa. Seperti pada novel detektif lainnya, gagasan Poirot disimpan hingga akhirnya ia mengungkapkan kronologi ceritanya berangkat dari pembunuhan ketiga tersebut dan pembunuh yang sebenarnya ditangkap dan diadili.

 

Review

Cerita yang menarik dan plot yang berputar-putar telah disuguhkan sejak awal. Karakter masing-masing tokoh yang dijabarkan dengan jelas juga membuat pembaca dapat memahami posisi masing-masing tokoh. Christie mampu membuat pembaca ikut menginvestigasi tokoh-tokoh tersebut untuk mencari tahu sendiri dengan segala detail yang diberikan terkait pembunuhan yang terjadi. Detail yang diberikan cukup rinci dan apa yang disampaikan Poirot di akhir sebagai penjelasan juga ditulis dengan jelas pada bab sebelumnya.

Buku ini terdiri atas 31 bab dan setiap babnya berhubungan dan dengan transisi yang apik sehingga tidak membingungkan bagi pembaca meski dengan informasi yang begitu banyaknya. Tetapi, dalam dialognya banyak ditemui umgkapan Poirot menggunakan bahasa Prancis, hal ini tidaklah mengherankan mengingat ia adalah imigran dari Belgia. Bagi pembaca yang tidak begitu memahami bahasa Prancis, agaknya, ungkapan ini sedikit membingungkan karena tidak memahami artinya, tetapi Christie mencoba menjelaskan kembali dengan ekspresi dalam bahasa bukan Prancis dalam hal ini yang telah terjemahkan dalam bahasa Indonesia.

 

Penulis: Shania Amalia


TAG#karya-sastra  #  #  #