» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Info Kampus
Persoalan Panitia ‘Jalur Belakang’ Acara Kampus Disinggung dalam Safari Kampus Ke-3
22 Oktober 2020 | Info Kampus | Dibaca 83 kali
Safari Kampus Ke-3: Persoalan Panitia ‘Jalur Belakang’ Acara Kampus Disinggung dalam Safari Kampus Ke-3 Foto: Dokumentasi Pribadi/Faiz Zaki
Proses rekrutmen kepanitiaan acara kampus kerap dijumpai terlewatkan dari prosedural seleksi. Memasukkan panitia lewat ‘jalur belakang’ sudah menjadi rahasia umum untuk mengatasi kekurangan sumber daya manusia. Persoalan itu menjadi tantangan bagi Calon Ketua dan Calon Wakil Ketua BEM Universitas Airlangga 2020, terkait bagaimana strategi memaksimalkan rekrutmen kepanitiaan acara BEM yang transparan dan ketat.

retorika.id- Safari Kampus Ke-3 bagi para Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Unair 2020 dihadiri kurang lebih 170 orang pada Rabu (21/10/2020). Kedua pasangan calon memaparkan visi, misi, dan program unggulan melalui aplikasi Zoom yang dimulai sejak pukul 18.30 WIB.

Dalam Safari Kampus disinggung terkait proses rekrutmen kepanitiaan acara kampus yang kerap dijumpai terlewatkan dari prosedural seleksi. Hal ini menuai kritik karena kurangnya transparansi sehingga berdampak pada kinerja panitia yang tidak maksimal.

Persoalan itu disampaikan oleh Ferdian E. P. dari Unit Kegiatan Mahasiswa ( UKM ) Divisi Bela Diri. Dia melontarkan pertanyaan terbuka terhadap kedua

®iklan

Pasang iklan di sini!
Hubungi » lpmretorikafisipua@gmail.com

®iklan

pasangan Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Unair 2020.

“Bagaimana strategi mengikat panitia atau volunter agar bekerja secara maksimal?” tanya Ferdian dalam kesempatan sesi tanya-jawab.

Berdasarkan penjelasannya didukung pengalaman kepanitian yang sempat diikuti, bahwa terdapat panitia yang dimasukkan tanpa melalui proses seleksi ketat. Terlebih lagi hal tersebut sangat mempengaruhi kualitas kerja saat mengurus acara.

Mengandalkan orang dalam dengan  masuk ‘jalur belakang’ dinilai tidak tepat ketika mengatasi kekurangan sumber daya manusia. Selain itu, fakta tersebut sudah menjadi rahasia umum bahkan memang seakan-akan dijadikan sebagai kewajaran.

Setelah pertanyaan di sampaikan, setiap pasangan calon memberikan argumentasi dan solusi mereka untuk memperbaiki sistem perekrutan panitia, khususnya di acara BEM kelak. Masing-masing dari mereka diberikan waktu selama tiga menit untuk menjawab.

Moch. Sholeh Pratama menilai, jika tidak melalui tahap wawancara maka kinerja kepanitiaan juga akan mempengaruhi.

“Maka pentingnya screening wawancara dalam setiap kepanitiaan. Pengalaman itu cukup berhasil di FIB dengan screening wawancara,” ujar calon ketua BEM nomor urut satu tersebut.

Sedangkan Calon Wakilnya, Bobby Tanaya G. menegaskan bahwa selama masa kuasanya sifat kekeluargaan akan diterapkan, dan itu akan menjadi budaya organisasi yang sangat diperlukan.

Di sisi lain, pasangan nomor urut dua secara garis besar akan menerapkan sistem manajerial organisasi, termasuk kejelasan tugas pokok dan fungsi.

Muhammad Abdul Chaq mengatakan, harus ada pelatihan dengan baik sebelum mengurus acara. Sistem sanksi dinilai juga perlu diterapkan kemudian hari.

“Jika ada kelalaian dari panitia yang tidak menjalankan kerjanya dengan baik maka akan terkena  punishment,” kata Calon Ketua BEM Unair nomor urut dua ini.

Argumentasi  itu juga turut didukung pula oleh Calon Wakilnya, M. Risyad Fahlevi.

Penulis: Faiz Zaki


TAG#aspirasi  #bem  #gagasan  #universitas-airlangga